Program pelatihan ini merupakan implementasi dari program pengembangan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) PKS 2025 yang diselenggarakan oleh AKPY dengan dukungan dari BPDP dan Ditjenbun.
Sejumlah 226 petani sawit, dari kabupaten Morowali dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah mengikuti kegiatan pelatihan. Pelatihan terdiri dari tiga jenis pelatihan yaitu Penguatan kelembagaan, Pengelolaan Sarana dan Prasarana, serta Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit.
Dengan rincian, 120 peserta dari Kabupaten Morowali terbagi menjadi 30 peseta (di kelas Penguatan Kelembagaan), 60 peserta (di kelas Pengelolaan Sarana dan Prasarana), dan 30 peserta (di kelas Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit).
Sedangkan, 106 peserta dari Kabupaten Morowali Utara, terbagi menjadi dua jenis pelatihan, 75 peserta (di kelasPengelolaan Sarana dan Prasarana) dan 31 peserta (di kelas Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit).
Khusus pelatihan penguatan kelembagaan diadakan pada 11 – 20 Juli 2025, sementara untuk jenis pelatihan lainnnya, diselenggarakan pada 17 – 20 Juli 2025. Kegiatan ini diselenggarakan, di dua lokasi (hotel ternama) yang berbeda di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS). Terselenggara adanya kolaborasi antara Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) sebagai pelaksana, dengan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dan Direktorat Jenderal Perkebunan – Kementerian Pertanian yang memberikan rekomendasi peserta, melibatkan dinas-dinas terkait di provinsi dan kabupaten.
Lucki Bagus, Plt Kepala Divisi Penyaluran Dana Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan - BPDP, menyampaikan kegiatan pelatihan ini bagian dari program Pengembangan SDM PKS dari BDPD. Hal ini menunjukkan komitmen dari pemerintah yang diperuntukkan kepada petani sawit untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan.
“Untuk jenis pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan petani sawit di daerah masing-masing. Pada pelaksanannya, kami yakin narasumber dari AKPY memiliki kemampuan sesuai dengan bidangnya. Maka, kami sampaikan selamat kepada peserta yang berkesempatan mengikuti pelatihan ini, semoga bisa dimanfaatkan dengan baik,” ucapnya, saat menyampaikan sambutan, pada Kamis (17 Juli 2025), di salah satu hotel di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur AKPY, Idum Satia Santi, SP,MP, menambahkan tujuan dari pelatihan petani sawit yaitu untuk meningkatkan SDM petani sawit dari sisi pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, kemandirian, dan mampu berdaya saing. Sebagai upaya mendukung keberlanjutan dan meningkatkan produktivitas industri kelapa sawit.
“Semakin banyak petani sawit yang mendapat atau mengikuti pelatihan maka pengelolaan kebun sawitnya lebih baik, sehingga keberlanjutan industri sawit dapat terjamin,” ucapnya, mewakili Direktur AKPY, Dr. Sri Gunawan, SP,MP yang berhalangan hadir.
“Maka, melalui pelatihan tersebut, kami berharap para peserta dari masing-masing kelas (kelas penguatan kelembagaan, sarana dan prasarana, serta teknis pemetaan. Usai pelatihan dapat menerapkan ilmunya minimal di kebunnya sendiri dan menjadi agen perubahan (sampaikan ilmunya kepada petani sawit lainnya) agar tata kelolanya lebih baik untuk perkelapa sawitan Indonesia berkelanjutan,” imbuhnya.
Pada pelaksanaan pelatihan, pihak AKPY menghadirkan narasumber yang memiliki kapasitas di bidangnya (praktisi kebun dan akademisi), sesuai dengan jenis pelatihan. Materi yang disampaikan dengan cara inovatif, menggabungkan metode cerahah , diskusi dan praktik. Hal ini untuk memudahkan transfer pengetahuan kepada peserta agar lebih mudah dipahami dan nantinya bisa dipraktikkan para peserta.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 166)














