• Minggu, 20 September 2026
Berita Terbaru

1.545 Peserta Hadir di IPOC 2025, Industri Sawit Dinilai Kian Vital

Nusa Dua, Bali, SAWIT INDONESIA — Konferensi minyak sawit terbesar di Tanah Air, Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025, kembali menegaskan perannya sebagai ajang strategis bagi arah kebijakan dan prospek industri kelapa sawit nasional maupun global.

Ketua Panitia IPOC ke-21, Mona Surya, menyampaikan bahwa antusiasme peserta dan pelaku industri tahun ini mencatat rekor baru dengan 1.545 peserta dari 26 negara. “Antusiasme untuk acara tahun ini sungguh luar biasa,” ujarnya, Kamis (13 November 2025).

Menurut Mona, meningkatnya minat tersebut turut tercermin dari partisipasi 38 perusahaan sponsor serta 113 stan pameran yang menampilkan berbagai inovasi teknologi dan produk terbaru di sektor sawit. “Gelombang sponsor baru ini menjadi bukti vitalitas dan optimisme terhadap masa depan industri sawit Indonesia,” katanya.

Sebagai forum tahunan yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), IPOC tidak hanya menjadi wadah berbagi wawasan, tetapi juga ajang membangun jaringan bisnis. Serangkaian kegiatan networking, mulai dari turnamen golf, cocktail talk, hingga networking night, digelar untuk memperkuat hubungan antar pelaku industri.

Tahun ini, GAPKI mengusung tema “Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy, and Global Trade.” Tema tersebut dinilai relevan dengan dinamika global yang semakin kompleks, termasuk volatilitas harga komoditas, stagnasi di wilayah produsen utama, serta hambatan perdagangan seperti regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR).

“Regulasi nasional dan kebijakan global bukan sekadar latar belakang, melainkan kekuatan aktif yang membentuk arah industri sawit Indonesia,” jelas Mona.

Kendati menghadapi tantangan besar, Mona menilai berbagai peluang masih terbuka lebar. Melalui agenda konferensi tahun ini, IPOC diharapkan dapat menghasilkan kajian strategis mengenai kebijakan domestik, strategi ketahanan industri, analisis implikasi EUDR, serta proyeksi harga minyak sawit global.

Artikel Terkait