• Rabu, 30 September 2026
Profil Produk

Shell Terus Berinovasi Dukung Keberlanjutan Industri Sawit

Shell Indonesia memiliki portofolio produk berkualitas tinggi dan berkelanjutan yang mendukung seluruh industri termasuk kelapa sawit melalui beragam produk pelumas.

Sektor industri sawit di Indonesia terus mendapatkan dukungan dari perusahaan supporting sebagai mitra, seperti Shell Indonesia dengan inovasi di berbagai produk dan layanan purna jualnya.

Seperti diketahui industri hilir sawit merupakan salah satu pengguna pelumas untuk mesin yang berada di pabrik sawit hingga refeneri.

Vice President Sales B2B Lubricants - Shell Indonesia, Edward Satrio, menjelaskan sebagai mitra di sektor energi hilir, Shell Indonesia memiliki portofolio pelumas yang berkualitas tinggi dan komprehensif untuk industri, termasuk untuk mendukung industri sawit.

“Kami menghadirkan berbagai produk pelumas di sektor ini, termasuk untuk mesin diesel tugas berat (engine oil) Shell Rimula, pelumas gardan dan transmisi Shell Spirax, pelumas hidrolik Shell Tellus, dan gemuk (grease) Shell Gadus,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Majalah Sawit Indonesia.

Selain produk pelumas, kata Edward pihaknya juga menawarkan sejumlah layanan purnajual dan teknologi digital untuk menunjang keunggulan peralatan di industri sawit.

“Produk pelumas kami dirancang dengan teknologi terkini, kualitas base oil dan additive memiliki kualitas tinggi untuk menghasilkan kinerja di tempat atau pun lingkungan yang ekstrem,” imbuhnya.

Dari informasi yang dihimpun tim redaksi Majalah Sawit Indonesia, Shell Indonesia juga menawarkan solusi end-to-end dalam bentuk services atau layanan purna jual seperti Shell Lube Analyst untuk pengecekan kondisi oli dan Shell Lube Optimiser dalam bentuk filtrasi, manajemen limbah oli, dan purifikasi oli.

Tidak hanya itu, perusahaan pelumas yang terpusat di Inggris ini memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman dalam pemantauan kondisi pelumas untuk mesin-mesin pelanggan.

Diungkapkan Edward, pihaknya bekerjasama dengan para pelanggan dan para pelaku industri sawit untuk mengoptimalkan Total Cost of Ownership dan menekan biaya perawatan untuk meningkatkan produktivitas dengan Value Improvement Project.

“Kami telah menjalankanValue Improvement Project di beberapa perusahaan industri sawit, contohnya aplikasi produk kami pada bearing roda untuk armada truk yang mengangkut tandan buah segar dari kebun menuju pabrik. Di mana penggunaan produk gemuk kami Shell Gadus dapat memperpanjang usia pakai gemuk hingga lima kali lipat dibandingkan dengan produk gemuk yang sebelumnya digunakan,” ungkapnya.

“Selain itu, aplikasi produk pelumas kami untuk salah satu mitra industri sawit kami tersebut juga memberikan total penghematan biaya perawatan hingga 1,7 miliar Rupiah per tahun,” tambah Edward.

Dukung praktik sawit keberlanjutan

Bahkan, untuk mendukung kesiapan transisi penggunaan biodiesel (B40) di tahun 2025 yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia, tim riset dan pengembangan produk Shell telah melakukan persiapan sehingga produk pelumas seperti Shell Rimula sudah memiliki spesifikasi dan kompatibilitas yang sesuai dengan mesin biodiesel.

Terkait sawit berkelanjutan sebagai tuntutan pasar global, Shell Indonesia sangat mendukung. “Kami memiliki strategi Powering Progress untuk menjadi perusahaan dengan net-zero emission pada tahun 2050 dengan menghadirkan solusi energi yang lebih bersih. Dengan brand, teknologi, dan sumberdaya kami, bisnis pelumas kami akan terus mendukung strategi Powering Progress Shell,” jelas Edward.

