JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Ketua Pusat Studi Sawit IPB University (PUSDI SAWIT IPB) Prof. Dr. Ir. Budi Mulyanto, MSc., meraih penghargaan Sawit Indonesia Awards 2023 kategori Lifetime Achievement pada Rabu (20/12/2023).
Ketua Panitia Sawit Indonesia Award 2023, Qayuum Amri menjelaskan bahwa Majalah Sawit Indonesia pertama kali menginisiasi penghargaan bergengsi ini pada 2022 di Jakarta di mana peraih penghargaan mencapai 55 penerima dari berbagai kalangan dan lintas profesi.
Menurutnya, peraih Sawit Indonesia Award 2023 ini dinilai berdasarkan rekam jejak mereka di media massa terutama berkaitan kegiatan, kebijakan, dan program yang mereka jalankan. Sebagaimana tahun lalu, penilaian internal Majalah Sawit Indonesia berdasarkan kepada tiga aspek yaitu komunikasi, informasi, dan komitmen.
Penilaian ini juga mendapatkan masukan dari Dewan Redaksi Majalah Sawit Indonesia sehingga memberikan bobot lebih besar untuk mendalami calon penerima SAWIT INDONESIA Award 2023.
Adapun dipilihnya Prof Budi Mulyanto untuk menerima penghargaan Sawit Indonesia Awards ini tidak terlepas dari dukungannya yang besar untuk kemajuan industri sawit. Dia sendiri merupakan mantan Dirjen BPN yang meraih gelar sarjananya di IPB University. Kini, Prof. Budi menjabat sebagai Guru Besar IPB University dengan studi kepakaran mikropedologi, proses-proses tanah, dan evaluasi mutu tanah.
Pada 9 September 2022, dia merilis Pusat Studi Sawit IPB University. Lembaga tersebut, menurut Budi tujuannya yaitu melakukan penelitian, kajian dan tindakan terkait dengan perkebunan dan industri sawit nasional untuk meningkatkan produktivitas, fungsi dan peran usaha perkebunan dan industri sawit nasional berkelanjutan dalam pengembangan ekonomi, sosial dan ekologi secara inklusif, baik pada konteks lokal, nasional maupun global untuk mendukung ketahanan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kedua mencari solusi tantangan dan permasalahan yang dihadapi dalam usaha perkebunan dan industri sawit nasional dalam bidang lingkungan, kesehatan, hak asasi manusia (HAM), perdagangan internasional dan bidang lain yang strategis dan serius. PUSDI SAWIT IPB berharap dapat berkontribusi nyata dalam pengembangan peran sawit bagi keberlanjutan pembangunan dan kemakmuran Indonesia.
“Diharapkan dapat mengkoordinasikan penelitian dan kajian secara komprehensif tentang kelapa sawit dari berbagai keilmuan yang ada di IPB serta mendesiminasikan hasil penelitian dan kajian kepada masyarakat dan pemerintah,” katanya dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku “Sawit Untuk Negeri” serta Peresmian Pusat Studi Sawit IPB University, Jumat (9/9/2022).
Di berbagai forum publik, Prof Budi juga sangat kritis terhadap kebijakan persawitan nasional. Misalnya, seiring adanya ketidaksinkronan regulasi pemerintah yang menciptakan ketidakpastian baru bagi pelaku usaha. Pemicunya adalah adanya perbedaan ketentuan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengenai hak guna usaha (HGU).
Menurutnya, tanah yang diberi HGU adalah tanah yang telah bebas dari status kawasan hutan, konflik perizinan, garapan masyarakat, kayu/hasil hutan, peta moratorium izin, inti-plasma.
"Jadi kalau HGU telah diterbitkan selayaknya hukum negara melindungi dan jangan diganggu-ganggu lagi. Jangan pula dimasukkan ke dalam Status Kawasan Hutan," kata Budi saat dihubungi, Jumat (29/9/2023).
Budi menambahkan, jika hak atas tanah yang telah terbit sah berdasarkan hukum negara kemudian dimasukkan ke dalam kawasan hutan, maka dapat menimbulkan berbagai persoalan yang ujungnya akan terjadi sengketa-konflik agraria dan akan mengganggu iklim berusaha.














