YOGYAKARTA, SAWIT INDONESIA — Menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul tidak cukup hanya dengan menguasai ilmu pengetahuan. Ketangguhan mental, kebugaran fisik, dan kedisiplinan juga diperlukan untuk menghadapi tantangan selama pendidikan maupun ketika memasuki dunia kerja.
Pesan itu disampaikan Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Marsekal Muda TNI Donald Kasenda, S.T., S.I.P., M.M., dalam sambutan pembukaan Bina Mental, Fisik, dan Disiplin (Bintalfisdis) di AAU Yogyakarta, Senin (28 September 2026).
Sebanyak 1.535 mahasiswa penerima Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit dari enam perguruan tinggi mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengikuti kegiatan tersebut. Secara rinci, mahasiswa tersebut berasal dari AKPY-STIPER (845 mahasiswa), INSTIPER Yogyakarta (150 mahasiswa), Politeknik LPP Yogyakarta (420 mahasiswa), Politeknik YKPN (60 mahasiswa), Sekolah Pendidikan Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) 30 mahasiswa, dan Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta (30 mahasiswa).
Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 1.500 mahasiswa, Bintalfisdis menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman berbeda di luar lingkungan kampus. Mereka tidak hanya menjalani aktivitas fisik, tetapi juga ditempa untuk membangun ketahanan mental, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.
Sambutan Gubernur AAU tersebut dibacakan oleh Kolonel Pas Iwan Setiawan, S.T., M.Han., Kepala Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AAU Yogyakarta.
Donald mengatakan, berada di lingkungan AAU merupakan kesempatan bagi peserta untuk mengenal dan mengembangkan potensi diri melalui proses pembinaan yang menekankan ketangguhan, disiplin, semangat juang, serta kerja sama.
“Atas nama keluarga besar Akademi Angkatan Udara, saya mengucapkan selamat datang di Akademi Angkatan Udara Yogyakarta kepada seluruh pimpinan, pembina, instruktur, dan para peserta,” ujarnya dalam sambutan tersebut.
Menurutnya, kekuatan mental, kondisi fisik yang prima, dan kedisiplinan merupakan bekal penting untuk menghadapi berbagai tantangan, baik dalam proses pendidikan maupun kehidupan profesional.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan secara serius dan penuh semangat, sekaligus menaati aturan serta arahan pembina dan instruktur.
“Jadikan setiap pelatihan sebagai proses untuk meningkatkan kemampuan diri, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkembangkan sikap pantang menyerah dan bertanggung jawab,” pesannya.
Tiga Aspek yang Saling Menguatkan
Donald menjelaskan, Bintalfisdis tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan fisik. Mental, fisik, dan disiplin merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dalam menyiapkan pribadi yang tangguh.
Pembinaan mental diarahkan untuk menumbuhkan integritas, keberanian, kejujuran, dan keteguhan hati. Sementara latihan fisik ditujukan untuk meningkatkan kebugaran sekaligus daya juang.
Adapun disiplin diharapkan tidak hanya diterapkan selama berada di lingkungan AAU. Kebiasaan tepat waktu, taat aturan, bertanggung jawab, dan konsisten menjalankan tugas perlu dibawa ke lingkungan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
“Ketiganya merupakan fondasi yang kuat dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas,” tegasnya.
Bagi mahasiswa penerima Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit, nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang melengkapi kompetensi akademik yang mereka peroleh di perguruan tinggi.
Mereka dipersiapkan bukan hanya untuk memahami bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga memiliki karakter, etos kerja, dan kesiapan menghadapi lingkungan profesional, termasuk dunia perkebunan kelapa sawit.
Donald juga menekankan pentingnya membangun kebersamaan selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, interaksi antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dapat menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kekompakan dan sikap saling menghargai.
Ia meminta peserta memanfaatkan keberadaan mereka di AAU untuk belajar dan mengambil berbagai nilai positif yang dapat diterapkan setelah kembali ke lingkungan kampus dan masyarakat.
“Manfaatkan kesempatan berada di Akademi Angkatan Udara ini untuk belajar, menempa diri, dan mengambil nilai-nilai positif yang nantinya dapat diterapkan di lingkungan pendidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Menjadi Bekal Memasuki Dunia Profesional
Selain mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, Donald mengingatkan peserta untuk memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama berada di AAU.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama Bintalfisdis dapat menjadi bekal dalam menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Laksanakan setiap pelatihan dengan penuh tanggung jawab dan jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk menjadi insan yang profesional, berkarakter, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Bagi 1.535 mahasiswa penerima Beasiswa SDM Sawit, Bintalfisdis di AAU menjadi pengalaman untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan di luar ruang akademik.
Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari enam perguruan tinggi mitra BPDP dalam satu proses pembinaan. Selain melatih ketahanan fisik dan mental, interaksi selama pelatihan juga membuka ruang bagi peserta untuk belajar mengenai kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kedisiplinan.
Di akhir sambutannya, Gubernur AAU berharap seluruh rangkaian Bintalfisdis berlangsung aman, tertib, dan lancar serta memberikan manfaat sesuai sasaran yang telah ditetapkan.
“Semoga seluruh rangkaian pelatihan bina mental, fisik, dan disiplin dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, dan mencapai sasaran yang diharapkan,” pungkasnya.














