Jakarta, SAWIT INDONESIA – Produsen benih sawit yang tergabung dalam Forum Kerja Sama Produsen Benih Sawit (FKPBS) terlibat pula dalam program swasembaga pangan pemerintahan Presiden Prabowo.
Bentuk dukungan ini diwujudkan melalui penyerahan bantuan 40 ton benih padi Gogo melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
Bantuan benih padi gogo terdiri dua varietas yaitu Inpari 45 dan Impaku 13 nortis, masing-masing 20 ton diserahkan kepada petani Cianjur.
Ketua Forum Kerja Sama Produsen Benih Sawit, Dr. Dwi Asmono menyampaikan pihaknya bersama 14 produsen benih sawit turut berkontribusi dan mendukung program swasembada pangan.
“Hal tersebut merupakan respon setelah bertemu dan komunikasi dengan Direktur Jenderal Perkebunan membahas program swasembada pangan. Apakah dari Forum Kerja Sama Produsen Benih Sawit bisa berkontribusi pada program tersebut? Kontribusi kami diwujudkan dengan memberikan bantuan benih padi Gogo sebanyak 40 ton melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Kementerian Pertanian),” ujarnya, saat ditemui di Bogor, pada pekan lalu.
Menurutnya, program swasembada pangan pemerintahan Presiden Prabowo sangat bagus untuk mengamankan pangan dalam negeri. Ini adalah upaya agar bisa survive salah satunya produksi padi dalam negeri harus bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Bantuan benih padi Gogo dari Forum Kerja Sama Produsen Benih Sawit yang terdiri dari 14 produsen benih sawit, sudah ditanam di Cianjur, Jawa Barat,” kata Dr. Dwi Asmono yang menjabat sebagai Director of Sustainability, Research & Development PT Sampoerna Agro Tbk.
Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo, di antaranya pihak swasta diminta untuk mendukung program swasembada pangan untuk menanam padi dan jagung. Lahan-lahan yang ada harus bisa dioptimalkan agar produksi beras dan jagung dapat mencukupi kebuhan masyarakat. Tak terkecuali lahan kering yang dapat ditanami padi Gogo untuk menambah produksi beras nasional.














