• Jumat, 25 September 2026
Berita Terbaru

Program Riset BPDP 2026 Diperluas, Tak Hanya Sawit tapi Kelapa dan Kakao

JAKARTA, SAWIT INDONESIA — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatat tingginya minat kalangan peneliti terhadap program riset yang diselenggarakan. Hal tersebut disampaikan Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, dalam sambutannya pada pembukaan webinar Call for Proposal Grant Riset BPDP 2026, secara hybrid, pada Kamis (30 April 2026)..

Alfansyah mengungkapkan apresiasinya atas partisipasi para peneliti dari berbagai institusi, baik perguruan tinggi maupun lembaga penelitian. Menurutnya, antusiasme tersebut tercermin dari jumlah proposal yang masuk dalam satu tahun terakhir.

“Selama ini program riset yang disiapkan oleh BPDP mendapat antusiasme yang cukup besar dari peneliti. Untuk tahun terakhir saja, kita sudah menerima sekitar 1.400 lebih proposal yang disampaikan ke kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah proposal yang diajukan berpotensi meningkat pada tahun ini seiring dengan bertambahnya produk program riset yang ditawarkan oleh BPDP. Selain itu, pada Call for Proposal Grant Riset BPDP 2026, cakupan komoditas juga diperluas.

“Call for Proposal kali ini tidak hanya kelapa sawit yang menjadi topik dalam penelitian yang kita sampaikan, tetapi juga ada kelapa dan kakao,” jelas Alfansyah.

Perluasan topik ini diharapkan dapat mendorong riset yang lebih beragam serta memperkuat pengembangan sektor perkebunan secara menyeluruh, termasuk hilirisasi komoditas strategis non-sawit yaitu kelapa dan kakao.

Lebih lanjut, Alfansyah mengajak para peneliti untuk terus berpartisipasi dan memanfaatkan kesempatan yang tersedia. Ia juga mengingatkan bahwa batas akhir pengajuan proposal ditetapkan pada 30 Juni melalui laman resmi program riset BPDP.

“Dengan resmi acara webinar ini kami buka dan mudah-mudahan banyak teman-teman yang akan menindaklanjuti dengan mengirim proposal kepada kami,” katanya.

BPDP berharap peningkatan partisipasi ini dapat menghasilkan inovasi dan riset berkualitas yang berdampak langsung pada penguatan sektor perkebunan nasional. Untuk info lebih lanjut dapat mengunjungi link atau laman resmi https://program-riset.bpdp.or.id/ untuk mengajukan proposal paling lambat tanggal 30 Juni 2026.

Artikel Terkait