• Jumat, 25 September 2026
Profil Produk

Terresis Agriculture Targetkan Pasar Sawit Indonesia Lewat Produk Unggulan CR-MAG

Memasuki November 2025, PT Timab Magnesium resmi berganti nama menjadi Terresis Agriculture. Langkah ini merupakan bagian dari penyatuan identitas global anak perusahaan Roullier Group, yang beroperasi di Brasil, Spanyol, dan kawasan Asia.

“Mulai November ini nama kami resmi menjadi Terresis Agriculture. Karena perusahaan ini merupakan anak Roullier, dan di setiap negara sebelumnya menggunakan nama berbeda, maka sekarang seluruhnya disatukan di bawah nama Terresis,” ujar Dany Tarigan, Sales Manager Terresis Agriculture.

Terresis Agriculture dikenal sebagai produsen magnesium global dengan berbagai varian produk, seperti magnesium tetrahydrat, magnesium monosulfat, dan produk unggulannya CR-MAG. Produk ini memiliki kandungan 60% MGO dengan pH 10, sepenuhnya alami (100% natural), dan mulai dipasarkan di Indonesia tahun ini.

Menurut Dany, CR-MAG telah terbukti meningkatkan produktivitas hingga 25% di Filipina, khususnya pada tanaman tebu dan pisang. “Dengan magnesium CR-MAG, produktivitas meningkat 25%. Hasilnya cukup drastis,” jelasnya.

Saat ini, Terresis Agriculture mulai fokus pada perkebunan kelapa sawit di Indonesia, menggantikan penggunaan magnesium dolomit yang selama ini lebih dikenal. “Kami yakin hasilnya akan jauh lebih baik karena kandungan MGO kami tinggi dan pH produk lebih stabil,” tambahnya.

Keunggulan CR-MAG juga terletak pada sifatnya yang tidak antagonis terhadap kalium (K) — sesuatu yang jarang ditemukan pada pupuk magnesium lain. “Justru CR-MAG bisa meningkatkan penyerapan fosfat dan nitrogen. Itu sudah terbukti di Malaysia dan juga telah diuji oleh Socfindo di Indonesia,” ujarnya.

Perusahaan saat ini tengah mengikuti tender di PT Socfin Indonesia (Socfindo). “Kami optimistis karena mereka sangat selektif dalam pemilihan produk magnesium. Kami siap memenuhi standar tersebut,” ujar Dany.

Selain meningkatkan hasil panen, CR-MAG juga menawarkan efisiensi biaya aplikasi dan transportasi hingga Rp300 juta per siklus produksi.

“Dosis CR-MAG jauh lebih rendah. Kalau produk lain butuh 1 kg, kami hanya perlu sekitar 40 persennya,” terang Dany.

Untuk tanaman sawit, dosis CR-MAG berkisar 50–80 kilogram per hektare tergantung hasil analisis daun. “Standar kami 0,6 kg per pokok per tahun. Cara aplikasinya pun sederhana, cukup ditabur di sekitar tanaman tanpa perlu digali. Dalam 30 detik setelah terkena air, CR-MAG langsung terurai,” jelasnya.

Keunggulan lain CR-MAG adalah kemampuannya merilis magnesium hanya ketika tanaman membutuhkannya, sehingga efisien sekaligus ramah lingkungan.

Sebagai produk baru di Indonesia, Terresis Agriculture menyiapkan layanan purna jual (after-sales service) yang mencakup pendampingan teknis dan uji lapangan.

“Kami akan turun langsung, melakukan analisis daun, memantau efisiensi, dan mengevaluasi hasil setiap enam bulan. Jika ada kendala di lapangan, kami ganti produknya,” kata Dany.

Produk CR-MAG sendiri sudah mencatat penjualan lebih dari 5.000 ton di Malaysia dan 1.000 ton di Filipina. Sementara di Indonesia, perusahaan tengah mengikuti sejumlah tender besar di sektor perkebunan.

“Kapasitas produksi kami sangat besar karena tambang magnesium kami di Tiongkok termasuk yang terbesar di dunia, dengan kapasitas jutaan ton per tahun,” pungkasnya.

Artikel Terkait