• Sabtu, 26 September 2026
Berita Terbaru

467 Lulusan AKPY-STIPER Terserap Industri Sawit, Bukti SDM Vokasi Siap Kerja

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA — Tingginya serapan lulusan menjadi bukti pendidikan vokasi mampu menjawab kebutuhan sumber daya manusia (SDM) industri kelapa sawit. Sebanyak 467 dari 509 wisudawan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER) telah diterima di perusahaan perkebunan sawit, bahkan sebagian sudah menjalani On the Job Training (OJT) sebelum lulus.

Direktur AKPY-STIPER, Dr. Sri Gunawan, S.P., M.P., menyampaikan hal tersebut dalam Wisuda Ahli Pratama ke-8 dan Ahli Muda ke-1 AKPY-STIPER, Sabtu (5 September 2026).

“Sebanyak 467 mahasiswa, 93 persen dari D1 dan 50 persen dari D2, telah diterima di perusahaan perkebunan kelapa sawit. Bahkan mahasiswa tersebut sudah sekaligus melakukan OJT sehingga tidak lagi mencari lapangan kerja,” ujarnya.

“Tingginya serapan tersebut menunjukkan kepercayaan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terhadap kualitas lulusan AKPY. Kolaborasi dengan perusahaan dilakukan mulai dari sosialisasi, praktik kerja lapangan, magang hingga penempatan lulusan,” imbuh Dr. Sri Gunawan.

Dari 509 wisudawan, sebanyak 483 mahasiswa merupakan penerima beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP), sementara lainnya berasal dari beasiswa perusahaan, KIP (Kartu Indonesia Pintar), dan mahasiswa reguler.

Dr. Sri Gunawan juga menyampaikan apresiasi kepada BPDPKS dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) atas kepercayaan kepada AKPY-STIPER dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi kelapa sawit, Diploma 1 (Program Studi Pembibitan Kelapa Sawit dan Pemeliharaan Kelapa Sawit dan Diploma 2 (Teknik Pengolahan Kelapa Sawit dan Budidaya Kelapa Sawit).

Kurikulum Disesuaikan Kebutuhan Industri

Dr. Sri Gunawan mengatakan AKPY-STIPER mengarahkan pembelajaran untuk menghasilkan lulusan yang relevan, adaptif, kompeten, dan siap kerja.

Hal itu dilakukan melalui kurikulum blok berbasis kebutuhan industri, peningkatan kompetensi dosen, penguatan kemitraan dengan perusahaan dan perguruan tinggi, serta tracer study untuk mengevaluasi kinerja lulusan dan memperbaiki proses pembelajaran.

“Tidak mungkin AKPY-STIPER berjalan dengan baik tanpa kemitraan dengan perguruan tinggi maupun industri perkebunan,” katanya.

Sejumlah perusahaan yang menjadi mitra AKPY antara lain PT Bumitama Gunajaya Agro, PT Astra Agro Lestari, PT Teladan Prima Agro, PT Citra Borneo Indah, SMART Tbk, FAP Agri, PT Palma Serasih Group, dan PT Menthobi Karyatama Raya Tbk.

Siap Mendukung Sawit Berkelanjutan

AKPY-STIPER tidak hanya menyiapkan lulusan untuk bekerja di perusahaan besar, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan perkebunan rakyat.

Lulusan Diploma 1 diproyeksikan setingkat mandor, sedangkan Diploma 2 dipersiapkan pada level asisten muda. Kompetensi tersebut dinilai dibutuhkan untuk mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Dengan target PSR mencapai 180.000 hektare per tahun, kebutuhan tenaga pendamping di lapangan semakin besar. Alumni AKPY diharapkan dapat berperan dalam pendampingan PSR, sarana prasarana, ISPO, hingga penguatan koperasi pekebun.

“Kami berharap kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas kalian dapat membangun industri perkebunan kelapa sawit, baik perkebunan rakyat, swasta maupun negara,” tegas Dr. Sri Gunawan.

Pada wisuda tersebut, Henri Gultom menjadi salah satu wisudawan terbaik D1 dengan IPK 3,92, disusul Melanda Septia Utami dengan IPK 3,95. Sementara wisudawan terbaik D2 diraih Tegia Upada Sipian dengan IPK 3,79.

Mengakhiri sambutannya, Dr. Sri Gunawan berpesan agar alumni AKPY-STIPER membawa karakter dan integritas tinggi ke dunia kerja dengan prinsip “Excellent Character, Excellent Mind, Industry Ready”—aktif, kolaboratif, produktif, dan berintegritas.

Artikel Terkait