• Rabu, 30 September 2026
Profil Produk

SANY Group Perkuat Layanan Purna Jual

SANY Group dalam menjalan bisnis alat berat dari Tiongkok di Indonesia, after sales harus diperkuat. Ini yang sudah dijalankan dan terbukti dengan memperkuat after sales, sudah hampir 10 tahun bisnis SANY Group di Indonesia terus tumbuh.

Di tengah persaingan bisnis tak terkecuali bisnis alat berat di Indonesia, kualitas produk dan layanan purna jual menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Tidak hanya bagi produsen melainkan konsumen.

Hal tersebut telah menjadi standar bagi salah satu produsen dan distributor alat berat asal Tiongkok yang sudah masuk satu dekade memasarkan produk di Indonesia.

Yakni, SANY Group yang telah memasarkan berbagai produk (alat berat) di Indonesia, untuk berbagai segmen pasar. Mulai dari kontruksi gedung, jalan, tambang dan perkebunan.

Namun, yang lebih menarik dari perusahaan (SANY Group) dalam menjalan bisnis di Indonesia, tidak hanya mengandalkan kualitas produk, melainkan diikuti dengan layanan purna jual. Bahkan, layanan purna jual ini sangat diperhatikan agar konsumen mendapatkan kemudahan ketika menghadapi kendala.

Sales & Marketing Director, Teguh Yuli Pitoyo, PT SANY Makmur Perkasa mengatakan dalam menjalan bisnis alat berat dari Tiongkok di Indonesia, after sales harus diperkuat.

“Ini yang sudah dijalankan, dan terbukti dengan memperkuat after sales, sudah hampir 10 tahun bisnis SANY Group di Indonesia terus tumbuh,” ujarnya, saat ditemui, di Anyer, Banten, pada akhir Oktober lalu.

“Sebab, kami memiliki prinsip berkesinambungan dalam menjalankan bisnis alat berat di Indonesia. Tidak hanya mengejar market share, kami tetap melihat dan memperhatikan market share tetapi yang lebih kami perhatikan dari tahun ke tahun bisnis bisa tumbuh (growth),” imbuh Teguh.

Dikutip dari https://www.sanyglobal.com/, layanan purna jual mendapat apresiasi dari salah satu perusahaan tambang. “Setelah satu dekade bekerja di tambang, kami belum pernah merasakan layanan purna jual yang begitu besar dan penuh perhatian,” kata Feng Song, wakil manajer umum proyek bijih aluminium Bosai Minerals Group Guyana (BMGG).

Setelah pihak Bosai menandatangani pesanan untuk 47 truk penambangan off-highway kaku SRT95C dari SANY. Selanjutnya, pihak SANY mengirimkan tim servis profesional, dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun dalam pemeliharaan truk tambang langsung ke lokasi.

Setelah peralatan tiba, teknisi servis di lokasi bekerja tanpa lelah untuk merakit, menguji, dan memeriksa truknya. Terkena dampak lingkungan dan kondisi kerja yang begitu kompleks, peralatan mengalami masa penyesuaian, selama masa tersebut tim servis SANY tetap siaga 24/7 untuk mengatasi segala macam permasalahan.

Pada saat yang sama, sesi pelatihan untuk operator dan tukang reparasi terus berjalan dengan lancar. Berkat upaya ini, ketersediaan operasional semua peralatan tetap berada di atas 93% selama tiga bulan berturut-turut, sepenuhnya memenuhi ekspektasi Bosai. Dengan cara ini, pihak Bosai telah mengubah kesan mereka terhadap SANY, yang merujuk pada kata-kata Feng Song di awal.

Dijelaskan Teguh, layanan purna jual tersebut juga akan diaplikasikan kepada konsumen-konsumen lain, tak terkecuali konsumen yang ada di sektor industri sawit.

