• Jumat, 25 September 2026
Berita Terbaru

Uni Eropa Longgarkan Sawit dari UU Anti-Deforestasi, Ini Tujuannya

Brussel, SAWIT INDONESIA — Komisi Eropa berencana untuk mengecualikan produk turunan minyak sawit yang digunakan bagi kebutuhan medis obat-obatan serta kedelai untuk benih (tanam) dari aturan ketat undang-undang anti-deforestasi (EUDR). Langkah ini diambil sebagai upaya terbaru Uni Eropa (UE) untuk melunak dan mengurangi dampak hukum tersebut terhadap sektor-sektor yang sensitif.

​Berdasarkan draf dokumen, pengecualian tersebut masuk dalam daftar amendemen yang ditambahkan oleh Komisi Eropa. Meski demikian, draf ini masih bisa berubah sebelum resmi diadopsi, sebagaimana dilansir dari Bloomberg.

​Aturan ini awalnya dirancang untuk menekan laju penggundulan hutan di negara-negara yang mengekspor produk pertanian ke blok tersebut. Namun, regulasi ini menghadapi penolakan keras dari berbagai negara karena dinilai terlalu membebani secara administratif dan melampaui batas.

​Bulan Desember lalu, UE bahkan telah sepakat untuk menunda penerapan penuh undang-undang ini selama satu tahun, yaitu hingga akhir 2026.

​Kritik juga datang dari Amerika Serikat. Duta Besar AS untuk UE, Andrew Puzder, menyatakan melalui unggahannya di media sosial X bahwa regulasi ini bukanlah sebuah "simplifikasi", melainkan bentuk "proteksionisme".

​Alasan Di balik Pengecualian

​Menurut penjelasan Komisi Eropa dalam draf tersebut, ada alasan strategis di balik pelonggaran aturan ini yaitu penggunaan produk sawit untuk kebutuhan medis ditujukan untuk melindungi kesehatan manusia dan hewan.

​Sementara itu, alasan pengecualian kedelai dalam EUDR ditujukan bagi kebutuhan benih. Argumennya adalah menjaga kualitas resiliensi, otonomi strategis, dan keberlanjutan sistem protein UE.

​Komisi Eropa juga mencatat bahwa kedua komoditas spesifik tersebut hanya mewakili volume perdagangan yang sangat kecil.

​Pembaruan legislatif ini dilakukan setelah Komisi Eropa menggelar konsultasi publik. Sebelumnya pada bulan Mei, komisi sempat mengusulkan untuk menghapus produk kulit dari ruang lingkup undang-undang ini. Dalam draf terbaru, produk kulit dipastikan tetap dikecualikan, meskipun ketentuan tersebut akan ditinjau kembali pada tahun 2030.

​Selain itu, draf terbaru juga menambahkan pengecualian baru untuk: ​Kursi pesawat terbang, ​Kursi kendaraan bermotor, dan ​Ban berjalan (conveyor belts). ​Draf tersebut juga memberikan kompensasi berupa penundaan satu tahun lagi — hingga akhir 2027 — untuk penerapan undang-undang pada produk-produk yang baru diperbarui ini.

​Hingga saat ini, pihak Komisi Eropa menolak untuk memberikan komentar resmi.

Artikel Terkait