Peserta pameran 2nd SIEXPO 2024 dari produsen benih sawit tersenyum bahagia melihat antusias pengunjung yang datang dan melakukan transaksi. Pameran terbesar di Sumatera ini menjadi bagian mencegah maraknya peredaran benih sawit illegitim.
2ndSawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2024 yang berlangsung 8 – 10 Agustus 2024, di Pekanbaru, Riau sangat diminati pengunjung pameran yang mencari benih sawit. Bahkan, yang mengejutkan adanya transaksi dari produsen benih selama kegiatan pameran. Sebanyak 15 ribu bibit unggul pohon kelapa sawit milik Dami Mas diborong oleh pengunjung.
Transaksi dilakukan pada Jum'at (9 Agustus 2024), oleh Haji Soleh asal Kayong Utara, Kalimantan Barat. Ia mengaku sengaja terbang dari Kayong Utara untuk mengunjungi pameran sawit terbesar di Sumatera.
Pria pemilik kebun sawit di Kayong ini menuturkan sangat merasakan banyak manfaat dengan adanya SIEXPO. Salah satunya bisa bertemu langsung dengan penjual bibit sawit unggul untuk melakukan transaksi karena biasanya mereka hanya bisa membeli lewat market place.
“Saya awalnya lihat di Tik Tok Dami Mas acara ini. Karena kalau kita beli kecambah yang asli dari perusahaan pembibitan bisa jadi palsu. Banyak kasus permainan oknum. Kalau datang kepameran itukan jelas,” Haji Soleh, petani yang memiliki luas lahan 240 hektar.
Menurutnya, salah satu kesulitan yang harus dihadapi petani di daerah yaitu terbatasnya akses untuk dapat membeli bibit bagus dan terjamin keasliannya di Kalimantan Barat. Sehingga, keberadaan pameran seperti SIEXPO sangat membantu petani sawit dalam mendapatkan bibit berkualitas baik serta edukasi mengenai bibit unggul.
“Biasanya kita titip kalau mau beli bibit sawit atau alat - alat sawit. Tapi mending kalau yang dititip benar, kalau nggak benar bagaimana. Bolehlah nanti Sawit Indonesia buat pameran di Kalbar,” tambahnya.
Sementara itu, Sales Officer Dami Mas, Dylan Surya, mengungkapkan pengunjung dan transaksi di pameran SIEXPO 2024 ini memang lebih ramai dibanding tahun lalu.
“Kalau kita lihat dibandingkan tahun lalu, pengunjung SIEXPO tahun ini menurut kami lebih ramai. Tentunya ini hal yang menggembirakan, karena kami hadir untuk membantu petani menyediakan bibit - bibit unggul dan edukasi bagi mereka,” ungkapnya.
Sebagai informasi, gelaran SIEXPO 2024 merupakan gelaran pameran dan konferensi sawit kedua yang diinisiasi Majalah Sawit Indonesia. Seperti tahun lalu, pameran, SIEXPO 2024 menyelenggarakan seminar bertemakan “Kemitraan, Konsistensi dan Strategi Penguatan Produktivitas Industri Sawit Indonesia” sebagai bagian dari kontribusi gagasan serta pemikiran untuk menjaga keberlanjutan sawit Indonesia.
Tingginya antusias pengunjung diakui Pusat Penelitian Kelapa Sawit sebagai salah satu produsen benih sawit tertua di Indonesia.
“Banyaknya pemesanan Kecambah Sawit PPKS dengan promo-promo menarik yang diberikan dan pengunjung booth PPKS sangat antusias terhadap produk - produk hayati yang dihasilkan dari PPKS baik berupa pupuk maupun proteksi tanaman,” kata Fahri Putra Hafira, Supervisor Pameran, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).
“Di pameran SIEXPO 2024, banyak pengunjung yang melakukan pemesanan di booth PPKS hingga exhibitor PPKS harus antri dalam melayani pemesan Kecambah Sawit PPKS,” imbuhnya.
Dari data selama pameran, kata Fahri, total pemesanan Kecambah Sawit PPKS sebanyak 67.985 butir, yang tersebar di beberapa provinsi dengan pemesan terbanyak berasal dari wilayah Provinsi Riau.
“Untuk detail varietas yang dipesan dan paling diminati yaitu varietas terbanyak Dumpy (33.967 butir) dan DxP Yangambi (21.577 butir), sementara untuk pemesanan paling sedikit yaitu varietas DxP PPKS 540 NG (997 butir),” ungkapnya.
Sementara itu, peserta pameran produsen benih Verdant (PT Timbang Deli Indonesia) juga merespon baik gelaran pameran (SIEXPO), meski baru tahun ini mengikutinya.
“Respon pengunjung sangat bagus dan penasaran dengan Verdant. Banyak pengunjung sebenarnya sudah mendengar Verdant sebelumnya, namun ingin bertemu langsung dengan staff Verdant di booth SIEXPO,” kata Eben Haeser Sembiring, Senior Seed Sales Officer, PT Timbang Deli Indonesia, dalam keterangan tertulis.
“Meski belum ada transaksi selama pameran (SIEXPO), tapi booth banyak dikunjungi pengunjung dan Calon pembeli kebanyakan dari Pekanbaru, Riau. Pada kesempatan itu, banyak yang menanyakan varietas Verdant Select. Untuk pameran di tahun mendatang, kami menyarankan ada tambahan konferensi khusus Ganoderma,” tambahnya.
Di tahun ini, jumlah produsen benih sawit yang menjadi exhibitor SIEXPO 2024 bertambah dari sebelumnya 8 produsen menjadi 12 produsen. Event tahunan ini akan berlangsung di Pekanbaru Convention Exhibition (Ska-Coex) Riau, pada 8-10 Agustus 2024.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran produsen benih sawit di SIEXPO 2024 untuk mengedukasi pelaku sawit dengan produk dan teknologi terkini. Sudah ada 12 produsen yang terdaftar sebagai peserta pameran,” ujar Qayuum Amri, Ketua Panitia Pelaksana SIEXPO 2024 dalam keterangan tertulis.
Menurut Qayuum, 12 produsen benih tersebut sudah dikenal memiliki benih sawit unggul dan berkualitas tinggi. Melalui kehadiran mereka di SIEXPO 2024, panitia ingin membantu petani agar lebih mudah membeli benih unggul secara langsung.
“Melalui pameran ini, kami ingin membantu pelaku sawit khususnya petani supaya terhindar dari penggunaan benih illegitim dan non sertifikat. Harapan kami supaya petani dapat langsung pesan, beli, dan diantar kekebun. Sebagai bagian mendukung kebijakan pemerintah dalam peningkatan produktivitas,” jelasnya. Berikut ini 12 Produsen Benih Sawit yang menjadi peserta pameran SIEXPO 2024: PT Socfin Indonesia, PT Dami Mas Sejahtera, PT Timbang Deli Indonesia (Verdant Bioscience), PT ASD Bakrie Oil Palm Seed Indonesia, PT Tunggal Yunus Estate ( TOPAZ ), Pusat Penelitian Kelapa Sawit, PT Aneka Sawit Lestari, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk, PT Sampoerna Agro Tbk (Bina Sawit Makmur), PT Tania Selatan, PT Guthrie Agri Bio, dan PT Palma Inti Lestari.