“Pada prinsipnya, dalam hal layanan purna jual, kami tidak membeda-bedakan. Layanan purna jual atau after sales inilah yang memperkuat dan tumbuhnya bisnis SANY Group di Indonesia,” jelas Teguh.

“Kami tidak membedakan layanan purna jual bagi konsumen, hampir semua sama. Layanan purna jual yang dimiliki antara lain service berkala, ketersediaan sparepart, standby mekanik yang disesuaikan dan kebutuhan dengan lokasi konsumen. Kalau untuk kecepatan respon semua sama, mulai dari sektor mining, kontruksi dan perkebunan. Di sektor perkebunan, misalnya sawit relatif lebih aman sebab unit (alat) yang bekerja tidak terlalu berat. Jadi perawatannya relatif minim,” tambahnya.

Selain itu, kata Teguh, pihaknya juga menggunakan sistem single dealer yang diyakini dapat memberikan kenyamanan konsumen dibanding multiple dealer.

Berkaitan dengan persaingan bisnis alat berat di Indonesia, Teguh mengatakan hingga saat ini SANY memiliki strategi harus bisa membaca peluang. Setelah itu, masuk dengan memberikan kemudahan dan fleksibelitas pada konsumen.

“Kami dalam melakukan penjualan tidak terlalu agresif, tidak seperti kompetitor. Buat apa agresif kalau ending-nya menggerus profit perusahaan. Mending bisnis tetap growth tetapi profit tetap terjaga, service dan after sales tersedia. Ini yang kami lakukan selama ini,” kata Teguh.

Dan yang lebih menarik dari SANY Group, perusahaan ini memberikan perhatian besar pada konsumen yang menggunakan alat SANY. Di tahun ini, para operator sudah dua kali mendapatkan training (pelatihan).

Melalui kegiatan Operator Club, para operator mendapatkan tambahan dan pendalaman materi agar memudahkan dalam mengoperasikan dan merawat alat.

Teguh mengatakan kegiatan (Operator Club) untuk para operator yaitu cara kami mengapresiasi user, terutama untuk operator SANY. “Pada kegiatan ini para operator diberikan beragam informasi, trainig ulang atau mere-fresh agar mereka lebih paham alat (SANY), bagaimana mengoperasikan dan merawat,” katanya.

“Sehingga setelah acara ini, para operator bisa memberikan masukkan pada owner, bahwa produk SANY adalah produk yang sangat komprehensif dan sudah banyak digunakan di Indonesia,” sambung Sales & Marketing PT SANY Makmur Perkasa.

“Pada prinsipnya Operator CLub ini untuk me-refresh pada operator supaya lebih mengingat future dan komponen yang ada di alat berat SANY. Selain itu, untuk lebih saling mengenal sesama operator SANY, kami adakan outbound,” terang Teguh.

Untuk diketahui, kegiatan Operator Club sudah teragendakan diadakan satu kali dalam setahun. Hanya saja bulannya yang tidak tentu, tahun lalu diadakan pada Juni, sedangkan di tahun ini diadakan pada Oktober 2024.

Ditambahkan Teguh, operator alat sangat berpengaruh pada kinerja alat, kalau operatornya bekerja mengoperasikan unit dengan baik, maka alat akan relatif aman. “Maka kami memiliki program Operator Club, program ini mengedukasi operator karena memberikan pelatihan untuk mere-fresh kembali knowledge,” katanya.

Program Operator Club baru ada di Indonesia yang diiniasi oleh SANY group. “Jadi tidak hanya contest operator tetapi operator diberikan pelatihan. Kita ingin menjadi trensetter bukan sebagai follower,” ungkap Teguh. Selain kegiatan Operator Club, pihak SANY juga kerap mengadakan dan terlibat dalam berbagai event. Tahun ini, SANY sudah beberapa kali mengadakan event di antaranya Mini Expo, dan SANY Golf Tournament. Bahkan, berpartisipasi pada gelaran Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2024 yang diadakan di Pekanbaru, pada Agustus lalu.

Artikel Terkait