Palembang, SAWIT INDONESIA – Sejumlah petani sawit di Sumatera Selatan mendapat kesempatan mengikuti Pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, yang diselenggarakan IPB Training dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Ditjen Perkebunan (Ditjebun) – Kementerian Pertanian.
Pelatihan yang diadakan selama empat hari (Selasa—Jum’at, 20—23 Mei 2025) ini, diikuti oleh 88 petani sawit dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara, diadakan di salah satu hotel di Palembang.
"Dulu petani tebu kami latih membuat peta sendiri. Sekarang giliran petani sawit di Sumatera Selatan mendapat pelatihan pemetaan lokasi kebun," kata Prof. Dr. Ir. Baba Barus, MSc, salah satu trainer dari IPB Training.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola kebun, termasuk pemetaan, pendataan, dan penyajian hasil pengukuran.
Secara teknis, pelatihan dibagi dalam tiga kelas dan dilengkapi dengan materi pengambilan koordinat GPS, pengukuran blok kebun, pemetaan drone, dan praktik lapangan. Semua materi disampaikan oleh narasumber yang ahli di bidangnya dari Institut Pertanian Bogor (IPB University) antara lain Prof. Dr. Ir. Baba Barus, MSc., La Ode Syamsul Iman, SP, Msi., Dr. Wahyu Iskandar, S.Hut., M.Agr., Nina Widiana Darojati, SP, MSi., Dr. Dra. Khursatul Munibah, MSc., dan Reni Kusumo Tejo, SP, MSi., yang rata-rata sudah berpengalaman membangun database peta kebun di Jawa Timur sejak 2010.
Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari pemerintah provinsi setempat, yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Agus Darwa, M.Si., yang diikuti petani sawit dari tiga kabupaten di Sumsel.
"Untuk itu, gunakan kesempatan ini dengan baik, agar ilmu yang didapat selama pelatihan dapat diaplikasikan minimal di kebun masing-masing. Petani kita banyak yang hanya pegang surat lahan, tapi tidak tahu pasti di mana lokasi lahan mereka. Itu berbahaya, karena saat Satgas Sawit bergerak, yang dicari itu peta resmi," katanya saat menyampaikan sambutan di acara pembukaan pelatihan, pada Selasa (20 Mei 2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan pelatihan ini (Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit) sangat penting. Kenapa, karena semakin banyak lahan yang disita akibat tidak memiliki peta dan koordinat yang sah. Bahwa saat ini ada lebih dari 160.000 hektar kebun di Sumatera Selatan yang ditengarai masuk kawasan hutan.














