JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Sawit Indonesia Expo 2023 akan menghadirkan 5 merek produk alat angkut panen TBS (Tandan Buah Segar) sawit di Pekanbaru Convention & Exhibition Center, , Riau, pada 8-9 Agustus 2023.
Informasi ini disampaikan Manager Marketing Sawit Indonesia Expo 2023, Yasin Permana, bahwa pameran Sawit Indonesia Expo 2023 berlangsung di daerah sentra sawit Pekanbaru untuk membantu perusahaan sawit ikut berpartisipasi. Kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini akan menghadirkan alat pengangkut panen (Transporter) TBS dari berbagai merek.
Tercatat, sudah ada 5 merek ternama baik produsen dan distributor alat angkut panen TBS yang sangat diperlukan bagi pelaku usaha sawit baik perusahaan atau petani untuk meningkatkan produktivitas antara lain PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (Wintor), CV Karya Hidup Sentosa (Quick), PT Rutan, Agrostar Automation Sdn Bhd, dan PT Ikoto Palm Machinery.
“Kehadiran alat angkut panen dari perusahaan (produsen dan distributor) ternama ini, di pameran Sawit Indonesia Expo 2023 sebagai bentuk dukungan mekanisasi di perkebunan kelapa sawit. Agar pelaku usaha sawit dapat dengan mudah mengeluarkan TBS dari kebun ke TPH yang lebih efektif dan efisien,” tambah Yasin.
Menurut Yasin, dalam proses pengangkutan TBS dari jalan kebun ke tempat pengumpulan hasil (TPH) diperlukan alat angkut (transporter) agar lebih efektif dan efisien. Namun, alat angkut TBS seperti apa yang cocok di segala medan?
“Untuk mengetahui hal tersebut, pengunjung dapat melihat ke masing-masing booth (stan pameran) produsen dan distributor alat angkut, dengan beragam keunggulan serta spesifikasi dari unit-unit yang dipamerkan. Pengunjung juga akan mendapatkan penjelasan informasi terkait unit alat angkut yang akan disampaikan secara details oleh tim di setiap booth pameran,” ungkap Yasin.
Pengangkutan hasil panen TBS sawit termasuk salah satu dari tiga mata rantai terpenting dalam budidaya kelapa sawit meliputi panen, angkut, dan olah. Untuk mendukung kelancaran rangkaian mata rantai ini, semua proses harus berjalan dengan baik dan tersinkronisasi. Dan, diperkukan penghitungan kebutuhan armada pengangkutan dan perkiraan hasil pengolahan pada saat melaksanakan proses pemanenan TBS.
Lebih lanjut, Yasin mengungkapkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pengangkutan TBS yaitu organisasi panen, bentuk atau pola jalan di dalam perkebunan, kondisi dan perawatan jalan, jenis dan tipe alat angkut, kondisi alat-alat transportasi, serta pengoperasian alat transportasi.
“Pada saat panen buah kelapa sawit dibutuhkan alat angkut yang kuat dan handal, untuk dapat memaksimalkan kapasitas kerja serta menghemat waktu. Begitu pula saat kondisi curah hujan tinggi banyak kendala yang dihadapi pada saat pengumpulan buah kelapa sawit,” pungkas Yasin.














