• Minggu, 18 Oktober 2026
Kampus & SDM Sawit

Universitas Lambung Mangkurat Persiapkan Kompetensi Mahasiswa Beasiswa Sawit Berbasis Teknologi dan Data

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) akan mendidik mahasiswa penerima Beasiswa SDM Sawit program Agroteknologi. Kompetensi mahasiswa akan diperkuat dengan kompetensi GIS, penginderaan jauh, analisis data, smart farming, dan keberlanjutan.

Dekan Fakultas Pertanian ULM, Prof. Ir. Akhmad R. Saidy, S.P., M.Ag.Sc., Ph.D., IPM, mengatakan kebutuhan industri sawit terhadap SDM telah berkembang dari sekadar kemampuan teknis budidaya menuju kompetensi yang lebih luas, termasuk teknologi dan kemampuan analisis.

“Perkembangan industri sawit menuntut SDM yang tidak hanya memahami aspek budidaya, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi, mengolah data, melakukan analisis, serta memahami aspek keberlanjutan. Karena itu, pendidikan tinggi harus menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri masa kini dan masa depan,” ujar, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi Majalah Sawit Indonesia, pada akhir Juli lalu.

Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mendukung Program Beasiswa SDM Sawit BPDP 2026 melalui Program Studi Agroekoteknologi. ULM akan mempersiapkan mahasiswa yang memiliki kompetensi relevan dengan perkembangan industri sawit modern.

Selain itu, perguruan tinggi yang berada di Banjarmasin ini menempati posisi strategis untuk membangun SDM kompeten dan berdaya saing. Posisi ULM di Kalimantan Selatan, salah satu sentra perkebunan kelapa sawit Indonesia, juga menjadi alasan perguruan tinggi tersebut mengambil peran dalam pengembangan SDM perkebunan.

ULM melihat kebutuhan SDM sawit saat ini semakin kompleks. Tantangan produktivitas, perubahan iklim, efisiensi produksi, digitalisasi, hingga tuntutan sertifikasi keberlanjutan membutuhkan tenaga profesional dengan kemampuan multidisiplin.

Maka, lulusan tidak cukup hanya memahami budidaya tanaman. Mereka juga dituntut mampu mengadopsi teknologi modern, menerapkan sistem berbasis data, melakukan analisis, serta menghasilkan inovasi melalui penelitian.

Ketua Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian ULM, Dr. Untung Santoso, S.Si., M.S., mengatakan penguatan kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mahasiswa.

“Mahasiswa perlu dibekali kemampuan yang mampu menjembatani antara ilmu budidaya dengan perkembangan teknologi. Penguasaan GIS, penginderaan jauh, analisis data, smart farming, dan penelitian terapan akan menjadi nilai tambah ketika mereka masuk ke dunia perkebunan,” katanya.

Kompetensi tersebut antara lain mencakup pengelolaan tanah dan hara, budidaya tanaman, teknologi produksi, GIS, penginderaan jauh, analisis data, penelitian terapan, serta penerapan prinsip keberlanjutan.

Program Studi Agroekoteknologi ULM memiliki basis keilmuan yang mendukung kebutuhan tersebut melalui integrasi ilmu agronomi, ilmu tanah, dan proteksi tanaman. Kompetensi tersebut menjadi fondasi dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit, sekaligus diperkuat pengalaman dosen dalam penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian masyarakat di bidang sawit.

Pembelajaran juga diperluas melalui kuliah umum dengan menghadirkan pakar nasional maupun internasional dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri, dan BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan). Oleh karena itu, mahasiswa memperoleh perpaduan antara perspektif akademik dan kebutuhan praktis industri.

Kuliah Kelapa Sawit 66 SKS

Kesiapan mahasiswa menghadapi industri juga dibangun melalui kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Kurikulum Agroekoteknologi ULM menggunakan pendekatan Outcome-Based Education (OBE), pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), studi kasus (Case Method), serta mendukung implementasi MBKM.

Khusus peminatan kelapa sawit, tersedia 66 SKS yang membahas berbagai aspek perkebunan. Materinya mencakup teknologi produksi tanaman kelapa sawit, pembibitan, pemupukan, pengelolaan hama, penyakit dan gulma, panen dan pascapanen, pengelolaan lahan, bioenergi, smart farming, integrasi sawit-sapi, sistem perkebunan berkelanjutan, hingga pemetaan perkebunan.

