RPN Luncurkan Marketplace Plantage.id, Permudah Pemasaran Produk Perkebunan

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) meluncurkan marketplace produk, jasa dan teknologi perkebunan bernama plantage.id. Platform ini akan membantu masyarakat untuk mencari barang dan teknologi di bidang perkebunan sesuai kebutuhannya.

“Inisiatif pengembangan platform plantage.id sudah dimulai semenjak tahun lalu. Platform ini mempermudah konsumen dan pembeli untuk mencari produk di bidang perkebunan sesuai kebutuhan mereka. Barang, jasa dan teknologi yang ditawarkan berasal dari hasil riset pusat penelitian di lingkup RPN,” kata Iman Yani Harahap, Direktur PT RPN dalam peluncuran marketplace plantage.id secara virtual, Selasa (9 Februari 2021).

Hadir dalam peluncuran ini antara lain Musdhalifah Machmud (Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian), Suprayoga Hadi (Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Kementerian Sekretariat Negara), Mohammad Abdul Ghani (Direktur Utama Holding PTPN) jajaran dewan komisaris PT RPN, dan kepala pusat penelitian perkebunan.

Iman Yani menjelaskan bahw cikal bakal plantage.id berasal dari setiap pusat penelitian di lingkup RPN yang telah meluncurkan berbagai mobile application dan upload konten teknologi di berbagai sosial media. “Plantage.id mengakomodir upaya pusat penelitian untuk men-deliver teknologi dan inovasi terkini dalam bentuk yang lebih terpadu,” ujarnya.

Mohammad Abdul Ghani menuturkan dalam sambutannya bahwa peluncuran platform plantage merupakan titik tolak revolusi transaksi digital dalam dunia perkebunan yang dirintis PT RPN sebagai anak usaha Holding PTPN III. PTPN memasuki tahun kedua transformasi holistik yang melewti satu tahun pertama dengan hasil menggembirakan.

Menurutnya, dari dua landasan pokok transformasi holistik PTPN adalah meningkatkan sistem dan teknologi di tata kelola korporasi termasuk di dalamnya kultur teknis baik on farm dan off farm. Selain itu, PT RPN telah ditetapkan menjadi satu entitas disebut Indonesian Research Institute bersama LPP Yogyakarta.

“RPN menjadi backbone Holding PTPN dalam upaya meningkatkan kinerja perusahaan dan tata kelola informasi,” ujarnya.

Ghani menjelaskan bahwa platform ini merupakan kontribusi RPN kepada bangsa dan negara yang sedang menghadapi tantangan dari aspek efisiensi. Maka, RPN mendedikasikan dirinya untuk membantu masyarakat.

“Saat ini, generasi milenial punya mindset berpikir cepat dan sangat welcome dengan teknologi. Saya berikan apresiasi kepada manajemen RPN yang membuat marketplace produk perkebunan. Dengan adanya plantage.id semakin mendorong inovasi perkebunan dihasilkan peneliti terbaik RPN akan menjangkau seluruh dunia. Pelaku usaha dapat memanfaatkan jasa RPN melalui plantage.id,” kata Ghani saat meresmikan platform ini.

Ia mengatakan kegiatan peluncuran ini dihadiri ratusan customer dan pemangku kepentingan yang menjadi bagian dari  RPN selama ini. Tantangan ke depan, platform ini menjadi instrument supaya RPN dapat berkontribusi kepada pelaku usaha. Lalu petani sawit sedang menghadapai kegiatan peremajaan sawit mencapai 2 juta ha.

Musdhalifah Machmud mengatakan keunggulan produk perkebunan Indonesia perlu digaungkan ke negara lain. Memang tantangan utama bagaimana meningkatkan daya saing produk dan preferensi pasar sedemikian cepat. Lalu membuat ekosistem digital untuk mendukung platform plantage.id.

“Harapan kami plantage.id tidak hanya juara digital marketing melainkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian negara. Saya optimis potensi yang dimiliki RPN seperti ada puslit sawit di Medan, teh di Gambung, kopi, kakao, dan gula. Jika diberikan kesempatan seluas-luasnya akan berdampak positif kepada Indonesia dan dunia,” ujarnya.

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Read More

Presiden Jokowi

Salam Sawit Indonesia, Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Desa  Panca Tunggal, Kabupaten, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, terasa…
Read More

ISPO Berbeda Dengan SVLK

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil berbeda dengan sertifikat SVLK (Sistim Verifikasi Legalitas Kayu). Gamal…