• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

Sukses Gelar SNPI, Indonesian Planters Society Hadirkan 512 Peserta

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Indonesian Planters Society (IPS) sukses gelar Seminar Nasional Planter Indonesia (SNPI) ke-2 dengan mengusung tema “Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit dengan Mekanisasi dan Teknologi yang Ramah Lingkungan”. Gelaran seminar dan pameran yang diadakan selama dua hari (19 – 20 Oktober 2022) di Bandung, diikuti ratusan peserta yang berasal dari perusahaan, petani serta pelaku usaha supporting industri sawit. Indonesian Planters Society atau masyarakat planter indonesia adalah wadah profesi bagi planter Indonesia, yang bentuk pada 17 Januari 2018 yang dibentuk atas kepedulian dari beberapa planter. Dengan adanya IPS maka para planter Indonesia dapat bersinergi dalam mengembangkan profesionalismenya serta berkontribusi nyata dalam meningkatkan kinerja perkebunan Indonesia. Salah satu kegiatannya yaitu menghadirkan seminar untuk berbagi ilmu dan pengetahuan bagi para planter. Ketua Umum Indonesian Planters Society (IPS), Ir. Jamalul mengatakan pihaknya berterima kasih pada pihak yang mendukung seminar (SNPI) hingga terselenggara dengan baik dan lancar. “Di tahun ini kami mengangkat tema yang kaitannya dengan peningkatan produktivitas dan pemanfaatan teknologi. Pertama, mekanisasi dibutuhkan di industri kelapa sawit. Kedua saat ini sudah menjadi tren karena sudah mulai yang mengaplikasikan mekanisasi untuk mendukung operasional di perkebunan kelapa sawit,” ujarnya, saat ditemui usai penutupan seminar. Lebih lanjut, ia mengatakan karena kalau tidak menggunakan mekanisasi dalam operasional di perkebunan kelapa sawit akan kalah bersaing dengan negara lain, yang sama-sama produsen kelapa sawit. Selain itu, tenaga kerja makin berkurang dan biaya semakin mahal maka mekanisasi di perkebunan kelapa sawit harus diaplikasikan untuk mendukung operasional. “Makanya, tadi narasumber juga menyampaikan perbandingan operasional menggunakan mekanisasi dan manual, hasilnya bisa mencapai 30 – 50% penghematan biaya dengan kondisi tertentu. Untuk itu, mekanisasi menjadi isu yang kuat dan diangkat menjadi tema dalam seminar ini,” kata Jamalul. “Ke depan, kami juga akan mengadakan seminar dengan tema-tema yang berbeda mengikuti perkembangan industri kelapa sawit, misalnya di seminar mendatang mengangkat tema khusus digitalisasi,” imbuhnya. Diketahui, pada SNPI ke-2 ini, Indonesian Planters Society menghadirkan narasumber yang berasal dari pelaku usaha (perkebunan dan petani), akademisi, peneliti dan pelaku usaha supporting industri sawit mulai dari distributor alat berat hingga pupuk. Gelaran seminar dan pameran ini diikuti 512 peserta dan 14 peserta pameran. Sebagai informasi, gelaran SNPI ke-2 (seminar dan pameran) mendapat dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), serta, PTPN 4 Wilmar Consultancy Service SAP dan Primacom. Pada kesempatan yang sama, Darus Salam selaku Ketua Panitia SNPI ke-2 mengatakan peserta seminar (SNPI ke-2) cukup antusias dalam mengikuti paparan dari narasumber. Ke depan, SNPI akan diadakan kembali pada 2024. “ Berdasarkan survey yang dilakukan panitia, hasilnya 95% setuju untuk diadakan lagi. Dan, dari masukkan dari peserta, maka SNPI akan diadakan lagi. Bahkan, sudah ada pihak yang bersedia menjadi sponsor, untuk pelaksanaannya di 2024 mendatang,” ucapnya.

Artikel Terkait