- Kemudahan transaksi penjualan melalui beberapa jalur pemasaran baik online maupun offline
- Layanan after sales service berupa pendampingan dalam fase pembibitan sampai fase pemeliharaan TBM dan TM
- Program promosi baik berupa potongan harga maupun bundling jasa pelayanan
Kinerja
Terapkan Digitalisasi, PPKS Lebih Mudah Pasarkan Benih
Pusat Penelitian Kelapa Sawit adaptif dalam mengikuti perkembangan zaman. Strategi digitalisasi diimplementasikan dalam proses bisnis benih sawitnya. Di tahun ini, target penjualan dipatok 25 juta butir kecambah. Seperti apa strateginya?
Edwin Lubis, Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menargetkan penjualan benih sawit PPKS sebesar 35 juta butir kecambah pada 2022. Ada sejumlah yang mempengaruhi kenaikan penjualan seperti harga TBS, Peremajaan Sawit Rakyat, dan strategi pemasaran.
“PSR sangat berdampak dengan penjualan benih kelapa sawit PPKS. PSR mewajibkan penggunaan benih unggul yang harus tersertifikasi dari sumber benih, dimana penyediaannya dalam bentuk bibit siap tanam,” jelas Edwin.
PPKS memiliki sembilan varietas benih sawit yang familiar bagi petani dan perusahaan sawit. Hingga tahun ini, kata Edwin, belum ada rencana menaikkan harga jual kecambah dan bibit.
“Kecambah sawit sebesar Rp8.000 perkecambah dengan diskon 10 % untuk petani (maksimal 1000 butir) dan bibit Rp 40.000/batang,” jelasnya.
Selain itu, PPKS tetap menjalankan PROWITRA (Progam Sawit Untuk Rakyat) terhadap keluhan petani tentang minimnya pengetahuan mereka tentang budidaya dan sulitnya mengakses benih kelapa sawit unggul.
Kegiatan utama PROWITRA berupa sosialisasi benih sawit unggul, diseminasi penerapan kultur teknis, dan penjualan benih sawit unggul secara langsung kesentra-sentra perkebunan rakyat. Hadir sejak 2010, kegiatan PROWITRA telah menjangkau 16 provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah.
Berikut ini petikan wawancara tertulis dengan Dr. Edwin Lubis, Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit untuk mengetahui perkembangan bisnis sawit PPKS, diantaranya:
Mohon dapat dijelaskan perkembangan penjualan benih sawit PPKS sepanjang tahun 2022?Seperti apa targetnya dibandingkan tahun 2021?
Target Penjualan benih kelapa sawit 2022 sebesar 25.000.000 butir. Capaian sampai mei 2022 sebesar 55,04% atau setara 13.759.084 butir, total pesanan masuk yang belum terkirim (yang sudah terjadwal sampai semester 2 tahun 2022) sebesar 17.014.000 butir. Dengan demikiann sampai dengan Mei 2022, PPKS sudah menerima pesanan benih kelapa sawit sebesar 30.773.084 butir dan masih akan terus bertambah.
Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kenaikan penjualan tahun ini?
Industri kelapa sawit yang sedang baik dalam hal ini pengaruh harga TBS yang semakin baik, Program PSR (Peremajaan Sawit Rakyat), dan program promosi pemasaran seperti kemudahan dalam transaksi penjualan.
Bagaimana upaya PPKS meningkatkan penjualan benih pada tahun ini? Berapa jumlah waralaba PPKS sampai tahun ini?
Upaya yang dilakukan oleh PPKS :














