• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

5 Emiten Sawit dengan Laba Bersih Terbesar di Semester Pertama 2025

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Sejumlah emiten sawit telah mempublikasikan laporan keuangan di semester pertama tahun ini. Sebagian besar perusahaan sawit yang melantai di Bursa Efek Indonesia meraih hasil positif dari segi pendapatan dan laba bersih.

Tren positif harga CPO semenjak Januari 2025 menjadi penopang capaian kinerja perusahaan sawit. Tingginya harga CPO sepanjang satu semester ini dipengaruhi sejumlah faktor antara lain Lonjakan harga minyak kedelai sebagian besar didorong oleh undang-undang biofuel AS yang mengutamakan bahan baku dari dalam negeri dan usulan pemerintahan Trump untuk mengizinkan perusahaan penyulingan minyak mencampur lebih banyak biofuel ke dalam bensin dan solar pada tahun 2026.

Sejumlah analis memproyeksikan harga CPO diperkirakan akan tetap stabil dan diperdagangkan antara RM 4.100 hingga RM 4.300 selama bulan depan, didukung oleh permintaan yang kuat dari India menjelang hari raya dan harga minyak kedelai AS yang tinggi.

Berdasarkan laporan emiten sawit ke otoritas Bursa Efek Indonesia, kami membuat rangking 5 perusahaan dengan laba bersih tertinggi dalam periode semester pertama 2025. Posisi pertama ditempati PT Triputra Agro Persada Tbk yang membukukan laba bersih Rp1,69 triliun atau naik 75,36% dari periode sama 2024.

Yang menarik adalah PT Astra Agro Lestari Tbk, perusahaan kelapa sawit yang telah berusia lebih dari empat dekade, tidak masuk lima besar. Emiten berkode AALI ini mencetak laba bersih Rp 702 miliar atau tumbuh 40%. Tingginya beban pokok penjualan sebesar Rp12,19 triliun menggerus pendapatan perusahaan.

Berikut ini 5 perusahaan yang menempati laba bersih tertinggi di semester pertama 2025 ini yaitu

  1. PT Triputra Agro Persada Tbk

Di semester pertama 2025, emiten berkode TAPG) membukukan laba bersih Rp1,69 triliun atau tumbuh 75,36% year-on-year (YoY) dari priode yang sama tahun lalu sebesar Rp966,34 miliar, sebagaimana keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan kepada BEI.

Pertumbuhan laba bersih emiten perkebunan sawit ditopang dengan pendapatan Triputra Agro yang meningkat. Pendapatan TAPG tercatat naik 35,13% YoY menjadi Rp5,5 triliun per semester I/2025 daripada periode sama tahun lalu sebesar Rp4,07 triliun.

Manajemen perseroan mampu mengelola beban pokok penjualan kendati terjadik kenaika sebesar 23% YoY, terutama didorong oleh kenaikan biaya pupuk sebesar 40% dan peningkatan pembelian TBS sebesar 32%.

  • PT . Dharma Satya Nusantara Tbk

Emiten berkode DSNG ini membukukan laba bersih pada semester I 2025 mencapai Rp 915,77 miliar, melonjak 81,86% dari Rp 503,56 miliar pada semester I tahun lalu.

Kinerja laba ditopang penjualan perseroan juga mengalami kenaikan menjadi Rp 6,08 triliun dari Rp 4,70 triliun. Pendapatan perseroan diperoleh dari penjualan lokal sebesar Rp 5,45 triliun dan penjualan ekspor sebesar 621,20 miliar. Adapun beban pokok penjualan perseroan juga menebal dari Rp 3,36 triliun menjadi Rp 4,12 triliun.

  • PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk

Emiten berkode SMAR ini mencetak laba bersih sebesar Rp 825,38 miliar selama paruh pertama 2025. Terjadi pertumbuhan sebesar 94,96% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada semester pertama 2024 sebesar Rp 423,33 miliar.

Pada pertengahan tahun 2025, penjualan bersih Sinar Mas Agro meroket dari Rp 35,89 triliun menjadi Rp 43,26 triliun. Namun, beban pokok penjualan juga naik menjadi Rp 38,90 triliun dari Rp 32,49 triliun.

  • PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)

Emiten berkode SIMP ini meraih kinerja positif dengan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih SIMP tercatat Rp 755,14 miliar per semester I 2025. Capaian laba ini tumbuh 43% secara tahunan alias year on year (yoy) dari Rp 528,85 miliar.

Pendapatan SIMP pun naik 33% yoy menjadi Rp 9,39 triliun per Juni 2025, dari sebelumnya Rp 7,05 triliun per Juni 2024. Dilihat dari jenis produk, segmen minyak goreng dan lemak nabati menyumbang Rp 6,96 triliun ke pendapatan pada semester I 2025. Lalu, segmen inti sawit dan produk terkait berkontribusi Rp 914,57 miliar, segmen lain-lain Rp 853,77 miliar, dan segmen minyak kelapa sawit (MKS) Rp 663,59 miliar.

  • PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia (LSIP)

Emiten berkode LSIP ini mencetak laba bersih sebesar Rp 714,46 miliar yang terkerek 19,40% dibandingkan semester pertama tahun sebelumnya Rp 598,32 miliar.

Pendapatan dari kontrak pelanggan perseroan meningkat dari Rp 1,80 triliun menjadi Rp 2,32 triliun atau naik 28,88% secara tahunan. Beban pendapatan perseroan juga menebal menjadi Rp 1,39 triliun dari Rp 1,19 secara tahunan.

Pendapatan LSIP diperoleh dari penjualan minyak kelapa sawit sebesar Rp 1,65 triliun, penjualan inti sawit dan produk terkait sebesar Rp 490 miliar, penjualan karet sebesar Rp 77,85 miliar dan pendapatan lainnya sebesar Rp 101,93 miliar.

Artikel Terkait