Nusa Dua, SAWIT INDONESIA - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tanjungpura Kalimantan Barat berhasil mengembangkan obat mujarab bagi penyakit pangkal batang, ganoderma, yakni menggunakan Lipopetida Siklik GBSR1. Riset yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) itu diklaim terbukti mampu merusak jaringan utama ganoderma sehingga ganoderma mengalami degradasi dan kemampuan tumbuh.
“Kelapa sawit yang telah diobati [produk ini] tidak akan terserang kembali dan kemungkinan regenerasi ganoderma menjadi kecil. Sehingga tanaman dapat melakukan penyembuhan dan pertumbuhan kembali setelah terserang Ganoderma,” ungkap perwakilan peneliti dari LPPM Untan, Cico Jhon Kurnia Simamora, dalam sesi diskusi Pekan Riset Sawit (PERISAI) 2024 BPDPKS di Nusa Dua, Bali, Jumat (4/10/2024).
Ciko menjelaskan Lipopetida Siklik adalah kelas antibiotik baru untuk mengobati infeksi yang disebabkan bakteri fungi baik pada tanaman maupun manusia.
Lipopetida adalah senyawa yang terbentuk dari ikatan peptida siklik yang terdiri dari asam amino dengan satu atau lebih rantai lipid. Senyawa ini memiliki atom yang lebih tinggi misalnya 14 atau 16 di ekor lipidnya yang berpotensi aktifitas antibakteri dan antijamur yang sangat kuat.
“Dalam penelitian kami melakukan optamasi proses produksi senyawa lipopetida siklik dari GBSR1 untuk meningkatkan yield yang dihasilkan. Selain itu proses ekstraksi dan purifikasi menggunakan yang bahan ramah lingkungan untuk mengurangi dampak lingkungan,” jelas Ciko dalam paparannya.
Dalam kesempatam itu, peneliti LPPM Untan lainnya, Dr. Nelly Wahyuni mengungkapkan formulasi lipopetida siklik yang pihaknya buat terbukti memiliki stabilitas kimiawi yang baik, demikian juga stabilitas termal serta tahan terhadap paparan sinar ultraviolet (UV). Selain itu, lanjut dia, desain inkapsulasi yang pihaknya lakukan itu dilakukan untuk meningkatkan kelarutan agar penyerapan dan distribusi bahan aktif efektif terhadap jaringan terhadap tanaman sawit yang terinfeksi ganoderma.
“Produk ini mempunyai keunggulan utama yaitu merusak jaringan utama ganoderma sehingga ganoderma mengalami degradasi dan kemampuan tumbuh. Kelapa sawit yang telah diobati tidak akan terserang kembali dan kemungkinan regenerasi ganoderma menjadi kecil. Sehingga tanaman dapat melakukan penyembuhan dan pertumbuhan kembali dari Ganoderma,” papar Nelly.
Dalam penelitian tersebut, dia menemukan senyawa yang berpotensi sebagai antifungi selektif dan kuat pengendalian Ganoderma terhdap kelapa sawit.
“Senyawa yang diformulasikan ini untuk diaplikasikan yang berasal dari bakteri aktinomikosis yang kami dapatkan, pembuktian bahwa senyawa ini mengalahkan genoderma dan membunuh secara tuntas,” ucapnya.
Di samping itu, keunggulan produk risetnya ini, dia mengklaim mampu menghemat biaya hingga 43 persen lebih murah dibanding produk yang telah beredar secara komersil berbahan aktif heksakonazole.
“Oleh karena itu, kami mengajak, mitra perusahaan industri dan pemerintah berkolaborasi bersama menghasilkan produk pengendalian Ganoderma yang bisa mengendalikan secara tuntas,” ungkap Nelly.














