Palembang, SAWIT INDONESIA — Sebanyak 122 pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang telah mengikuti Pelatihan ‘Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit’ Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026, didorong menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing dengan menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada sesama petani.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI, Hidayat, S.Hut., M.Si, pada Jum’at (12 Juni 2026) saat menutup pelatihan yang berlangsung pada 8–12 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa manfaat pelatihan tidak boleh berhenti pada peserta yang hadir, tetapi harus menjangkau lebih banyak pekebun di tingkat kelembagaan dan koperasi.
“Atas nama Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Ogan Komering Ilir, kami mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perkebunan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dinas Perkebunan Provinsi, dan AKPY Yogyakarta yang telah menyelenggarakan pelatihan panen dan pascapanen ini,” ujar Hidayat.
Menurutnya, Kabupaten OKI merupakan salah satu daerah dengan jumlah pekebun sawit yang besar. Hingga 2025, luas areal yang telah memperoleh rekomendasi teknis Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) mencapai sekitar 35.000 hektare yang melibatkan 51 kelembagaan pekebun atau sekitar 17.000 petani.
“Kami berharap 122 peserta yang berasal dari 10 koperasi dan kelembagaan pekebun dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan. Ilmu yang telah didapat hari ini agar nantinya bisa diinformasikan kepada kawan-kawan di lembaga masing-masing,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai peningkatan keterampilan panen dan pascapanen menjadi faktor penting untuk mendukung produktivitas kebun rakyat. Selama ini banyak petani yang telah terbiasa memanen, namun belum seluruhnya menerapkan teknik yang sesuai standar sehingga hasil yang diperoleh belum optimal.
“Harapannya setelah menerima ilmu dari para narasumber, pelaksanaan panen dan pascapanen bisa sesuai aturan dan ketentuan. Dengan demikian produksi meningkat dan buah yang dipanen dapat diterima sesuai standar serta memperoleh harga yang lebih baik,” jelasnya.
Hidayat juga mengapresiasi antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, program pengembangan SDM seperti ini menjadi kesempatan penting bagi petani untuk memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kapasitas usaha perkebunan mereka.
“Kami tidak bosan menerima pelatihan-pelatihan selanjutnya, baik pelatihan panen dan pascapanen, ISPO, budidaya, kelembagaan, maupun materi lainnya. Ini adalah momen bagi pekebun kami untuk menyerap ilmu dan meningkatkan kemampuan mereka,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hidayat mengajak seluruh peserta untuk membawa pulang ilmu yang diperoleh, bukan sekadar kenangan selama mengikuti pelatihan.
“Harapan kami yang dibawa ke KUD adalah ilmu-ilmu yang diperoleh selama lima hari pelatihan. Pengetahuan dari para narasumber itulah yang harus diterapkan dan dibagikan kepada anggota lainnya,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten OKI berharap kolaborasi dengan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), Direktorat Jenderal Perkebunan, dan BPDP dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
Hidayat mengungkapkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan tahun ini merupakan tahun kedua kerja sama yang melibatkan AKPY di Kabupaten OKI. Untuk itu, pihaknya akan kembali memetakan kebutuhan peningkatan kapasitas pekebun sebagai bahan usulan Program SDMP 2027.
“Kami berharap tahun depan dapat kembali berkolaborasi. Nanti kami akan mendata kebutuhan pelatihan yang diperlukan petani, berapa peserta yang dibutuhkan, dan materi apa yang paling relevan untuk diusulkan pada program tahun 2027,” katanya.
Menutup sambutannya, Hidayat menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan panitia atas dedikasi mereka selama pelatihan berlangsung. Ia berharap ilmu yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi kemajuan perkebunan sawit rakyat di Kabupaten OKI.
