PT Kurnia Indo Manufaktur (KIM) menegaskan keseriusannya menembus pasar alat pelindung diri (APD) global melalui lini produk unggulan Safety Ranger, deretan sepatu safety dengan nama-nama tokoh pewayangan.
“Kurnia Safety ini lengkap, dari ujung kepala sampai kaki. Tapi unggulan kami ada di Safety Ranger,” ujar Country Business Leader PT Kurnia Safety Supplies (KSS), Trisa Soetjipto, saat ditemui di ajang Mining Expo, JIExpo Kemayoran, Rabu (17/9/2025).
Menurut Trisa, pemilihan nama-nama pewayangan seperti Bima, Hanoman, Sadewa, Nakula, Juna, Kaca, Bhatara, hingga Raksasha bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan juga identitas khas Indonesia yang ingin diperkenalkan ke dunia. “Cita-cita kami ekspor, makanya branding pewayangan jadi ciri khas,” tambahnya.
Produk Safety Ranger diproduksi di pabrik KIM yang berlokasi di Delta Silicon, Cikarang, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 73 persen.
Keunggulan utama terletak pada metode direct injection—proses penyatuan sol sepatu tanpa lem dan jahitan. Teknologi ini membuat sepatu lebih kokoh, tahan lama, dan ringan dibanding metode konvensional.
“Dulu dikenal istilah sementing di sol, pakai lem atau jahitan. Sekarang kami direct injection. Itu lebih presisi dan tidak gampang rusak,” jelas Trisa.
Kenyamanan dan Daya Tahan
Trisa menegaskan, sepatu safety tidak hanya soal kekuatan, tapi juga kenyamanan. Karena itu, Safety Ranger mengombinasikan outsole berbahan PU (polyurethane) yang empuk dan nyaman, dengan TPU (thermoplastic polyurethane) yang tahan abrasi.
“Sepatu safety itu harus nyaman di atas, tapi bagian bawah tetap kuat. Itulah kelebihan kami,” katanya.
Selain itu, insole menggunakan material PU, berbeda dengan sepatu safety pada umumnya yang memakai EVA sejenis kardus.
“Kalau EVA, tiga sampai empat bulan bisa kempes. Kalau PU, tetap kembali ke bentuk semula,” ujar Trisa.
Sementara untuk lining, KIM mengedepankan material berteknologi breathable sehingga mengurangi risiko lembap dan bau.
Saat ini, pabrik KIM mampu memproduksi sekitar 600 pasang per shift per hari. Kapasitas maksimal mesin mencapai 500 ribu pasang per tahun, meski Trisa menekankan target saat ini masih lebih fokus pada penjualan.
“Kompetitor kami sudah 50 tahun lebih. Kami baru tiga tahun. Tapi kami percaya kualitas Safety Ranger kompetitif dan berstandar internasional,” ujarnya.
Selain lini sepatu safety, PT Kurnia Safety Supplies (KSS) sebagai suplpier juga menghadirkan berbagai APD lain seperti helm keselamatan, sarung tangan industri, coverall atau wearpack, rompi safety, hingga body harness untuk pekerja di ketinggian. Kehadiran produk-produk ini membuat PT KSS menjadi salah satu penyedia APD dengan katalog paling lengkap di Indonesia.
“Pekerja di pertambangan, perkebunan, maupun industri minyak dan gas butuh perlindungan menyeluruh. Kami pastikan produk tersedia, dari helm sampai sepatu, semuanya standar internasional,” jelas Trisa.
Produk Safety Ranger kini sudah dipakai di berbagai perusahaan besar, mulai dari sektor tambang hingga perkebunan: PT Bukit Asam, Vale Indonesia, PT Timah, hingga perusahaan sawit dan kehutanan seperti GGP, SMART Forestry, dan Cargill.
Hingga akhir tahun 2025, KIM menargetkan penjualan 120 ribu pasang sepatu Safety Ranger, atau naik 50 persen dibanding capaian tahun sebelumnya.
Meski angka itu belum sepenuhnya sesuai target, Trisa optimistis pertumbuhan yang konsisten akan memperkuat posisi Safety Ranger di pasar dalam negeri maupun global.
“Target kami jelas: produk lokal yang berstandar dunia, dengan kualitas nyaman, kuat, dan punya identitas Indonesia. Dengan begitu, Safety Ranger bisa bersaing, bukan hanya di Indonesia tapi juga di pasar internasional,” pungkasnya.














