• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

Wisuda Ke-6 Ahli Pratama AKPY STIPER: 75 Persen Alumni Terserap di Industri Sawit

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA - Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY STIPER), tepat pada Sabtu (31 Agustus 2024), melangsungkan acara wisuda ke-6 Ahli Pratama, yang diadakan secara online atau dalam jaringan (daring). Pada kesempatan itu, diumumkan pula tiga wisudawan dan wisudawati terbaik yaitu Rucci Widiawati dari Sumatera Utara dengan IP 4,00, Martiana Dwi Lestari dari Jambi dengan IP 3,87, dan Clara Redika Situmorang dari Jambi dengan IP 3,87.

Pada gelaran wisuda ke-6 Ahli Pratama AKPY STIPER, diikuti sebanyak 438 mahasiswa terdiri dari beasiswa BPDPKS sebanyak 427 mahasiswa dan beasiswa KIP dan reguler sebanyak 11 mahasiswa, telah dinyatakan lulus dan menyandang gelar Ahli Pratama Kelapa Sawit.

“Kami sampaikan selamat kepada 438 mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan Diploma I di AKPY STIPER, dan kini menyandang gelar Ahli Pratama Kelapa Sawit. Kami, berpesan dan berharap mewakili Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Ditjen Perkebunan. Para alumni diharapkan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas untuk membangun industri perkebunan kelapa sawit di mana pun berada baik di perusahaan maupun perkebunan sendiri dan sebagai pendamping perkebunan rakyat khususnya PSR, Sarpras dan pendamping ISPO,” ujar Direktur AKPY STIPER, Dr. Sri Gunawan, SP, MP, IPU, saat menyampaikan sambutan.

"Bagi yang belum mendapatkan tempat kerja (pekerjaan), tidak perlu khawatir masih banyak peluang bekerja di sektor industri kelapa sawit. Pada alumni AKPY STIPER harus selalu Aktif, Kolaboratif, Produktif, Yakin, dan selalu berpegang pada keimanan, disiplin dan siap kerja,” tambahnya.

Sebagai informasi, 75% dari 438 alumni AKPY STIPER telah diterima di beberapa perusahaan industri perkebunan kelapa sawit. Bahkan sudah melaksanakan kegiatan on the job training dari perusahaan perkebunan. Hal ini menunjukkan bahwa masa tunggu alumni AKPY STIPER, 0 tahun. Apabila ditinjau dari perjaminan mutu, tergolong sangat bagus.

Dari informasi yang didapat redaksi sawitindonesia.com, berikut perusahaan yang menerima alumni AKPY tahun ini, antara lain PT Astra Agro Lestari, PT Bumitama Gunajaya Agro, PT Karyamas, PT Uninon Sampoerna Triputra Persada (USTP), PT Best Agro Internasional, PT First Resources, PT First Resources Kalimantan Timur, PT Citra Borneo Indah, PT Agrina Sawit Persada (ASP), PT Borneo International Anugerah (BIA), PT Kalimantan Plantation Unit (KPU), PT Goodhope.

“Kami sampaikan terima kasih kepada mitra strategis (Asosiasi petani kelapa sawit/KUD, perusahaan, pemda) atas kerja samanya mulai dari sosialisasi, Penerimaan Mahasiswa Baru, Praktik Kerja Lapangan, Magang dan penyaluran lulusan,” kata Dr. Sri Gunawan.

Alumni Diploma I AKPY STIPER berasal dari 26 provinsi memiliki kompetensi di bidangnya dan siap kerja untuk mewujudkan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Dengan dilengkapi sertifikat kompetensi Mandor KKNI level 4.

