• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

Proyeksi 2022: Impor Sawit India Capai 7,7 Juta Ton

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Pulihnya kegiatan ekonomi India akan berdampak positif terhadap kepada pembelian minyak sawit periode 2021-2022 (November s/d Oktober). Dr. B. V. Mehta, Executive Director The Solvent Extractors’ Association of India, menyajikan proyeksi total impor minyak nabati periode 2021-2022 yang diperkirakan mencapai 13 juta ton. Komoditas minyak nabati yang diimpor India meliputi RBD Palmolein, CPO & CPKO, Degummed Soybean Oil, Crude Sunflower Oil, dan Crude Rapeseed Oil. Proyeksi impor minyak nabati di periode 2021-2022 diperkirakan lebih rendah daripada periode 2020-2021 yang mencapai 13,13 juta ton. “Dengan situasi Covid-19 yang mendekati normal, permintaan di India secara keseluruhan telah mengalami pemulihan termasuk segmen horeca (red-hotel, restoran, dan catering),” ujar BV Mehta saat menjadi pembicara 17th Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook, Kamis (2 Desember 2021). Mehta juga menguraikan tingginya harga minyak nabati termasuk minyak sawit ikut mempengaruhi konsumsi dalam negeri. Dampaknya ada pelemahan permintaan dan perlambatan pertumbuhan konsumsi. Dari proyeksi impor minyak nabati India sebesar 13 juta ton pada periode 2021-2022. Pembelian minyak sawit diperkirakan naik menjadi 7,7 juta ton. Di periode 2020-2021, impor minyak sawit India sebanyak 7,63 juta ton. Sebagai informasi, pemerintah India mengizinkan impor RBD Palmolein sampai 31 Desember 2021. Jika impor RBD tidak lagi diizinkan, maka berpotensi digantikan CPO. Dalam 1 tahun terakhir, harga CIF India untuk RBD Palmolein telah naik sebesar 59%, CPO meningkat 68%, Kedelai 47% dan SFO sebesar 29%, karena kenaikan harga internasional dan harga domestik juga bergerak beriringan. Antisipasi terhadap tingginya harga komoditas, Pemerintah India mengambil kebijakan memangkas bea masuk. Tujuannya memberikan keringanan kepada konsumen. Sementara itu, kebijakan pengurangan bea masuk saat ini yang diumumkan pada 14 Oktober 2021 untuk produk CPO, SBO dan SFO hanya berlaku hingga 31 Maret 2022. Setelah itu, bea masuk dikembalikan ke tarif sebelumnya menjadi lebih tinggi sebesar 16%-20%. Dalam presentasi BV Mehta, India mengkonsumsi lemak susu seperti ghee dan mentega sekitar 1 kg/kapita. Sedangkan, India menggunakan sekitar satu juta ton minyak nabati untuk keperluan industri

Artikel Terkait