• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Selain Kunjungan Kebun, Indonesian Planters Society (IPS) dan The Incorporated Society of Planters (ISP) Sepakati Kerjasama

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Indonesian Planters Society (IPS) mendapat kunjungan terhormat dari 30 Planters Malaysia yang tergabung dalam The Incorporated Society of Planters (ISP), pada 7 – 9 Desember 2023.

Dalam agenda kunjungan tersebut, Planters IPS dan ISP melakukan study banding ke kebun PT Socfindo dan PT Perkebunan Nusantara IV. Tepatnya, ke kebun Bangun Bandar (PT Socfindo), yang diterima langsung oleh Andy Suwignyo, General Manager, PT Socfindo.

Andy Suwignyo menyampaikan saat ini diperlukan keterbukaan inovasi penerapan mekanisasi dan teknologi digital pada industri perkebunan kelapa sawit untuk meningkatkan produktivitas produksi.

“Kami sampaikan terima kasih pada planters Malaysia yang diwakili Tuan Mohd Sahir Yaacob (Chief Operating Officer Felda Plantation Management Sdn Bhd). Dan, mengucapkan terima kasih ke IPS, kunjungan ini sangat bermanfaat untuk saling tukar pengetahuan dan pengalaman,” ujarnya, saat sambutan.

Pada kesempatan yang sama, Dadang Afandi mewakili PT Socfindo, mengutarakan bahwa pihaknya sudah menerapkan teknologi digital pada kegiatan produksi benih, panen dan transport, serta pengembangan Elaeidobius kamerunicus.

“Para Planters Malaysia yang tergabung dalam ISP sangat antusias melihat inovasi di lapangan kebun PT Socfindo mulai dari kegiatan penyerbukan, kegiatan panen dan produksi serangga Elaeidobius kamerunicus yang semuanya sudah menerapkan dengan teknologi terbaru,” ujarnya.

“Semua laporan kebun PT Socfindo sudah terhubung dengan Dashboard Mobile (Handphone), tambah Andy Suwignyo menegaskan.

Sementara, saat kunjungan lapangan ke PTPN IV, Planters IPS dan ISP, mendapat kesempatan mengunjungi Kebun Adolina PTPN 4, dan diterima oleh Yudhi H. Prawbowo selaku ManagerKebun Adolina PTPN 4.

Yudhi H. Prawbowo mengatakan bahwa PTPN IV sudah menerapkan teknologi digital khususnya penggunaan drone untuk menghitung jumlah pokok, kondisi jalan dan mendeteksi pencurian.

“Drone dapat mendeteksi pencurian di kebun Adolina dan diterbangkan pada malam hari, drone mendeteksi pencuri melalui kamera melalui suhu tubuh pencuri,” ungkapnya.

Selain melihat penggunaan drone, pihak PTPN IV memperlihatkan System Nursey kelapa sawit. Pre Nursery PTPN IV dibuat pada rumah kaca hijau (Green House) untuk mengurangi gangguan luar yang disebabkan lingkungan khususnya Hama Penyakit. Penyiraman bibit di Pre Nursery lebih teratur.

Kegiatan Planters IPS dan ISP diakhir dengan tanda tangan Kesepakatan Kerjasama yang dituangkan dalam sebuah Nota Kesepemahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Ditandatangani oleh Ketua Umum ISP Malaysia Datuk Haji Daud Amatzin dan Ketua Umum IPS Ir. Jamalul.

Penandatangan MoU, dilakukan Sisingamangaraja Room Le Polonia Hotel - Jalan Sudirman Medan – Sumatera Utara.

Dan, disaksikan Mohd Sahir Yaacub dari pihak ISP Malaysia dan Andi Suwignyo dari IPS. Kesepakatan kedua belah pihak tersebut berisikan persahabatan dan kerjasama, promosi, peningkatan pengetahuan, pertukaran budaya, serta membangun jejaring profesionalitas di antara kedua pihak.

Ir. Jamalul mengatakan bahwa kerjasama dengan ISP dijalin karena IPS melihat pengalaman panjang ISP di negara jiran tersebut. ISP Malaysia sudah berusia lebih dari 100 tahun sementara IPS baru berumur sekitar enam tahun.

“Jadi wajar kalau kita ingin belajar dan menggali ilmu pengetahuan serta pengalaman dalam hal mengelola organsiasi profesi dan Perkebunan khususnya sawit," katanya.

“Kerjasama tersebut diharapkan dapat saling menguatkan Sumber Daya Manusia (SDM) para planters di kedua pihak. Sekaligus mampu memperkuat upaya kedua belah pihak untuk melawan black campaign terhadap industri perkebunan kelapa sawit yang dilancarkan pihak asing,” imbuh Jamalul.

Hal senada, disampaikan Ketua Umum ISP Malaysia, Datuk Haji Daud Amatzin. Bahwa perkebunan kelapa sawit harus diperkuat, dan harus ada upaya untuk melawan serangan pihak asing terhadap perkebunan kelapa sawit.

“ISP lahir pada bulan Oktober 1919 dan kini telah berusia 104 tahun. Hingga saat ini sedikit pun kami tidak terima anggaran Kerajaan (Pemerintah Malaysia). Kami mampu mandiri, membiayai sendiri ISP," ungkap Datuk Haji Daud Amatzin.

Artikel Terkait