• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Tingkatkan Kompetensi: 96 Petani Sawit Labusel Ikuti Pelatihan dari PT RPN Didukung BPDP dan Ditjenbun

Medan, SAWIT INDONESIA –Dalam rangka meningkatkan kompetensi petani sawit, PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) terus menyelenggarakan pelatihan, dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) – Kementerian Pertanian.

Pada kesempatan ini, PT RPN menyelenggarakan dua jenis pelatihan yaitu Teknis Budidaya Kelapa Sawit (diikuti 65 orang) dan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit (diikuti 31 orang), dengan total 96 peserta dari Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara.

Dalam pelaksanaan pelatihan yang diselenggarakan selama lima hari (28 Juli – 1 Agustus 2025), di salah satu hotel ternama di Medan, pihak PT RPN melibatkan praktisi kebun yang berpengalaman di bidangnya sebagai narasumber. Yang menyampaikan materinya dengan cara-cara menarik dan mudah dipahami para peserta pelatihan.

SEVP Operation 1, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Dr. Tjahjono Herawan menyampaikan pelatihan ini terselenggara karena adanya kerja sama antara PT RPN, BPDP dan Ditjenbun dalam rangka mengimplementasikan program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) 2025.

“Dalam pelaksanaannya, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melibatkan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) telah memainkan peran penting dalam mengembangkan sumber daya manusia disektor perkebunan kelapa sawit,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan acara pembukaan pelatihan petani sawit, pada Senin (28 Juli 2025), di Medan.

“Sebagai perusahaan penelitian, PTRPN melalui PPKS berdedikasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas bagi para pekebun kelapa sawit. Inovasi-inovasi terbaru dalam budidaya kelapa sawit disampaikan dalam pelatihan ini untuk memberikan wawasan terkini tentang praktik terbaik dalam budidaya Perkebunan kelapa sawit serta pemetaan untuk lokasi perkebunan kelapa sawit,” imbuh Dr. Tjahjono.

Pelatihan teknis budidaya kelapa sawit, mencakup materi tentang regulasi dan kebijakan usaha perkebunan kelapa sawit, pemilihan bahan tanam, persiapan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang meliputi hama, penyakit, dan gulma.Pelatihan ini tidak hanya penyampaikan materi melainkan akan ada kunjungan lapangan, ke Kebun Aek Pancur (PPKS), pada Kamis (31 Juli 2025).

Sementara, pelatihan teknik pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit yang dilaksanakan selama 4 hari, disampaikan dengan kombinasi metode kelas dan kegiatan lapangan. Materi yang disampaikan meliputi: 1) regulasi dan kebijakan usaha perkebunan kelapa sawit, 2) dasar-dasar pemetaan lahan, 3) pengenalan dan penggunaan alat pemetaan, pelacakan lahan, serta sensus tanaman, 4) pembuatan polygon dan peta kebun, 5) pengolahan data dan analisis hasil pengukuran, serta 6) penyajian dan pencetakan peta. Dijadwalkan akan kunjungan lapangan ke Kebun Aek Pancur (PPKS), di Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu (30 Juli 2025).

“Melalui materi-materi tersebut, para peserta di kelas pelatihan teknis budidaya kelapa sawit dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam aspek persiapan bahan tanam, pengelolaan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, serta pengendalian OPT. Dengan begitu, peserta diharapkan mampu menerapkan praktik budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan di lapangan,” jelas Dr. Tjanjono.

“Sedangkan, pembekalan materi di pelatihan teknis tersebut, peserta diharapkan mampu: 1) meningkatkan pengetahuan mengenai dasar-dasar dan alat pemetaan lahan, 2) meningkatkan keterampilan dalam pelacakan lahan, pengolahan data, serta penyusunan dan pencetakan peta, dan 3) menerapkan kemampuan pemetaan dalam pengelolaan kebun secara efektif dan akurat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pembukaan pelatihan dihadiri Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara - M. Zakir Syarif Daulay, S. Hut, MM; Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian, Dr. M. ApukIsmane;, dan perwakilan dari PT RPN dan narasumber.

Selain itu, hadir pula Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ditjebun– Kementerian Pertanian, Ir. Baginda Siagian, M.Si, yang secara resmi membuka pelatihan petani sawit program pengembangan SDM PKS 2025, yang diselenggarakan PT RPN.

Kehadirannya mencerminkan dukungan penuh terhadap pengembangan sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit dari berbagai pihak. Terutama dukungan kepada petani sawit yang menjadi bagian dari ekosistem industri sawit di Indonesia.

Artikel Terkait