• Selasa, 29 September 2026
Berita Terbaru

Produk Olahan Sawit Pesantren Al Amin Dumai Diminati Pengunjung SIEXPO 2024

Pekanbaru, SAWIT INDONESIA - Kopontren Al Amin Dumai menampilkan berbagai produk turunan sawit dalam pameran Sawit Indonesia Expo And Conference (SIEXPO) 2024 yang berlangsung 8-10 Agustus 2024 di Ska Co-Ex yang membawa dampak positif bagi kemajuan Santripreneur Sawit melalui kelembagaan Koperasi Produsen Al Amin dalam Jaringan Kebun Sawit di lingkungan Pesantren se Riau.

“Kopontren Al Amin yang selama ini mengelola hilirisasi Produk Turunan Sawit melalui Program Santripreneur Sawit merupakan Koperasi Produsen Primer Provinsi Riau dengan anggota diantaranya Pesantren Pesantren yang tidak memiliki badan hukum untuk kegiatan usahanya,” ujar KH. W Zainal Abidin Ketua Kopontren Al Amin Dumai.

Menurutnya, Pondok Pesantren yang sudah memiliki badan hukum Koperasi bisa bergabung di Koperasi Sekunder Konsumen Syarikat Ekonomi Pesantren Riau yang dilahirkan oleh Hebitren Riau didukung Pengurus FKPP Riau, IPI Riau dan HPN Riau di tahun 2021 .

Ketua Panitia Pelaksana SIEXPO 2024, Qayuum Amri mengapresiasi kehadiran Kopontren Al Amin Dumai yang telah menjadi peserta pameran semenjak penyelenggaraan SIEXPO 2023. Kehadiran pesantren merupakan bagian penting dari promosi manfaat sawit bagi masyarakat agar dapat memahami kelapa sawit juga mendukung kegiatan keagaamaan, sosial, dan ekonomi di lingkungan pesantren.

“Semenjak tahun lalu, kami memberikan fasilitas pameran secara gratis kepada Kopontren Al Amin Dumai sebagai bentuk komitmen kami bagi pengembangan santripeneur dan aktivitas ekonomi pesantren,” urainya.

Dikatakan Zainal Abidin, Sebagaimana diketahui bahwa rata-rata Pondok Pesantren di Riau memiliki kebun sawit baik milik Pesantren, Pimpinan, Pengurus, Guru, Alumni dan Wali Santri serta Masyarakat sekitar Pesantren. Banyak kebun kebun sawit swadaya di jaringan Pesantren dan masyarakat sekitar tidak terdata dan terkoordinir untuk mendapatkan peluang kemitraan dalam rangka meningkatkan produktivitas sawit yang akan berdampak meningkatnya pendapatan para pekebun sawit.

Sesuai dengan UU Pesantren bahwa Pesantren memiliki fungsi pemberdayaan masyarakat dan mendukung Program Santripreneur Wapres KH. Ma'ruf Amin pada 1 Oktober tahun 2020 lalu, maka diperlukan langkah upaya penguatan kelembagaan dan sinergi antara stakeholder yang ada. Sehingga keberadaan sawit memiliki dampak kemajuan bagi masyarakat disemua sektor kehidupan.

“Santripreneur Sawit Kopontren Al Amin Dumai sejak difasilitasi BPDPKS dan beberapa pihak hadir Pameran Festival Islam Kepulauan di Den Haag Belanda terus mengkampanyekan 3 hal penting untuk mengajak semua pihak memaksimalkan kebaikan sawit,” tuturnya.

Artikel Terkait