• Selasa, 29 September 2026
Berita Terbaru

PTPN IV PalmCo Buka Kebun Adolina Jadi Ruang Belajar 126 Petani Simalungun Demi Pangkas Kesenjangan Produktivitas

SAWIT INDONESIA - PTPN IV PalmCo melalui Regional 2 membuka akses edukasi lapangan di Kebun Adolina bagi 126 pekebun sawit rakyat asal Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS)–PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dan Ditjen Perkebunan.

Kunjungan lapangan tersebut bertujuan menjembatani teori teknis budidaya yang diperoleh peserta selama pelatihan dengan praktik tata kelola kebun secara langsung, guna mengakselerasi produktivitas kebun sawit rakyat di daerah.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa peningkatan produktivitas kebun rakyat harus dibangun atas penguatan kapasitas petani dan transfer pengetahuan yang konkret di lapangan.

“Peningkatan produktivitas harus dibangun melalui penguatan kapasitas pekebun, penerapan praktik budidaya yang tepat, serta pembelajaran langsung dari tata kelola perkebunan yang telah berjalan secara terukur,” ungkap Jatmiko.

Sejumlah fakta dan poin strategis terkait upaya peningkatan produktivitas sawit rakyat Simalungun meliputi:

  • Kesenjangan Produktivitas Capai 50%: Kebun swadaya di Simalungun saat ini hanya menghasilkan rata-rata 12–15 ton Tandan Buah Segar (TBS) per hektare per tahun, jauh tertinggal dibandingkan perkebunan korporasi yang mampu menembus 24 ton TBS per hektare per tahun.

  • Potensi Ekonomi Luas Lahan: Kepala Dinas Pertanian Simalungun, Jenri Saragih, mencatat total areal sawit rakyat di wilayahnya mencapai 38.905,5 hektare dengan produksi 317.771 ton TBS. Peningkatan produktivitas tanpa ekspansi lahan dipastikan mendongkrak kesejahteraan warga secara signifikan.

  • Kunci Bahan Tanam Unggul: Kabid Perkebunan Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan Sumut, M. Yusuf Lubis, mewanti-wanti pentingnya legalitas dan kualitas bibit sejak awal agar petani tidak mengalami kegagalan panen setelah masa tunggu bertahun-tahun.

  • Penerapan Good Agricultural Practices (GAP): Pembelajaran di Kebun Adolina difokuskan pada manajemen pemupukan berimbang, pengendalian gulma, pemantauan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), hingga integrasi dengan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

PTPN IV PalmCo berharap kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah dan lembaga riset ini mampu memperkuat efisiensi operasional kebun rakyat serta mendorong tata kelola sawit yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Sumber: ptpn4.co.id

Artikel Terkait