Jakarta, SAWIT INDONESIA - Gelombang 4 Pelatihan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) kerjasama BPI dengan BPDP & DITJENBUN diadakan di propinsi Riau dengan peserta seluruhnya adalah pekebun sawit dan penyuluh asal Kabupaten Bengkalis sebanyak 120 peserta dengan tema Budidaya Tanaman Kelapa Sawit.
Acara pembukaan pelatihan dihadiri via zoom oleh Direktur Sawit& Aneka Palma Ardi Praptono, SP, M.Agr dan Dr. M. ApukIsmane, SP, M.Si yang mewakili Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Pertanian Kementan, sementara hadir secara offline selain Direktur Operasional BPI Friyandito, SP, MM juga hadir Kadisbun Propinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi, AP, M.Si dan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis Mohammad Azmir, S.Hut, T. M.Sc.
Ardi dalam sambutan pembuka menyampaikan harapan Presiden Prabowo Subianto, bahwa kedepan sawit bukan hanya untuk pangan tetapi juga untuk energi dan harus mampu memberikan citra kekuatan sawit nasional dibidang energi. Dalam rangka peningkatan produktifitas sawit nasional, BPDP telah mendukung penuh Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Pelatihan SDMPKS seperti Budidaya, ISPO dll, Beasiswa serta Sapras yang semuanya didanai oleh BPDP. Dengan beasiswa, kedepan diharapkan ada program penyuluhan dan pendampingan untuk pekebun sawit dimana pelaksanaanya adalah para alumni yang menerima beasiswa tersebut.
Riau dengan luas areal sawit paling besar yaitu 3,4 juta hektar (yang didominasi oleh kebun rakyat 62,3%) atau 21% total areal sawit Indonesia, produktifitasnya saat ini baru mencapai 3,6 ton CPO per ha per tahun. Oleh karenanya Ardi berharap pelatihan ini mampu meningkatkan produktifitas tanaman sawit rakyat sejajar dengan swasta atau perusahaan. Ardi menutup sambutannya dengan mengajak seluruh peserta untuk mewujudkan sawit yang berkelanjutan yang bisa diterima dengan baik oleh semua pihak.
Senada dengan Ardi, Isma nemenyampaikan fokus pemerintah khususnya Presiden Prabowo adalah mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan dan energi. Kemandirian energi salah satunya adalah peningkatan program B50 menjadi B100. Ismane juga menjelaskan bahwa Badan SDM Kementan sangat mendukung program-program Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan serta mengoptimalkan peran BEST PLANTER INDONESIA (BPI) dalam menyiapkan SDM melalui pelatihan ini, keberadaan BPI sangat penting dalam rangka meningkatkan keberhasilan program pelatihan SDM.
Syahrial dalam sambutannya menyampaikan bahwa BPI adalah salah satu penyelenggara pelatihan SDM sawit yang direkomendasikan oleh dinas-dinas Kabupaten dan Propinsi. Kedaulatan pangan dan energi ada di kelapa sawit, dan 51% penduduk Riau terafiliasi dengan sektor sawit, oleh karenanya menjadi wajar jika Riau mendapat pelatihan sawit yang tujuannya antara lain adalah untuk meningkatkan kapasitas pekebun sawit, demikian Kepala Dinas Perkebunan Propinsi ini menutup sambutannya.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis Mohammad Azmir, S.Hut, T. M.Sc menyampaikan ucapan terimakasih kepada BPDP yang menjadi sponsor utama pelatihan SDM ini dan berharap agar peserta mendapat narasumber yang berpengalaman dan bisa mendeliver materi-materi kepada seluruh peserta dengan baik. Friyandito sebagai penanggungjawab pelatihan BPI mengucapkan banyak terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh BPDP & DITJENBUN untuk melatih pekebun sawit Riau dan meyakinkan kepada para peserta pelatihan bahwa setelah petani mendapat ilmu dan mempraktekannya, bukan tidak mungkin pekebun dapat meningkatkan produktifitas tanamannya mencapai 5,5 ton CPO per ha per tahun, demikian Friyandito meyakinkan peserta pelatihan.






