• Rabu, 30 September 2026
Profil Produk

Unit Produksi Fumyco Resmi Dibuka di Sumatra Utara Strategi Jitu Dekati Konsumen

Tingginya permintaan pupuk hayati mikoriza Fumyco saat ini sehingga managemen PT. Anugerah Sarana Hayati memutuskan untuk membuka lagi unit produksi Fumyco di wilayah Sumatra. Diresmikan pada tanggal 16 Desember 2024 unit produksi Fumyco yang berlokasi di Tanjung Morawa, Sumatra Utara ini dibuka untuk memenuhi kebutuhan pupuk hayati mikoriza Fumyco di wilayah Sumatra bagian Utara dan sekitarnya. Hingga saat ini PT. Anugerah Sarana Hayati memiliki dua unit produksi Fumyco, yang sebelumnya sudah ada di Bogor, Jawa Barat.

“Dengan diresmikannya unit produksi Fumyco ke-2 di SumatraUtara kiranya memberikan dukungan atas produktivitas Kelapa Sawit di Sumatra Utara. PT. Anugerah Sarana Hayati akan lebih berkembang dan menambah unit-unit produksi Fumyco di Nusantara,” terang komisaris PT. Anugerah Sarana Hayati Janviar Paulus Saragih.

Unit produksi Fumyco di Tanjung Morawa Medan dikhususkan untuk memenuhi permintaan konsumen perkebunan Kelapa Sawit daerah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Jambi, dan Bengkulu. Mempersingkat jalur transportasi yang sebelumnya dikirim dari Bogor, kini lebih mendekat ke konsumen, sehingga lebih menjaga kesegaran dari produk pupuk hayati mikoriza ini.

“Mikoriza adalah jamur yang hidup di perakaran tanaman. Tanaman tanpa mikoriza itu akarnya kecil, sedikit air dan unsur hara tidak terserap maksimal. Tetapi apabila ada hifa dari mikoriza, penyerapan air dan nutrisi akan menjadi lebih banyak yang akan membuat pertumbuhan tanaman menjadi lebih tinggi, diameter bonggol lebih lebar, jumlah daun lebih banyak dan produktivitas serta kesehatan tanaman lebih baik,” terang Fatimah Nur Istiqomah, Supervisor Produksi dan Litbang PT. Anugerah Sarana Hayati.

Direktur Utama PT. Anugerah Sarana Hayati,Dr. M. Edi Premono menjelaskan bahwa mikoriza merupakan fungi yang bersimbiosis dengan akar tanaman, khususnya tanaman Perkebunan yang menjadi unggulan seperti Kelapa Sawit.

“Saya yakin apabila Fumyco ini digunakan sebagai agen hayati untuk perlindungan dari mulai bibit sampai dengan TBM 1, saya optimis akan mengurangi penyakit Ganoderma yang melanda Perkebunan Kelapa Sawit saat ini,” kata Edi.

Acara peresmian unit produksi Fumyco ini dihadir kurang lebih 100 perusahaan perkebunan Kelapa Sawit terdiri dari BUMN dan swasta yang berada di wilayah Aceh, Sematera Utara, dan Riau. Tamu undangan sangat antusias dengan kehadiran unit produksi mikoriza di Sumatra Utara dan juga dapat melihat langsung proses produksi Fumyco.

Menurut Marlon Sitanggang (Head of Division Agronomy PT. Union Sampoerna Triputra Persada), pemanfaatan Mikoriza Fumyco dapat memitigasi efek negatif dari perubahan iklim dan penyakit busuk pangkal batang (Ganoderma) terhadap Kelapa Sawit. Sehingga kehadiran unit produksi Fumyco di Medan Sumatra Utara akan berdampak pada intensifikasi produksi.

Sebagai informasi, Fumyco pupuk hayati mikoriza yang diproduksi PT. Anugerah Sarana Hayati (member of Saraswanti Group), telah mendapatkan izin edar Deptan dengan Nomor 03.01.2023.697.

Adapun kandungan propagul Fumyco berdasarkan hasil uji mutu Kementerian Pertanian adalah 1,6 x 104 CFU/g dengan persentase infeksi akar mencapai 70,25 %. Densitas atau kepadatan spora Fumyco adalah 125 spora/5 g, terdiri dari jenis Glomus grape, Glomus maniholtis, Glomus etunicatum, Acaulospora sp1, Acaulospora sp2, Acaulospora sp3, dan Enthophospora sp1.

“Fumyco diproduksi menggunakan carrier zeolite granul dan zeolite powder. Zeolite merupakan carrier atau bahan pembawa paling baik dalam produksi mikoriza karena sifatnya poreus, berongga sehingga meningkatkan perkembangan akar tanaman inang dan dapat digunakan sebagai media untuk melekatnya spora mikoriza,” jelasnya.

“Selain itu, sifat zeolite yang ada pada Fumyco adalah mineral alami bermuatan negatif yang mampu mengikat pupuk yang diberikan ke tanaman, meningkatkan pH tanah, dan meningkatkan kapasitas tukar kation sehingga mencegah pencucian hara dalam tanah, juga meningkatkan Water Holding Capacity (WHC) tanah” tambah Fatimah menguraikan. Menurutnya, Fumyco pupuk hayati mikoriza mengandung jenis endomikoriza yang mampu bersimbiosis dengan 90% jenis tanaman perkebunan (Kelapa Sawit, karet, kakao, kopi, teh dll), tanaman kehutanan (akasia, jati, sengon), tanaman hortikultura seperti tanaman hias, tanaman semusim, tanaman buah dan sayur,” kata Fatimah.

Artikel Terkait