• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Walaupun Turun, Ekspor Sawit Indonesia Periode September 2024 Tembus US,4 Triliun

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya menyusut pada September 2024. Total volume ekspor CPO dan turunannya hanya sebanyak 1,49 juta ton, merosot dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 1,97 juta ton.

Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkap jika secara kumulatif, nilai ekspor CPO dan turunannya adalah US,38 miliar atau setara Rp 21,4 triliun (Kurs Rp 15.515) pada September 2024. Di sisi lain, Amalia mengatakan dari sisi harga CPO dan turunannya sendiri di tingkat global pada September 2024 mengalami peningkatan menjadi US2,05 per ton dari bulan sebelumnya sebesar US8,90 per ton.

“Perinciannya, ekspor turun sebesar 21,64% secara bulanan (month-to-month/mtm) dan sebesar 24,75% secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara kumulatif, nilai ekspor CPO dan turunannya adalah US,38 miliar pada September 2024,” ujar Amalia dalam rilis BPS, Selasa (15/10/2024).

Jika ditinjau kontribusi, ekspor CPO dan turunannya dengan kontribusi sebesar 6,62% terhadap ekspor nonmigas.

Sebelumnya, ekspor CPO dan turunannya pada Agustus juga mengalami penurunan secara tahunan yakni sebesar 26,39% dengan andil terhadap ekspor 7,90%. Namun, dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor CPO naik 27,86%.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Selasa (17/9/2024).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengungkapkan, kinerja eskpor pada paruh kedua tahun ini akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi negara-negara importir CPO. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan kinerja ekspor belum akan pulih dari periode sebelumnya di kuartal I dan II/2024 yang cenderung landai.

Artikel Terkait