• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

YPKPY–INSTIPER dan AKPY-STIPER Siapkan 1.010 SDM Perkebunan Lewat Beasiswa SDM Sawit 2026

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – Sebanyak 1.010 mahasiswa akan disiapkan menjadi SDM terampil perkebunan melalui Beasiswa SDM Perkebunan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) 2026. Program ini, di antaranya dipercayakan kepada Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER).

Kepercayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), selaku badan penyelenggara INSTIPER dan AKPY-STIPER, dengan Direktur Utama BPDP. Penandatanganan berlangsung di Ballroom BPDP, Kamis (20/8/2026), disaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Dari total penerima beasiswa, 150 mahasiswa akan menempuh pendidikan S1 di INSTIPER, sedangkan 860 mahasiswa mengikuti pendidikan vokasi di AKPY-STIPER, terdiri dari 740 mahasiswa D1 dan 120 mahasiswa D2.

Di INSTIPER, penerima beasiswa akan belajar di Program Studi Agroteknologi, Agribisnis, Teknik Pertanian, dan Teknologi Pertanian. Pendidikan diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan sektor perkebunan. Sedangkan di AKPY-STIPER, penerima beasiswa menempuj pendidikan di jenjang Diploma I (Prodi Pembibitan Kelapa Sawit dan Prodi Pemeliharaan Kelapa Sawit), dan jenjang Diploma II (Teknik Pengolahan Kelapa Sawit dan Budidaya Kelapa Sawit).

Ketua YPKPY, Dr. Purwadi, mengatakan kepercayaan BPDP merupakan amanah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan perkebunan.

“Kami akan selalu berkomitmen untuk menjadi kampus perkebunan, khususnya kelapa sawit, terbaik di Indonesia,” ujarnya, dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya diarahkan menghasilkan lulusan secara akademik, tetapi juga SDM yang siap memasuki dunia kerja dan berkontribusi bagi kemajuan perkebunan Indonesia.

Kurikulum Berbasis Kebutuhan Sawit

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama INSTIPER, Fariha Wilisiani, Ph.D., mengatakan INSTIPER menjadi salah satu dari 42 kampus penyelenggara Beasiswa SDM Perkebunan 2026 yang melakukan penandatanganan kerja sama lebih awal.

Hal itu, menurutnya, didukung kesiapan akademik dan kesesuaian kurikulum dengan core competency kelapa sawit.

“INSTIPER dinilai telah memenuhi dan siap melaksanakan program tersebut,” katanya.

Kesiapan itu diperkuat pengalaman INSTIPER mengembangkan pendidikan kelapa sawit sejak 2005 melalui Minat Studi Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit (SPKS).

Mahasiswa penerima beasiswa juga tidak hanya mengikuti perkuliahan dan praktikum, tetapi mendapat pengembangan soft skill melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Untuk mendekatkan pendidikan dengan kebutuhan industri, mahasiswa INSTIPER akan menjalani magang di perusahaan mitra strategis. Pengalaman tersebut diharapkan membantu mahasiswa menerapkan teori sekaligus memahami kondisi nyata di lapangan.

Pada akhir pendidikan, mahasiswa juga akan mengikuti sertifikasi kompetensi sebagai bukti penguasaan kompetensi di bidang perkebunan.

Melalui skema tersebut, Beasiswa SDM Perkebunan 2026 tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari investasi regenerasi SDM sawit. Sebanyak 1.010 mahasiswa dipersiapkan menjadi tenaga perkebunan yang kompeten, adaptif terhadap teknologi, dan siap kerja.

Kolaborasi BPDP, YPKPY, INSTIPER, dan AKPY-STIPER diharapkan memperkuat ketersediaan SDM unggul untuk mendukung keberlanjutan industri perkebunan Indonesia.

Artikel Terkait