Jakarta, SAWIT INDONESIA – Keinginan pemerintah mempercepat sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) tidaklah mudah. Faktanya, masih banyak perusahaan sawit yang belum mengantongi ISPO. Data Dinas Perkebunan Provinsi Riau menunjukkan dari 396 perusahaan baru 119 perusahaan yang bersertifikat ISPO hingga Juli 2024.
“Dari 396 perusahaan sawit di Riau, ternyata 277 perusahaan tak miliki ISPO atau sekitar 70%. Sisanya 119 perusahaan telah bersertifikat ISPO,” ujar Kepala Bidang Produksi Perkebunan Provinsi Riau Vera Virgianti saat menjadi pembicara 2nd SIEXPO 2024 pada awal Agustus 2024.
Data Dinas Perkebunan Provinsi Riau menunjukkan Kabupaten Kampar menempati posisi pertama di mana 83 perusahaan sawit di wilayah tersebut bersertifikat ISPO. Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 62 perusahaan, Indragiri Hulu sebanyak 46 perusahaan, dan Rokan Hilir berjumlah 37 perusahaan.
Pemerintah Provinsi Riau berupaya mempercepat implementasi ISPO melalui serangkaian kebijakan. Sebagai contoh, surat teguran bagi perusahaan yang belum memiliki ISPO. Adapulan sanksi bagi perusahaan yang belum miliki ISPO secara bertahap antara lain teguran tertulis, pemberhentian sementara, dan pencabutan izin usaha.