Pengalaman mahasiswa juga diperkuat melalui magang selama dua semester di perkebunan. Skema ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan nyata yang dihadapi di lapangan.

Menurut Dr. Untung, pengalaman langsung di lapangan penting untuk membentuk lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu memahami persoalan perkebunan secara nyata.

“Magang selama dua semester memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan kondisi lapangan. Mereka diharapkan memahami bagaimana teknologi, data, dan ilmu budidaya digunakan untuk menyelesaikan persoalan perkebunan.”

Dari GIS sampai Smart Farming

Transformasi digital menjadi salah satu kompetensi yang semakin penting dalam pengelolaan perkebunan modern. ULM membekali mahasiswa dengan Sistem Informasi Geografis (GIS), penginderaan jauh, perangkat lunak analisis data, serta kemampuan penelitian terapan.

Pemanfaatan teknologi tersebut dapat mendukung pengambilan keputusan dalam berbagai aspek, mulai dari pengelolaan lahan, pemupukan, pemantauan pertumbuhan tanaman, pemetaan perkebunan hingga peningkatan efisiensi produksi.

Mahasiswa juga didorong memahami konsep pertanian presisi dan smart farming. Dengan kemampuan membaca dan mengolah data, lulusan diharapkan mampu memberikan rekomendasi yang lebih tepat dan berbasis kondisi aktual di lapangan.

Di sisi lain, kompetensi digital tersebut tidak dipisahkan dari aspek keberlanjutan. Pembelajaran mencakup pengelolaan limbah, konservasi sumber daya, efisiensi penggunaan input, kesehatan tanah, serta pengelolaan perkebunan yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Prof. Akhmad menegaskan, teknologi harus ditempatkan sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat keberlanjutan perkebunan.

“Digitalisasi bukan sekadar penggunaan perangkat atau aplikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menghasilkan keputusan yang lebih tepat, meningkatkan efisiensi, menjaga produktivitas, dan mendukung pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan,” tegasnya.

ULM juga memperkuat wawasan mahasiswa melalui kuliah umum mengenai kesehatan tanah, pertanian regeneratif, pemanfaatan biomassa sawit, dan keberlanjutan industri sawit.

Talenta sawit masa depan

Bagi ULM, generasi muda yang akan masuk ke industri sawit perlu memiliki kompetensi yang lebih luas dibandingkan tenaga perkebunan konvensional. Penguasaan teknologi digital harus berjalan bersama kemampuan analisis data, pemetaan, penelitian, inovasi, komunikasi, pemecahan masalah, dan pemahaman keberlanjutan.

Kombinasi kompetensi tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan industri sawit yang semakin dinamis. Lulusan diharapkan bukan hanya menjadi pelaksana teknis, tetapi mampu berperan sebagai tenaga profesional yang dapat membaca persoalan, menganalisis data, dan menghasilkan solusi bagi peningkatan produktivitas serta efisiensi perkebunan.

Dalam konteks tersebut, Program Beasiswa SDM Sawit BPDP 2026 menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi baru SDM perkebunan. Melalui pendidikan tinggi yang terhubung dengan praktik, riset, teknologi, dan kebutuhan industri, ULM ingin memastikan penerima beasiswa memiliki bekal untuk menghadapi transformasi industri kelapa sawit.

Prof. Akhmad menilai investasi pada pendidikan SDM menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing industri sawit nasional.

“Investasi pada SDM akan menentukan bagaimana industri sawit menghadapi perubahan ke depan. Kita ingin penerima Beasiswa SDM Sawit tidak hanya menjadi lulusan perguruan tinggi, tetapi menjadi talenta yang mampu membawa pengetahuan, teknologi, inovasi, dan perspektif keberlanjutan ke dalam industri,” pungkasnya.

Sebab itu, investasi pada beasiswa tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi, tetapi juga membangun talenta sawit masa depan yang mampu menggabungkan kompetensi budidaya, teknologi, data, inovasi, dan keberlanjutan. (Robi Fitrianto)

Artikel Terkait