JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) mempertemukan para pemangku kepentingan global dalam Konferensi Tahunan RSPO (RT2026) di Jakarta. Forum ini menjadi panggung penguatan komitmen industri minyak sawit berkelanjutan di tengah tantangan iklim El Niño, gejolak geopolitik, dan dinamika pasar dunia.
Dalam pidato kuncinya, Chief Executive Officer (CEO) RSPO, Joseph D'Cruz, menegaskan bahwa industri sawit bersertifikat tidak bersembunyi dari pengawasan publik, melainkan terus menerapkan pengawasan mandiri yang ketat demi menjaga keberlanjutan ekologis dan sosial.
"Kita bukanlah industri yang bersembunyi dari pengawasan publik. Kita adalah sebuah kemitraan yang memantau diri sendiri secara lebih ketat dibandingkan pihak luar mana pun yang memantau kita," ujar Joseph D'Cruz.
Poin-poin utama data pemantauan satelit karhutla, penghargaan inklusi petani swadaya, serta pembukaan Dialog Khusus Single Export Gate DSI Danantara meliputi:
Bukti Satelit: Kebakaran di Area RSPO Hanya 0,8 Persen:
- Berdasarkan analisis data citra satelit Nusantara Atlas dan TheTreeMap (Januari–September 2026), dari 1,9 juta hektare total lahan terbakar di Indonesia akibat kemarau ekstrem El Niño, hanya 14.500 hektare (0,8 persen) yang berada di konsesi bersertifikat RSPO.
- Temuan data juga mengonfirmasi nol kasus kebakaran di lahan milik petani swadaya bersertifikat RSPO. RSPO memastikan tidak ada bukti bahwa unit bersertifikat secara sengaja melakukan pembakaran lahan.
Pemberdayaan dan Penghargaan Bagi Petani Swadaya:
- Indonesia memegang peran kunci sebagai rumah bagi 77 persen petani swadaya bersertifikat RSPO di seluruh dunia, yang menyumbang hampir separuh dari total produksi minyak sawit nasional.
- Pada RT2026, RSPO memberikan penghargaan kepada 45 kelompok petani swadaya baru dari Indonesia, Kolombia, Malaysia, Peru, dan Thailand atas keberhasilan sertifikasi awal.
- Forum Business Matching juga memberikan apresiasi kepada perusahaan pembeli Kredit RSPO aktif seperti Kao Corporation, Nestlé S.A., Unilever PLC, Lakeland Dairies, dan Pitak Palm Oil.
Sinergi Kebijakan Single Export Gate PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI):
- CEO DSI, Luke Mahony, menegaskan dalam Special Dialogue bahwa mekanisme Single Export Gate yang dibentuk badan investasi Danantara Indonesia hadir untuk memfasilitasi dan memperkuat kepercayaan pasar internasional.
- Model perantara DSI yang diluncurkan pada Januari 2027 dirancang untuk menjaga hubungan bisnis b-to-b langsung antara penjual dan pembeli, sembari menjamin transparansi data pasokan, harga, serta rantai ketertelusuran (traceability) keberlanjutan lingkungan.
CEO RSPO menyerukan agar seluruh anggota tidak lagi berdiam diri dan berani menyuarakan fakta berbasis data ilmiah guna melindungi rekam jejak sawit berkelanjutan serta jutaan mata pencaharian yang bergantung padanya.
Sumber: antaranews.com
















