JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan besarnya peluang penetrasi komoditas dan produk olahan Indonesia di kawasan Asia Selatan. Negara-negara di kawasan tersebut, khususnya India, Pakistan, dan Bangladesh, mencatatkan permintaan yang sangat tinggi terhadap produk ekspor unggulan nasional, terutama minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).
Mendag menegaskan bahwa pasar Asia Selatan menjadi salah satu fokus ekspansi pasar nontradisional Indonesia mengingat skala populasi dan kebutuhan industri manufaktur di wilayah tersebut yang terus bertumbuh kencang.
Berdasarkan pemaparan Zulhas, India menjadi mitra paling potensial dengan estimasi nilai pasar ekspor komoditas minyak sawit mentah yang sangat fantastis.
“India memiliki potensi perdagangan yang sangat besar, nilainya diperkirakan mencapai sekitar US miliar (sekitar Rp220 triliun) khusus untuk CPO. Sementara itu, potensi pasar di Pakistan dan Bangladesh masing-masing diperkirakan mencapai sekitar US miliar,” ujar Zulhas.
Poin-poin utama daftar komoditas utama, pemetaan pasar Asia Selatan, serta peluang ekspansi manufaktur meliputi:
Tiga Produk Komoditas Unggulan Utama: Zulhas memaparkan bahwa komoditas Indonesia yang paling diminati dan menempati urutan teratas dalam rantai pasok Asia Selatan adalah:
- Minyak Kelapa Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO): Menjadi penopang utama kebutuhan industri minyak goreng dan oleokimia di kawasan tersebut.
- Batu Bara: Memenuhi tingginya kebutuhan energi dan industri manufaktur lokal.
- Furnitur & Mebel: Mengisi pasar gaya hidup dan pembangunan infrastruktur domestik.
- Diversifikasi Produk Manufaktur: Selain bahan baku mentah dan energi, negara-negara Asia Selatan juga menunjukkan peningkatan permintaan terhadap barang-barang hasil olahan manufaktur Indonesia.
- Penguatan Diplomasi Perdagangan: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan terus berupaya membuka akses pasar, memangkas hambatan tarif/nontarif, serta memperkuat perjanjian kemitraan ekonomi bilateral guna memastikan komoditas CPO dan manufaktur Indonesia tetap kompetitif di pasar Asia Selatan.
Dengan besarnya proyeksi nilai pasar mencapai puluhan miliar dolar AS tersebut, Asia Selatan diproyeksikan terus menjadi benteng pertahanan ekspor komoditas nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sumber: investortrust.id














