• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Produktivitas dan Efisiensi Jadi Motor Pertumbuhan, TLDN Catat Pendapatan Rp2,71 Triliun pada Semester I 2026

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Peningkatan produktivitas kebun yang diiringi efisiensi operasional menjadi kunci keberhasilan PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mencatatkan pertumbuhan kinerja pada semester I 2026. Di tengah dinamika industri kelapa sawit dan meningkatnya biaya produksi, Perseroan tetap mampu membukukan pendapatan sebesar Rp2,71 triliun, naik 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya volume penjualan serta harga jual rata-rata produk utama Perseroan, yakni crude palm oil (CPO), palm kernel (PK), dan crude palm kernel oil (CPKO). Kinerja ini sekaligus mencerminkan efektivitas strategi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi, efisiensi biaya, dan profitabilitas.

Direktur Utama PT Teladan Prima Agro Tbk, Wishnu Wardhana, mengatakan capaian semester pertama 2026 menunjukkan fundamental bisnis perusahaan tetap kuat di tengah tantangan industri.

"Kinerja semester pertama ini menunjukkan fundamental bisnis Perseroan yang tetap kuat. Pertumbuhan pendapatan yang diikuti dengan terjaganya profitabilitas menjadi hasil dari konsistensi kami dalam meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan efisiensi operasional, serta menjaga kualitas aset perkebunan di tengah dinamika industri kelapa sawit," ujar Wishnu, dalam keterangan resminya.

Dari sisi operasional, Teladan Prima Agro berhasil meningkatkan produksi baik di kebun inti maupun plasma. Produksi tandan buah segar (TBS) inti mencapai 552.631 ton, meningkat 1,5 persen dibandingkan semester I 2025. Sementara itu, produksi TBS plasma mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 10,5 persen menjadi 83.382 ton.

Kenaikan produksi tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan volume TBS yang diolah menjadi 734.369 ton, atau naik 4,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan itu, produksi CPO meningkat 6,6 persen menjadi 169.881 ton, didukung kenaikan Oil Extraction Rate (OER) menjadi 23,13 persen. Produksi palm kernel (PK) juga meningkat menjadi 27.622 ton, sedangkan produksi CPKO mencapai 6.780 ton.

Kinerja operasional yang solid tersebut kemudian tercermin pada pertumbuhan pendapatan. Penjualan CPO memberikan kontribusi terbesar dengan nilai Rp2,32 triliun, meningkat 4,6 persen dibandingkan semester I 2025. Pendapatan dari penjualan PK mencapai Rp227,01 miliar, didukung kenaikan volume penjualan sebesar 5,3 persen dan peningkatan harga jual rata-rata sebesar 9,3 persen. Sementara penjualan CPKO menyumbang pendapatan sebesar Rp158,02 miliar, seiring meningkatnya volume penjualan dan harga jual rata-rata.

Meski menghadapi kenaikan biaya produksi akibat meningkatnya pembelian TBS dari pihak ketiga serta biaya pemeliharaan kebun, Perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas. Hal ini tercermin dari perolehan laba kotor sebesar Rp960,50 miliar, EBITDA Rp904,30 miliar, dan laba bersih Rp543,65 miliar pada semester pertama tahun ini.

Menurut Wishnu, peningkatan produktivitas tidak terlepas dari penerapan praktik perkebunan terbaik secara konsisten. Optimalisasi program pemupukan, pemeliharaan infrastruktur perkebunan, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan kebun dan pabrik menjadi faktor utama yang mendorong efisiensi operasional.

Perseroan juga terus memperkuat implementasi Teladan Productivity Technology Science (TPTS) sebagai platform berbasis data untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi di seluruh lini operasional. Selain itu, pengembangan Teladan Green Metrics (TGM) terus dilakukan guna memperkuat pengelolaan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.

Memasuki semester II 2026, Teladan Prima Agro menegaskan akan tetap berfokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, serta implementasi praktik perkebunan berkelanjutan.

"Dengan fundamental operasional yang kuat dan disiplin dalam menjalankan strategi bisnis, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan," tutup Wishnu.

Artikel Terkait