BANDUNG, SAWIT INDONESIA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi ekosistem bioenergi sebagai pilar transisi energi nasional. Langkah ini tidak hanya difokuskan pada penurunan emisi karbon, tetapi juga dirancang untuk membuka peluang ekonomi daerah serta menciptakan hingga 150 ribu green jobs (lapangan kerja hijau) baru melalui pemanfaatan 10 juta ton biomassa.
Peluang serapan tenaga kerja tersebut terbentang di sepanjang rantai pasok bioenergi, mulai dari pemanfaatan residu pertanian, pengumpulan bahan baku, pengolahan, transportasi, hingga distribusi co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menyampaikan hal tersebut dalam gelaran West Java Leader Fest. Ia menekankan bahwa transisi energi merupakan momentum besar bagi penguatan ekonomi kerakyatan.
“Green job yang tercipta dari 10 juta ton saja itu bisa mencapai sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau baru. Selain menciptakan lapangan kerja, pemanfaatan 10 juta ton biomassa diproyeksikan berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 12 juta ton CO2e,” ujar Hokkop.
Rangkaian angka strategis dan peta jalan bioenergi PLN EPI meliputi:
- Realisasi & Target Pasokan: Sepanjang periode 2023–2026, PLN EPI telah menyalurkan 4,77 juta ton biomassa (masih didominasi berbasis kayu >77%). Ke depan, program co-firing di 52 lokasi PLTU berkapasitas total 18.154 MW diproyeksikan membutuhkan hingga 9 juta ton biomassa per tahun.
- Potensi Bahan Baku Melimpah: Pemanfaatan biomassa nasional saat ini mencapai 30,7 juta ton, sementara potensi mentah yang belum terutilisasi diperkirakan menyentuh 60,6 juta ton.
- Diversifikasi Produk Bioenergi: Ekosistem dikembangkan tidak hanya untuk kayu/limbah padat, melainkan diperluas ke produk biochar, syngas, biohidrogen, compressed biogas (CBG), biofuel, dan bioetanol guna mendukung program dedieselisasi.
- Dukungan RUPTL 2025–2034 & ARED: Sejalan dengan skenario Accelerated Renewable Energy Development (ARED), PLN menargetkan tambahan kapasitas EBT sebesar 12,22 GW pada periode 2025–2029 (termasuk bioenergi 0,61 GW) guna mengejar bauran energi terbarukan 19,7% pada 2029.
Hokkop mengajak generasi muda, koperas, BUMDes, hingga agregator lokal untuk mengambil peran aktif sebagai pelaku usaha di sektor energi bersih, mendukung target Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030 Indonesia.
Sumber: metrotvnews.com














