• Jumat, 6 November 2026
Berita Terbaru

Tembus 129 Persen Standar PPKS, Program PSR PTPN IV Regional III Buat Petani Siak Semringah

SIAK, SAWIT INDONESIA - Senyum bahagia merekah dari ratusan petani sawit swadaya di Kabupaten Siak, Riau. Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dijalankan oleh PTPN IV PalmCo melalui entitasnya di Bumi Lancang Kuning, PTPN IV Regional III, mencatatkan lonjakan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) di atas rata-rata standar nasional.

Para petani yang memasok TBS ke Kebun Lubuk Dalam tersebut merasakan dampak langsung dari pendampingan sistem kelola terpadu.

Capaian tertinggi dibukukan oleh Koperasi Produsen Unit Desa Budi Sawit dengan produktivitas mencapai 19,3 ton per hektare (Ha), atau setara dengan 129 persen dari standar Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang dipatok sebesar 15 ton/Ha.

Sementara itu, Koperasi Produsen Unit Desa Lembah Sawit membukukan produktivitas sebesar 17,4 ton/Ha (116,15 persen dari standar PPKS), dan Koperasi Produsen Karya Tani menorehkan angka produktivitas sebesar 13,3 ton/Ha.

Pelaksana Tugas (Plt.) Region Head PTPN IV Regional III, Sori Ritonga, menegaskan bahwa kesuksesan PSR tidak sekadar diukur dari penanaman kembali lahan, melainkan dari konsistensi hasil panen yang optimal dan berdaya saing.

“Keberhasilan PSR tidak cukup diukur dari berapa luas lahan yang diremajakan. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana kebun tersebut dikelola, tumbuh, dan akhirnya menghasilkan produktivitas yang optimal,” tegas Sori Ritonga.

Poin-poin utama 4 inisiatif strategis PTPN IV, tahapan realisasi peremajaan lahan, serta penguatan kelembagaan petani meliputi:

Empat Inisiatif Utama PTPN IV dalam Menyertai PSR:

  • Kebijakan Single Management: Pengelolaan operasional kebun rakyat terintegrasi guna menjamin kualitas pertumbuhan tanaman.

  • Penggunaan Bibit Unggul Bersertifikat: Kepastian penggunaan varietas unggul sejak fase awal penanaman.

  • Kemitraan Pembinaan Off-Taker: Jaminan kepastian harga dan penyerapan penuh hasil panen TBS oleh pabrik PTPN IV.

  • Pendampingan Teknis Tata Kelola: Pelatihan dan pendampingan Good Agricultural Practices (GAP) secara berkala bagi anggota koperasi.

Realisasi Bertahap Peremajaan Lahan Koperasi Siak:

  • KPUD Budi Sawit: Merealisasikan PSR Tahap I seluas 90 Ha pada 2020, dilanjutkan Tahap II seluas 66 Ha pada 2025.

  • KPUD Lembah Sawit: Merampungkan Tahap I seluas 160 Ha pada 2020, serta menyiapkan perluasan Tahap II seluas 173,24 Ha pada 2026.

  • Koperasi Produsen Karya Tani: Mengunci Tahap I seluas 214 Ha pada 2021, dan merencanakan Tahap II seluas 122,96 Ha pada 2026.

Apresiasi dan Penguatan Kelembagaan Petani:

  • Ketua KPUD Budi Sawit, Suwardi, serta Ketua KPUD Lembah Sawit, Suparman, menyampaikan bahwa pola kemitraan single management membuat kebun terkelola lebih terarah dan memberikan manfaat ekonomi yang sulit dicapai jika petani bekerja sendiri-sendiri.

  • Ketua Koperasi Produsen Karya Tani, Sanimin, menggarisbawahi pentingnya pendampingan berkelanjutan ini untuk menjaga produktivitas tanaman hingga mencapai masa puncak panen.

Melalui keberhasilan PSR terintegrasi ini, PTPN IV Regional III tidak hanya berhasil meningkatkan taraf hidup petani swadaya di Riau, tetapi juga memperkuat fondasi pasokan bahan baku perkebunan nasional demi mendukung agenda swasembada pangan dan ketahanan energi pemerintah.

Sumber: riau.antaranews.com

Artikel Terkait