Tim Riset Mahasiswa Universitas Hasanuddin tampil memukau Dewan Juri di ajang Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa pada 3-4 Oktober 2024 di Bali. Penelitiannya dapat digunakan untuk pengobatan kulitdengan pemanfaatan kandungan minyak sawit.
10 Finalis Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa 2024 meriung di Ballroom Bali Nusa Dua Convention Center, 4 Oktober 2024 lalu. Sambil mengikuti jalannya acara penutupan Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) 2024, mereka juga menunggu pengumuman pemenang lomba.
Anggota Dewan Juri Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa, Prof. Erliza Hambali mengatakan Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa telah berlangsung semenjak 2016 yang bertujuan mengajak mahasiswa untuk mencari satu juta kebaikan sawit.
”Kami juga ingin menyiapkan peneliti muda agar lebih bersemangat. Jadi, mahasiswa mulai dari perguruan tinggi akan tertarik belajar dan browsing mengenai sawit. Lama-lama jatuh cinta beneran dengan sawit,” harap Erliza.
Lomba Riset Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa 2024 diikuti 1.143 pendaftar. Selanjutnya, proposal yang ter-submit mencapai 668 proposal. Berikutnya proposal ini disaring lagi untuk persyaratan administrasi, lalu yang lolos 515 proposal. Sebelumnya, kegiatan riset sawit tingkat mahasiswa 2023 – 2024 telah diumumkan sejak Desember 2023.
“Memang semua ide proposal bagus-bagus. Tim Penilai selanjutnya mempelajari seluruh proposal selama dua minggu. Walaupun semuanya menarik,Tim Penilai harus melakukan penilaian. Berikutnya terpilih 40 proposal dari 27 perguruan tinggi yang mendapatkan dana penelitian dari BPDPKS,” jelas Erliza.
Kemudian, mereka yang terpilih tadi menerima pembekalan. Setelah itu, mahasiswa mulai melakukan penelitian sesuai proposal diajukan. Tahapan berikutnya laporan akhir riset akan disampaikan kepada Tim Penilai.
Erliza menjelaskan terdapat 40 kelompok penelitian mahasiswa yang mendapatkan pendanaan dari BPDPKS. Dalam rangka memastikan kegiatan berjalan dengan baik, telah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan.
Dari 40 (empat puluh) kelompok yang berpartisipasi, telah terpilih 10 (sepuluh) besar finalis yang mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan Dewan Juri (Tim Penilai) selama dua hari terakhir. Sepuluh besar finalis tersebut berasal dari Universitas Sebelas Maret, Universitas Tanjungpura, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Semarang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Sumatera Utara, Politeknik Negeri Lampung, dan Institut Pertanian Bogor.
“Hasil penilaian tadi maka terdapat 10 Finalis dari 8 perguruan tinggi. Perguruan tinggi ini berasal dari 7 provinsi yaitu Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Utara dan Jawa Timur. Ini cukup beragam,” jelasnya.
Untuk juara pertama diraih oleh Khusnul Humayatul Jannah dari Universitas Hasanuddin dengan tema penelitiannya Pemanfaatan Tokoferol-Tokotrienol Minyak Sawit dan Selulosa Dermatitis Atopik dalam Bentuk Dissolvable Microarray.
Khusnul Humayatul Jannah S mengatakan dalam kompetisi tersebut, dirinya menggambarkan bagaimana pembuatan obat untuk penderita dermatitis, dibuatkan minyak dari kelapa sawit yang diproses secara aman. Tak hanya minyak sawit saja, ada beberapa campuran yang diberikan.
“Bagian dari kelapa sawit ini yang dibuat sebagai obat, dibentuk dissolvable microarclabs berbasis miccelles atau obat luar,” ucapnya.
Penelitian dilaksanakan di beberapa laboratorium Fakultas Farmasi Unhas, yaitu Laboratorium Farmasetika, Laboratorium Biofarmasi, dan Laboratorium Fitokimia yang berlangsung selama 8 bulan, mulai Februari hingga Oktober 2024.
“Dalam riset ini, kami memanfaatkan selulosa dari limbah tandan kosong kelapa sawit untuk mengembangkan sediaan dissolvable microarray patches. Selanjutnya, kami mengombinasikannya dengan sistem micelles yang mengandung senyawa organik dari minyak kelapa sawit,” ungkap Khusnul.
Sediaan tersebut memiliki patch yang tersusun dari jarum-jarum berukuran mikro sehingga tidak menyebabkan rasa sakit ketika digunakan, khususnya di daerah eksim.
Khusnul berharap riset ini dapat mengembangkan ilmu dan pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan kelapa sawit yang tidak hanya terbatas pada buahnya, tetapi juga limbah dari tandan kosong kelapa sawit.
Juara kedua diperoleh Fatimah Aqilah Azzahro dari Universitas Sebelas Maret dengan riset Modifikasi Kombinasi Stearin dan Olein sebagai Smart Delivery Tertarget Berbasis Nanostructured Lipid Carrier untuk Agen Pencegahan dan Pengobatan Kanker Melanoma dalam Sediaan Hidrogel Patch.
Fatimah Aqilah bersama tiga temannya Ryan Fauzy, Zaizafun Faiha, dan Vania Maharani merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Farmasi FMIPA UNS. Tim dibimbing langsung oleh Apt. Syaiful Choiri, S.Farm., M.Pharm, Sci.
“Riset kami berfokus pada pemanfaatan stearin dan olein dari CPO sebagai sistem penghantaran obat tertarget dalam bentuk hidrogel patch untuk mencegah dan mengobati kanker melanoma,” terang Zaizafun, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam tim pada Kamis (10/10/2024) sebagaiaman dikutip dari uns.ac.id.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 156)