“Mudah-mudahan apa yang disampaikan para narasumber bermanfaat bagi pekebun kami dan menjadi amal ibadah bagi Bapak-Ibu semua yang telah berbagi ilmu selama pelatihan ini,” pungkasnya.Palembang, SAWIT INDONESIA — Sebanyak 122 pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang telah mengikuti Pelatihan ‘Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit’ Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026, didorong menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing dengan menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada sesama petani.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI, Hidayat, S.Hut., M.Si, pada Jum’at (12 Juni 2026) saat menutup pelatihan yang berlangsung pada 8–12 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa manfaat pelatihan tidak boleh berhenti pada peserta yang hadir, tetapi harus menjangkau lebih banyak pekebun di tingkat kelembagaan dan koperasi.
“Atas nama Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Ogan Komering Ilir, kami mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perkebunan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dinas Perkebunan Provinsi, dan AKPY Yogyakarta yang telah menyelenggarakan pelatihan panen dan pascapanen ini,” ujar Hidayat.
Menurutnya, Kabupaten OKI merupakan salah satu daerah dengan jumlah pekebun sawit yang besar. Hingga 2025, luas areal yang telah memperoleh rekomendasi teknis Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) mencapai sekitar 35.000 hektare yang melibatkan 51 kelembagaan pekebun atau sekitar 17.000 petani.
“Kami berharap 122 peserta yang berasal dari 10 koperasi dan kelembagaan pekebun dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan. Ilmu yang telah didapat hari ini agar nantinya bisa diinformasikan kepada kawan-kawan di lembaga masing-masing,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai peningkatan keterampilan panen dan pascapanen menjadi faktor penting untuk mendukung produktivitas kebun rakyat. Selama ini banyak petani yang telah terbiasa memanen, namun belum seluruhnya menerapkan teknik yang sesuai standar sehingga hasil yang diperoleh belum optimal.
“Harapannya setelah menerima ilmu dari para narasumber, pelaksanaan panen dan pascapanen bisa sesuai aturan dan ketentuan. Dengan demikian produksi meningkat dan buah yang dipanen dapat diterima sesuai standar serta memperoleh harga yang lebih baik,” jelasnya.
Hidayat juga mengapresiasi antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, program pengembangan SDM seperti ini menjadi kesempatan penting bagi petani untuk memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kapasitas usaha perkebunan mereka.
“Kami tidak bosan menerima pelatihan-pelatihan selanjutnya, baik pelatihan panen dan pascapanen, ISPO, budidaya, kelembagaan, maupun materi lainnya. Ini adalah momen bagi pekebun kami untuk menyerap ilmu dan meningkatkan kemampuan mereka,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hidayat mengajak seluruh peserta untuk membawa pulang ilmu yang diperoleh, bukan sekadar kenangan selama mengikuti pelatihan.
“Harapan kami yang dibawa ke KUD adalah ilmu-ilmu yang diperoleh selama lima hari pelatihan. Pengetahuan dari para narasumber itulah yang harus diterapkan dan dibagikan kepada anggota lainnya,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten OKI berharap kolaborasi dengan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), Direktorat Jenderal Perkebunan, dan BPDP dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
Hidayat mengungkapkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan tahun ini merupakan tahun kedua kerja sama yang melibatkan AKPY di Kabupaten OKI. Untuk itu, pihaknya akan kembali memetakan kebutuhan peningkatan kapasitas pekebun sebagai bahan usulan Program SDMP 2027.
“Kami berharap tahun depan dapat kembali berkolaborasi. Nanti kami akan mendata kebutuhan pelatihan yang diperlukan petani, berapa peserta yang dibutuhkan, dan materi apa yang paling relevan untuk diusulkan pada program tahun 2027,” katanya.
Menutup sambutannya, Hidayat menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan panitia atas dedikasi mereka selama pelatihan berlangsung. Ia berharap ilmu yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi kemajuan perkebunan sawit rakyat di Kabupaten OKI.
“Mudah-mudahan apa yang disampaikan para narasumber bermanfaat bagi pekebun kami dan menjadi amal ibadah bagi Bapak-Ibu semua yang telah berbagi ilmu selama pelatihan ini,” pungkasnya.