Selanjutnya, ia menambahkan pihaknya memberikan solusi yang lebih berkelanjutan di mana sektor pelumas memainkan peran penting dalam mendukung target menjadi perusahaan dengan net-zero emission pada tahun 2050.

“Serta membantu pelanggan serta mitra kami dengan mengurangi carbon footprint. Misalnya, kami memberikan pilihan produk yang lebih berkelanjutan melalui rangkaian produk biodegradable,” kata Edward.

Di bisnis pelumas (lubricants), Shell Indonesia terus berinovasi untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dengan menggunakan bahan baku dan proses pembuatan yang lebih bersih.

Perusahaan pelumasini juga mengembangkan produk yang dapat memperpanjang umur pakai peralatan sehingga peralatan tersebut menjadi lebih produktif dan efisien. Dengan menyediakan produk premium menggunakan teknologi yang mutakhir untuk mengoptimalkan performa, perusahaan sawit dapat menikmati keuntungan efisiensi energi dan peningkatan penghematan bahan bakar sehingga dapat berkontribusi untuk pengurangan emisi dan memperpanjang interval antara pengurasan oli guna mendukung praktik sawit berkelanjutan.

Sebagai informasi, Shell Indonesia memiliki berbagai variasi pelumas Carbon Neutral Product (Produk Karbon Netral), seperti produk Shell Rimula R6 LM 10W-40. Produk pelumas ini merupakan peran penting yang diberikan oleh Shell Indonesia untuk membantu para pelanggan di industri kelapa sawit untuk mengurangi net carbon footprint. Dengan variasi dariengine oil, hydraulic oil, gear oil, hingga grease.

“Portofolio yang kami miliki dapat mendukung aspirasi para pelaku industri kelapa sawit untuk solusi mencapai net zero. Kami juga telah memiliki produk biodegradable bernama Shell PANOLIN yang telah mendapatkan sertifikat “EAL” (Environmentally Acceptable),” jelas Edward.

Produk ini (Shell PANOLIN) memiiliki biodegradabilitas yang tinggi, tidak menumpuk di lingkungan dan memiliki toksisitas yang rendah terhadap tumbuhan dan hewan (disebut sebagai 'ekotoksisitas rendah').

Klaim tersebut didasarkan pada hasil pengujian yang dikonfirmasi dari laboratorium independen yang beroperasi dengan standar kualitas yang diakui secara internasional (e.g. ISO 17025).

Selain itu, Base Oil yang digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi pelumas Shell juga memiliki kualitas yang lebih tinggi yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap produk yang dihasilkan.

Sebagai perusahaan pelumas yang memiliki pengalaman Panjang, Shell tidak berhenti dalam berinvestasi mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

“Indonesia merupakan salah satu pasar pertumbuhan terbesar untuk pelumas bagi Shell dan kami terus melakukan investasi dalam hal sumberdaya manusia, proses, dan teknologi,” kata Edward.

“Bisnis pelumas Shell di Indonesia menjadi awal mula hadirnya bisnis Shell di sektor hilir. Di tahun 2015, kami membangun pabrik pelumas pertama yang dimiliki dan dioperasikan perusahaan energi internasional di Indonesia. Berlanjut, di tahun 2022, kami telah melakukan perluasan pabrik dan peningkatan kapasitas produksi menjadi 300 juta liter per tahun,” imbuhnya.

“Ekspansi pabrik pelumas ini memungkinkan Shell untuk memenuhi permintaan pasar pelumas dalam negeri yang terus meningkat. Serta berkontribusi dalam pengembangan industri hilir dalam negeri, termasuk untuk sektor ketenaga listrikan di Indonesia,” pungkas Edward.

Sebagai komitmen dari Shell untuk Indonesia, saat ini Shell Indonesia sedang membangun pabrik manufaktur gemuk (Grease Manufacturing Plant) dengan kapasitas produksi hingga 12 kiloton per tahun apabila sudah mulai beroperasi. Atas capaian bisnisnya, Shell dinobatkan sebagai “Number 1 Global Lubricants Supplier” untuk 18 tahun berturut-turut oleh institusi Kline & Company.

Artikel Terkait