Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – Agrinas Palma (PT Agrinas Palma Nusantara) ungkap strategi pemenuhan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung operasional, dan mewujudkan misi "Menjadi Perusahaan Kontributor Utama Energi Baru dan Terbarukan Dalam Mewujudkan Swasembada Energi Nasional".
Hal tersebut disampaikan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum, PT Agrinas Palma, Ir. Memed Kosasih Setia Putra, saat menjadi salah satu narasumber di acara Workshop SDM Industri Perkebunan Kelapa Sawit, di INSTIPER Yogyakarta, pada Selasa (9 Desember 2025).
“Kami menjalankan operasional perusahaan berdasarkan arahan dari Prsiden Prabowo yang membidangi sektor Agriculture dan penunjangnya, dalam rangka menunjang ketahanan 3 rencana besar yaitu swasembada pangan, swasembada energi dan penyaluran subsidi tepat, hilirisasi komoditas, dan pemberantasan korupsi,” ujarnya Memed Kosasih.
Lalu, bagaimana dari sisi kesiapan SDM-nya di perusahaan yang telah memegang record mengelola kebun sawit sebanyak 1,5 juta ha?
“Kami, saat ini menjadi perusahaan sawit dengan pengelolaan lahan sawit terbesar di dunia. Sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja profesional dan bagaimana persiapannya,” kata Memed Kosasih.
“Strategi pemenuhan SDM sudah dipersiapkan. Di tahap awal dengan berkejaran dengan waktu, kita kerjakan dengan konsep kedaruratan. Ini menjadi tantangan yang luar biasa. Maka, kami memetakan kebutuhan SDM untuk keperluan jangka panjang,” sambungnya.
Data dari Agrinas Palma, perusahaan ini telah memiliki strategi untuk kebutuhan SDM, antara lain Talent Management & Manpower Planning (Perencanaan kebutuhan tenaga kerja jangka Panjang, Pipeline talenta (Agronomi, PKS, Teknik, Admin), Succession planning untuk posisi kunci).
Organizational Development (Rightsizing & review struktur organisasi, Pembentukan standar kompetensi jabatan, Penilaian kinerja berbasis Key Performance Indicator (KPI) dam Implementasi Budaya Perusahaan).
Learning & Development (Akademi APN / Teknikal Kompetensi atau training center, Sertifikasi profesi sawit ISPO/RSPO/Proper/ISCC/ISO, Program pengembangan manajemen (Aginas Palma Leadership Program).
Compensation & Benefit (Sistem remunerasi kompetitif berbasis pasar, Skema insentif berbasis kinerja (productivity incentive), Tunjangan remote area yang terukur).
Industrial Relations (Pembinaan hubungan industrial harmonis, LKS Bipartite, Mekanisme penyelesaian perselisihan & disiplin, Compliance terhadap UU Ketenagakerjaan & K3.
“Kami juga telah melakukan penandatangan MoU dengan INSTIPER Yogyakarta beberapa waktu lalu, tujuannya tak lain untuk pengembangan SDM. Bahkan, kami juga sudah melakukan training SDM untuk level Mandor untuk memperbaiki kondisi kebun. Selain itu, secara bertahap kami akan terus melakukan training hingga level Manager, karena itu semua menjadi ujung tombak di perkebunan sawit,” jelas Memed Kosasih.
Data internal Agrinas Palma menunjukkan skala operasional perusahaan yang sangat luas. Total area perkebunan yang diproyeksikan dikelola mencapai lebih dari 920 ribu hektare, tersebar di 15 provinsi, mulai dari Aceh, Kalimantan, hingga Papua Selatan. Dengan skala itu, perusahaan membutuhkan 7.108 tenaga kerja agronomi, termasuk 46 general manager, 307 estate manager, lebih dari 1.500 asisten kebun, hingga lebih dari 3.000 mandor dan mandor panen. Angka tersebut menempatkan Agrinas sebagai salah satu organisasi SDM perkebunan terbesar yang sedang dibangun di Indonesia.
“Untuk itu, penguatan SDM sebagai langkah awal yang wajib agar semua proses operasional berjalan sesuai standar perkebunan modern. Kami tidak hanya merekrut orang. Kami membangun ekosistem kerja baru yang berbasis kompetensi, disiplin, dan budaya kerja yang kuat,” pungkas Memed Kosasih.
Rencana penguatan SDM Agrinas Palma pada 2026 pun sudah tersusun. Salah satunya pemenuhan kompetensi functional (teknis), yang diperuntukkan bagi seluruh jenjang jabatan mulai dari level pelaksana (mandor) hingga level manajer, baik di unit kebun maupun pabrik kelapa sawit (PKS). Program ini akan dilengkapi dengan uji kompetensi sebagai bentuk evaluasi efektivitas pelatihan dampaknya. Pelaksanaan kegiatan akan dilakukan bekerjasama dengan tim Expertise dibidangnya.














