• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

Strategi INSTIPER Yogyakarta Bekali Mahasiswa Menuju Indonesia 2045

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA - Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Harsawardana, M.Eng, maknai Dies Natalis ke-67, semoga seiring bertambahnya usia, sejalan dan paralel dengan kemampuan. Sehingga, apa yang belum dicapai harus melakukan lompatan dengan cara cepat dan strategi. Hal tersebut disampaikan saat press conference secara hybrid, pada Rabu (26 November 2025).

Lalu, seperti apa strategi yang dilakukan INSTIPER Yogyakarta dalam menghadapi persaingan perguruan tinggi swasta dengan kemampuan yang dimiliki? Sebagai perguruan tinggi swasta, yang memiliki core pada sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan telah mengalami pasang surut hingga bertahan dan terus berkembang serta mendapatkan kepercayaan di masyarakat dengan berbagai capaian.

Diungkapkan Dr. Harsawardana, pihaknya terus berinovasi dalam menyelenggarakan pendidikan dengan model pembelajaran yang inovatif sesuai dengan perkembangan jaman dan tekonologi.

“Secara strategi kami sudah lama melakukan terobosan dan inovasi untuk mendukung pembelajaran di era teknologi digital. Dan, melakukan revitalisasi dan reinvent model bisnis INSTIPER Yogyakarta, secara modular, adaptif dan fleksibel membutuhkan satu model bisnis baru dan tidak bisa diperoleh dengan satu pembelajaran yang biasa. Perubahan itu sudah terjadi, namun memang puncaknya pada 2026 mendatang, dan akan terus bertransformasi sesuai dengan perkembangan jaman dan teknologi. Itu ada hal yang fundamental untuk pendidikan di masa depan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Harsawardana menjelaskan dalam menyelenggarakan (bisnis) pendidikan tinggi melakukan strategi dengan peningkatan dua hal yaitu peningkatan kinerja operasional (operasional performance) dan kinerja keuangan (financial performance).

“Kalau perguruan tinggi, indikatornya kerjasama dengan perguruan tinggi semakin banyak baik di dalam maupun luar negeri. Kemudian, untuk jumlah mahasiswa semakin banyak mahasiswa berkompetisi di luar kampus. Untuk bisa berkompetisi, mahasiswa harus mendapatkan pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan manajemen yang sesuai dengan saat mahasiswa dinyatakan lulus. Karena, saat mahasiswa baru masuk ilmu dan pengetahuannya baru bisa digunakan 4 – 5 tahun mendatang,” jelasnya.

“Oleh karena itu, kami selalu membekali dengan ilmu pengetahauan, keterampian dan kemampuan yang bisa digunakan pada 2045 mendatang. Yang sudah kami lakukan sejak 6 tahun lalu. Kami melihat perkembangan teknologi digital (Information Communication Technology/ICT) mulai berkembang, saat itu belum terjadi pandemi Covid-19, banyak yang belum terpikirkan platform digital menjadi salah satu wahana untuk pembelajaran,” imbuh pria yang menjabat Rektor INSTIPER periode kedua.

Namun, saat dan setelah terjadi pandemi Covid-19, banyak yang mulai tergerak untuk membangun infastruktur digital (Information Communication Technology/ICT) untuk pembelajaran. INSTIPER Yogyakarta sudah melakukan pembangunan ICT lebih dulu, sebelum pandemi dan bahkan sudah memproyeksikan pada 5 – 10 tahun mendatang.

“Lalu, kami juga akan menajamkan strategi dengan menggabungkan semua infrastruktur ICT dan membangun Gedung Technology and Innovation Center atau Whole Room yang akan mengontrol semua sistem digital di semua unit pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan (Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta/YPKPY),” pungkas Dr Harsawardana.

Artikel Terkait