• Sabtu, 26 September 2026
Kinerja

210 Petani Sawit Lutra Dibekali Kompetensi Teknis Budidaya Sawit Serta Panen dan Pascapanen

BPDP dan Ditjenbun Bekerjasama dengan AKPY melatih 210 petani sawit asal Luwu Utara (Lutra) dengan dua jenis pelatihan; Teknis Budidaya Kelapa Sawit dan Panen & Pascapanen.

Wajah-wajah penuh semangat ditampilkan para peserta pelatihan petani sawit yang jumlahnya 210 orang asal Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan. Saat mengikuti acara pembukaan ‘Pelatihan Petani Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) 2025, yang dilangsungkan di salah satu hotel ternama, di Makassar, pada Jum’at (4 Juli 2025).

Lengkap dengan seragam dan topi, para peserta dengan khidmat mengikuti setiap rangkaian acara, yang dihadiri pemerintah provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yaitu perwakilan dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Kepala Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Syarifudin Sideng), Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (Dr. Sri Gunawan,SP,MP), Kepala Bidang Perkebunan - Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara (Arifuddin), serta para narasumber dari AKPY, dan tamu undangan lainnya.

Pelatihan petani sawit sebagai upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang terus dilakukan pemerintah. Tujuannya untuk membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi tantangan teknis dan non-teknis di sektor perkebunan sawit.

Pelatihan tersebut merupakan implementasi program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian, dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) sebagai mitra pelaksana.

Kali ini pelatihan yang dilaksanakan AKPY ada dua jenis pelatihan yaitu Teknis Budidaya Kelapa Sawit (3 kelas) dan Panen & Pascapanen (4 kelas). Diikuti 210 petani sawit dari Lutra, yang dilaksanakan selama lima hari (4 – 9 Juli 2025), di salah satu hotel ternama di Makassar.

Direktur AKPY, Dr. Sri Gunawan, S.P, M.P menyampaikan pelatihan ini terlaksana karena adanya kerjasama BPDP, Ditjenbun dan AKPY untuk membekali pengetahuan dan keterampilan petani sawit. Mengingat kelapa sawit merupakan komoditas yang diperlukan masyarakat dunia, petani sawit selaku pelaku usaha di sektor sawit harus memahami dan mampu menghadapi berbagai tantangan, seperti teknis dan non teknis.

“Tantangan teknis seperti perubahan iklim sehingga petani sawit harus bisa memitigasi dalam menghadapi perubahan iklim. Selain itu, terkait dengan bibit sawit tidak unggul (tidak bersertifikat), masalah pupuk yang sulit dicari dan harga yang tidak terjangkau. Terkadang membeli pupuk palsu. Sedangkan non teknis, harus menghadapi black campaign (kampanye hitam) dari luar negeri, sedangkan tantangan di dalam negeri, berkaitan legalitas lahan dan tumpang tindih lahan. Ini semua menjadi tantangan yang dihadapi petani sawit di Indonesia,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan di acara pembukaan Pelatihan Petani Sawit program Pengembangan SDM PKS 2025, di Makassar, pada Jum’at (4 Juli 2025).

Tantangan-tantangan tersebut harus bisa dihadapi petani sawit di Indonesia. Agar perkebunan sawit yang salah satunya dikelola oleh rakyat (petani) tetap bisa mempertahankan komoditas yang dibutuhkan dunia sebagai penghasil minyak nabati untuk keperluan pangan dan non pangan serta sebagai salah satu penyumbang devisa negara.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 166)

Artikel Terkait