Jakarta, Sawit Indonesia - Tim PPK Ormawa GEMPITA KAT (Gerakan Merangkul Mimpi dan Cita Komunitas Adat Terpencil) Universitas Jambi dengan mengangkat topik desa sehat memberdayakan SAD (Suku Anak Dalam) yang ada di desa Bukit Suban, PPK Ormawa (Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan) merupakan program untuk meningkatkan kapasitas organisasi kemahasiswaan melalui serangkaian pembinaan oleh perguruan tinggi, yang diwujudkan dalam bentuk program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Desa Sehat yang dirancang diwujudkan melalui program pembuatan pupuk organik serta budidaya tanaman hortikultura untuk menunjang peningkatan status gizi yang lebih baik pada masyarakat SAD Desa Bukit Suban. Pada program ini sasaran utama yang diambil ialah kepala keluarga. Sedangkan sasaran untuk program lanjutan dan tambahan adalah ibu rumah tangga dan anak-anak.
Ketua Tim PPK Ormawa Gempita KAT Universitas Jambi, Ridhatul Fitri menyampaikan konsep desa sehat yang dirancang terdiri dari beberapa program. Program utama yaitu pembuatan pupuk organik dibuat dari sisa sayuran dan buah yang busuk dicampur dengan gula merah.
“Untuk budidaya tanaman hortikultura yang diterapkan berfokus pada 3 tanaman yaitu sawi manis, sawi pahit, dan kangkung. Program lanjutan yang dilakukan fokus pada ibu rumah tangga, dimulai dari sosialisasi terkait gizi seimbang hingga pengelolaan sayuran yang baik dan sesuai standar kesehatan. sedangkan untuk program tambahan mempunyai sasaran lain yaitu anak-anak, dimana tim mengadakan kegiatan belajar mengajar secara rutin kepada anak-anak SAD Desa Bukit Suban,”ujar Ridhatul Fitri.
Ridhatul Fitri juga mengatakan Tim PPK ORMAWA GEMPITA KAT terdiri dari 15 mahasiswa yang berasal dari 2 program studi, yaitu program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Teknik Pertanian. Tim dibimbing oleh Dr. Asparian, S.KM. M. Kes. sebagai dosen pembimbing dan Fachruddiansyah Muslim, S. Pd., M. Pd. sebagai dosen pendamping lapangan. Keikutsertaan Tim PPK Ormawa GEMPITA KAT dalam program Program PPK Ormawa 2024 bertujuan meningkatkan gizi seimbang dan memperbaiki status gizi masyarakat SAD Desa Bukit Suban melalui pemberdayaan, sosialisasi, edukasi, dan pelatihan.
“Setiap program yang dilaksanakan pasti mempunyai tantangan yang harus dihadapi, termasuk dari tim kami. Tantangan utama yang kami dapat ialah terkait dengan partisipasi dari masyarakat SAD dimana pastinya butuh pengenalan dan pendekatan yang lebih intens. Setiap tantangan pasti punya solusi, termasuk untuk tantangan ini. Komunikasi adalah hal terpenting dalam menunjang lancarnya program yang dijalankan, maka dari itu komunikasi yang baik sangat berpengaruh dalam membantu kami sehingga program kami berjalan dengan semestinya,” tutup Ridhatul fitri.
Sumber: unja.ac.id














