Brussel, SAWIT INDONESIA — Komisi Eropa berencana untuk mengecualikan produk turunan minyak sawit yang digunakan bagi kebutuhan medis obat-obatan serta kedelai untuk benih (tanam) dari aturan ketat undang-undang anti-deforestasi (EUDR). Langkah ini diambil sebagai upaya terbaru Uni Eropa (UE) untuk melunak dan mengurangi dampak hukum tersebut terhadap sektor-sektor yang sensitif.
Berdasarkan draf dokumen, pengecualian tersebut masuk dalam daftar amendemen yang ditambahkan oleh Komisi Eropa. Meski demikian, draf ini masih bisa berubah sebelum resmi diadopsi, sebagaimana dilansir dari Bloomberg.
Aturan ini awalnya dirancang untuk menekan laju penggundulan hutan di negara-negara yang mengekspor produk pertanian ke blok tersebut. Namun, regulasi ini menghadapi penolakan keras dari berbagai negara karena dinilai terlalu membebani secara administratif dan melampaui batas.
Bulan Desember lalu, UE bahkan telah sepakat untuk menunda penerapan penuh undang-undang ini selama satu tahun, yaitu hingga akhir 2026.
Kritik juga datang dari Amerika Serikat. Duta Besar AS untuk UE, Andrew Puzder, menyatakan melalui unggahannya di media sosial X bahwa regulasi ini bukanlah sebuah "simplifikasi", melainkan bentuk "proteksionisme".
Alasan Di balik Pengecualian
Menurut penjelasan Komisi Eropa dalam draf tersebut, ada alasan strategis di balik pelonggaran aturan ini yaitu penggunaan produk sawit untuk kebutuhan medis ditujukan untuk melindungi kesehatan manusia dan hewan.
Sementara itu, alasan pengecualian kedelai dalam EUDR ditujukan bagi kebutuhan benih. Argumennya adalah menjaga kualitas resiliensi, otonomi strategis, dan keberlanjutan sistem protein UE.
Komisi Eropa juga mencatat bahwa kedua komoditas spesifik tersebut hanya mewakili volume perdagangan yang sangat kecil.
Pembaruan legislatif ini dilakukan setelah Komisi Eropa menggelar konsultasi publik. Sebelumnya pada bulan Mei, komisi sempat mengusulkan untuk menghapus produk kulit dari ruang lingkup undang-undang ini. Dalam draf terbaru, produk kulit dipastikan tetap dikecualikan, meskipun ketentuan tersebut akan ditinjau kembali pada tahun 2030.
Selain itu, draf terbaru juga menambahkan pengecualian baru untuk: Kursi pesawat terbang, Kursi kendaraan bermotor, dan Ban berjalan (conveyor belts). Draf tersebut juga memberikan kompensasi berupa penundaan satu tahun lagi — hingga akhir 2027 — untuk penerapan undang-undang pada produk-produk yang baru diperbarui ini.
Hingga saat ini, pihak Komisi Eropa menolak untuk memberikan komentar resmi.














