IAT Singapore dianungerahi penghargaan di ajang Sawit Indonesia Award 2024 yang diadakan Majalah Sawit Indonesia, pada Kamis (12 Desember 2024), di Jakarta.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia, Qayuum Amri, kepada Indonesia Sales Manager IAT (Singapore) Technology Pte.Ltd, Edi Hariyanto.
Penyerahan penghargaan didasarkan pada kontribusi perusahaan (IAT Singapore) yang telah berkontribusi di sektor perkelapasawitan Indonesia, dalam hal uji kualitas minyak, buah sawit dan produk sampingnya.
Pada seleksi penerima penghargaan, pihak penyelenggara (Majalah Sawit Indonesia) melakukan proses penilaian secara internal dengan masukan dari Dewan Redaksi Majalah Sawit Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai wujud apresiasi atas dedikasi dan kontribusi penerima penghargaan sepanjang tahun ini.
IAT (Singapore) Technology Pte.Ltd, menjadi salah satu dari 45 penerima penghargaan pada ajang Sawit Indonesia Award 2024. Penghargaan tersebut secara rinci diserahkan kepada tokoh, lembaga dan perusahaan.
Indonesia Sales Manager IAT (Singapore) Technology Pte.Ltd, Edi Hariyanto, menyampaikan terima kasih kami sampaikan kepada Majalah Sawit Indonesia yang telah memberikan apresiasi kepada IAT Singapore sebagai penyedia alat uji kualitas terakurat berupa penghargaan di ajang Sawit Indonesia Award 2024.
“Mudah-mudahan dengan penghargaan yang kami terima, bisa mempersolid tim dalam memberikan yang terbaik untuk sektor perkelapasawitan Indonesia,” katanya, usai menerima penghargaan.
Dikutip dari https://sawitindonesia.com/, IAT Technology Pte. Ltd, perusahaan asal Singapura, sebagai penyedia terkemuka produk dan layanan analisis Near-Infrared (NIR) profesional yang berintegrasi dan berkomitmen mengimplementasikan riset serta pengembangan.
Di sektor industri sawit, IAT menawarkan alat pendeteksi kualitas sawit mulai dari buah/Tandan Buah Segar berupa FFB, EFB, CPO/PKO, Sludge, biji sawit, bungkil biji sawit, dan limbah produksi. Alat pendeteksi ini adalah IAS-6100 dengan desain khusus, ringkas dan portabel sehingga mempermudah pengujian serta sifatnya fleksibel untuk dibawa keberbagai lokasi mulai dari kantor, lokasi produksi, laboratorium, dan kebun.
Perusahaan asal Singapore ini, sejak tahun 2024 mulai masuk (menawarkan) produk kesektor industri sawit. Sebelum memutuskan masuk ke sektor sawit, sudah melakukan riset yang cukup panjang dalam menentukan parameter. Dengan tenaga riset yang ada dan berpengalaman akurasi analisasi dari alat IAS-6100 di atas 95%. Apa lagi telah dilakukan kalibrasi bisa mendekati 100%.
Melalui alat IAT (IAS-6100), yang mampu mendeteksi dengan waktu yang relatif cepat dan akurat. Sehingga membantu dengan cepat untuk pengambilan Keputusan pada level manajemen.
Dari informasi yang dihimpun tim Redaksi Majalah Sawit Indonesia, hingga saat ini sudah hampir 25 perusahaan yang menggunakan alat ini (IAS-6100). Dengan hasil akurasi tinggi dan mampu menekan cost yang tinggi menjadi pilihan owner, sebab akan cepat mengambil keputusan jika menggunakan alat dari IAT (IAS-6100). Dan sejak tahun 2017 telah terjual lebih dari 12.000 unit untuk keperluan berbagai industri seperti pangan, pakan ternak, makanan dan lain lain di berbagai negara. IAS-6100 menawarkan kemampuan anti-interferensi yang ditingkatkan, memastikan pengoperasian yang stabil dan andal dalam berbagai pengaturan. Model bawaan telah ditingkatkan secara komprehensif, dengan penambahan aplikasi untuk industri minyak sawit. Alat ini dapat mendeteksi asam lemak bebas, kadar air, DOBI, kandungan minyak, dan parameter penting lainnya dalam minyak sawit mentah, biji sawit, bungkil biji sawit, dan limbah produksi.














