• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Abdul Simanjuntak: Tidak Ada Petani Lampung Tebangi Sawit Karena Harga Jatuh

LAMPUNG, SAWIT INDONESIA - Abdul Simanjuntak, Petani Sawit asal Lampung, menghela nafas saat membaca berita yang menyebutkan dirinya dan petani di Lampung menebangi sawit akibat anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di petani. "Ini saya sesalkan jadi ada kesalahan informasi karena itu cerita kondisi 5 tahun lalu saat harga sawit di bawah Rp 1.000 per kilogram. Kalau sekarang, tidak ada saya dan petani sawit di sekitar yang menebangi sawit akibat anjloknya harga," ujarnya saat berbicara di telepon, Minggu (12 Juni 2022). Ia menceritakan petani sawit tetap berkegiatan seperti biasa tidak yang menebangi sawit. Memang, sejumlah petani sawit selain menanam sawit ada pula yang punya kebun tanaman lain seperti singkong, jagung, karet, pisang dan tebu. [caption id="attachment_32817" align="aligncenter" width="300"] Dari hasil sawit, Abdul Simanjuntak dapat membiayai kuliah anaknya.[/caption] "Lampung ini tanahnya subur untuk dibudidayakan berbagai tanaman. Selain itu lokasi Lampung juga strategis karena dekat dengan Pulau Jawa untuk menjual hasil panen pisang, singkong dan lainnya. Kalau harga sawit tidak bagus, petani punya alternatif pendapatan dari tanaman lain," kata Abdul yang juga Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Lampung. Saat ini, Harga TBS sawit Rp. 2.030 per kilogram di pabrik sawit. Sementara itu, harga TBS secara umum yang diterima petani Rp 1.900 per kilogram. "Saya ini bagian dari pendiri Apkasindo, makanya ketika mendengar berita petani yang tebangi sawitnya. Saya kaget karena faktanya itu tidak ada kondisi sekarang. Kalaupun ada itu kejadian lama, bukan sekarang," ujarnya mengklarifikasi. Kendati demikian, Abdul meminta perhatian pemerintah supaya harga TBS petani segera diperbaiki karena ekspor sudah bisa berjalan. Salah satunya ada surat dari Menteri Pertanian yang meminta kepala daerah mengawasi Harga TBS di pabrik supaya petani tidak dirugikan. "Harapan kami Mentan benar-benar menjalankan fungsinya sebagai Bapaknya Petani untuk melindungi dan menjaga usaha petani sawit. Selain itu, Gubernur Lampung dan Kadis Perkebunan juga memberikan perhatian dan pendampingan baik kepada petani sawit,"pungkasnya menutup pembicaraan.

Artikel Terkait