• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Perusahaan Ini Beberkan Enam Strategi Ampuh Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

SAWIT INDONESIA -Ancaman cuaca panas ekstrem dan kekeringan berkepanjangan yang diprediksi melanda Asia Tenggara memicu langkah siaga dari berbagai pihak. Menghadapi potensi tersebut, upaya pencegahan dinilai jauh lebih krusial daripada sekadar memadamkan api setelah kejadian.

Sebagai bentuk kesiapan menyambut musim kemarau, sebuah perusahaan perkebunan merilis enam strategi komprehensif dalam mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan serta memitigasi dampak kabut asap.

Pertama, perusahaan menerapkan kebijakan tegas tanpa bakar (No-Burn Policy) sejak 1997. Kebijakan ini melarang penggunaan api untuk pembukaan maupun pembersihan lahan, yang berlaku secara ketat tanpa toleransi di seluruh rantai pasok, baik di perkebunan mandiri maupun mitra pemasok.

Kedua, fokus perlindungan juga diarahkan pada ekosistem lahan gambut. Melalui kebijakan tanpa penanaman baru di lahan gambut serta kolaborasi restorasi bersama mitra strategis seperti Nestlé, South Pole, dan PepsiCo di Kalimantan Barat serta Jambi, lebih dari 48.000 hektar lahan gambut kini berada dalam perlindungan untuk mencegah pelepasan Gas Rumah Kaca (GRK) masif.

Ketiga, aspek teknologi tinggi dimanfaatkan untuk deteksi dini. Perusahaan mengandalkan aplikasi GeoSMART yang memadukan berbagai teknologi satelit (MODIS, VIIRS, SUOMI, dan NOAA) untuk mendeteksi titik panas tiga kali lebih cepat. Selain itu, uji coba penggunaan kamera CCTV berbasis kecerdasan buatan (AI) mampu mendeteksi asap hingga radius 17 kilometer, bahkan dalam kondisi minim cahaya.

Keempat, kesiapsiagaan diwujudkan melalui respons cepat di lapangan. Perusahaan menyiagakan lebih dari 10.000 personel Tim Tanggap Darurat terlatih yang didukung peralatan pemadam api khusus di setiap unit perkebunan guna meminimalisir dampak api sekecil apa pun.

Kelima, penguatan kolaborasi lintas sektor terus dijalankan. Perusahaan aktif bekerja sama dengan instansi pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, serta perusahaan lain melalui patroli terpadu, pelatihan publik, dan simulasi evakuasi bersama.

Keenam, pelibatan aktif masyarakat melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Melalui program ini, masyarakat dibekali keterampilan bertani tanpa bakar serta pengelolaan lahan gambut berkelanjutan. Edukasi pencegahan kebakaran juga ditanamkan sejak dini kepada anak-anak sekolah sebagai bagian dari upaya membangun masa depan yang bebas dari bencana asap.

Sumber: smart-tbk.com

Artikel Terkait