JAKARTA, SAWIT INDONESIA - PTPN IV Regional III, bagian dari Sub Holding PTPN IV PalmCo yang beroperasi di Provinsi Riau, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi bisnis melalui penerapan digitalisasi, khususnya di bidang pengadaan barang dan jasa. Langkah ini didasarkan pada prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan yang menjadi fondasi tata kelola perusahaan modern.
Digitalisasi pengadaan di Regional III telah dimulai sejak 2012, kala entitas ini masih bernama PTPN V, dengan penggunaan sistem e-procurement. Inovasi ini terus berkembang hingga lahirnya integrated procurement system (IPS) pada tahun 2020, yang memberikan efisiensi dan transparansi yang lebih tinggi.
Region Head PTPN IV Regional III, Ahmad Gusmar Harahap, menyatakan dalam keterangannya di Pekanbaru, Rabu, bahwa kebijakan ini sejalan dengan strategi pemegang saham yang telah mengimplementasikan sistem pengelolaan vendor berbasis teknologi. Ia menyebut standar ketat yang diterapkan menjadi kunci penting dalam menjamin praktik bisnis yang adil di seluruh entitas.
“Dengan sistem digital, kami bisa memastikan tidak ada ruang untuk praktik tidak transparan. Vendor juga bisa mengakses informasi secara terbuka,” tegas Gusmar.
Melalui platform digital ini, seluruh proses tender bisa dipantau secara real-time, mulai dari pengajuan penawaran hingga penetapan pemenang. Sistem ini juga dilengkapi fitur evaluasi kinerja vendor berdasarkan aspek kualitas produk, ketepatan waktu, dan kepatuhan terhadap kontrak. Gusmar menambahkan, langkah-langkah perbaikan dalam kemitraan dengan vendor merupakan hal mutlak demi menjaga kualitas kerja sama, sebab profesionalitas mitra sangat vital dalam mendukung suksesnya transformasi perusahaan.
Komitmen terhadap transparansi juga tercermin dalam tingkat kepuasan mitra kerja. Dalam tiga tahun terakhir, rata-rata kepuasan penyedia barang dan jasa di Regional III mencapai 90 persen. Tingkat keterikatan mitra dari PTPN I hingga PTPN XIV tercatat rata-rata 82 persen, dengan loyalitas sebesar 81 persen.
“Bagi kami persentase tingkat kepuasan itu bukan angka semata, namun bukti bahwa kami mampu menjaga dan meningkatkan komitmen tinggi untuk senantiasa transparan dan mengedepankan tata kelola dalam hal penyediaan barang dan jasa di Perusahaan,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada vendor besar, PTPN IV Regional III juga membuka ruang bagi pelaku usaha kecil untuk terlibat dalam operasional perusahaan. Sejumlah UMKM kini menjadi bagian penting, khususnya pada aktivitas on-farm. Salah satunya adalah Rumbio Jaya Steel, kelompok usaha pandai besi yang telah menjadi pemasok utama kebutuhan on-farm.
“Kami terus mendorong dan melakukan pendampingan agar UMKM mitra memiliki standar kualitas tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Corporate Secretary and Legal PTPN IV Regional III, Andiansyah Hamdani, menambahkan bahwa penerapan sistem berbasis akuntabilitas dan transparansi selama lebih dari satu dekade secara tegas membantah tudingan miring terkait pengadaan yang dianggap tidak transparan. Ia menolak keras klaim tersebut dan menyebutnya tidak akurat serta mengabaikan keberadaan sistem digital yang telah berjalan konsisten selama 13 tahun.
“Perusahaan telah bermitra dengan puluhan vendor terpercaya melalui platform e-procurement yang tercatat, melibatkan fungsi pengawasan internal, eksternal, serta auditor independen. Seluruh proses pengadaan—mulai dari perencanaan, pemilihan vendor, hingga pembayaran—dilakukan melalui sistem terintegrasi yang dapat diakses oleh pihak berwenang, termasuk badan pengawas,” jelas Andiansyah.
Ia juga menegaskan bahwa tudingan tersebut bertolak belakang dengan hasil audit dari lembaga independen seperti Badan Pemeriksa Keuangan dan Kantor Akuntan Publik.
“Prinsipnya Manajemen dan insan PTPN IV Regional III akan selalu menjaga agar pengadaan yang dijalankan berpegang teguh pada aturan sehingga keberhasilan transformasi di Regional III dapat terus ditingkatkan dan memberi sebesar-besar manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya.
Sumber: kabarbumn.com