“Kompetensi yang dimiliki para alumni AKPY STIPER siap untuk mendukung pemerintah yang telah mencanangkan program nasional di antaranya peremajaan sawit rakyat sebanyak 180 ribu ha, dan membutuhkan SDM Diploma 1 sebanyak 1.800 orang. Program sertifikasi ISPO bagi perusahaan besar dan rakyat, mandatory ISPO petani pada 2025. Program Sarana dan Prasaran. Semua program ini membutuhkan pendamping di lapangan dan kerja keras. Sehingga sangat tepat kehadiran alumni Taruna Andalan Sawit (AKPY STIPER) untuk membangun perkebunan kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan,” kata Direktur AKPY STIPER.

“Dan, kami ucapkan hal yang sama kepada BPDPKS dan Ditjenbun yang telah memberikan kepercayaan kepada AKPY STIPER untuk menyelenggarakan pendidikan vokasi jenjang Diploma I Kelapa Sawit hingga batch ke-8,” pungkasnya, mengakhiri sambutan.

Melalui sambungan Zoom Meeting, Arfie Thahar Kadiv Program Pelayanan BPDPKS menyampaikan selamat dan sukses kepada wisudawan dan wisudawati Ahli Pratama AKPY STIPER.

“Ini adalah bagian dari perjalanan yang dilalui setelah menyelesaikan pendidikan satu tahun (jenjang Diploma I). Dan, bersiap untuk masuk dan naik level ke jenjang berikutnya berkiprah di dunia perkelapasawitan di Indonesia. Kita memiliki peran yang sama dalam rangka bagaimana industri sawit bisa berkelanjutan. Kalian (para wisudawan) sangat diinginkan dan dinantikan dalam industri kelapa sawit,” ujarnya.

“Kami melihat peminat program pendidikan vokasi Diploma I selalu meningkat. Mungkin karena sebagian besar alumni Diploma I diterima di industri kelapa sawit. Kami sampaikan terima kasih kepada AKPY STIPER yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Ini tentunya menjadi hal positif bagi BPDPKS karena lulusan dari program beasiswa SDM Sawit yang menjadi program BPDPKS bermanfaat bagi dunia perkelapasawitan di Indonesia. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada para perusahaan yang bekerja sama dengan AKPY STIPER baik dalam rangka kegiatan magang dan perekrutan di tempat masing-masing,” tambah Arfie.

Dari data BPDPKS, setiap tahunnya meningkatkan pembiayaan beasiswa. Di tahun ini bertambah 1.000 penerima beasiswa dibanding tahun lalu, dari 2.000 menjadi 3.000 penerima beasiswa. Untuk AKPY STIPER peningkatannya juga cukup banyak, di tahun ini, 570 orang.

Pada kesempatan dan sambungan (Zoom Meeting) yang sama, Direktur Perlindungan Tanaman, Dr. Hendratmojo Bagus Hudoro mengatakan pihaknya atas nama Direktorat Jenderal Perkebunan (Kementerian Pertanian) menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil melalui berbagai tantangan selama mengikuti perkuliahan satu tahun.

“Kesiapan SDM yang mengawal pengembangan kelapa sawit berkelanjutan untuk generasi berikutnya. Melalui pendanaan dari BPDPKS, kami dari Ditjen Perkebunan terus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas dari SDM kelapa sawit. Salah satunya melalui program beasiswa SDM Sawit yang melibatkan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi di bidang kelapa sawit, di antaranya AKPY STIPER,” katanya.

Seperti diketahui, kelapa sawit merupakan komoditas utama di Indonesia. Di mana 68% sumbangan devisa subsektor pertanian disumbang dari sektor perkebunan kelapa sawit. Ini menjadi satu harapan dan tantangan di masa mendatang karena tidak sedikit tantangan yang dihadapi baik internal maupun eksternal. Maka, kata Bagus untuk menjawab segala tantangan dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Dibutuhkan SDM di sektor perkelapasawitan yang handal, salah satunya dari alumni-alumni AKPY STIPER.

"Saya juga melihat sendiri, mahasiswa di semester awal di AKPY STIPER sudah ada yang mengikuti seleksi perusahaan. Ini yang perlu terus ditingkatkan,” katanya.

Artikel Terkait