SAWIT INDONESIA - Tingginya kebutuhan benih kelapa sawit berkualitas di tengah perkembangan industri sawit nasional menjadi peluang yang terus dimanfaatkan oleh PT Bina Sawit Makmur (BSM), entitas PT Prime Agri Resources Tbk. Melalui ajang SIEXPO 2026, perusahaan ingin semakin memperkenalkan varietas unggulan DxP Sriwijaya sekaligus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendampingan teknis kepada para pelaku usaha perkebunan.
PT Bina Sawit Makmur selama ini dikenal sebagai perusahaan yang berfokus pada penelitian, produksi benih kelapa sawit, penyediaan layanan agronomi, serta layanan analisis laboratorium. Hingga kini, perusahaan telah menghasilkan enam varietas benih unggul DxP Sriwijaya 1-6 serta enam varian premium DxP Sriwijaya Semiklon untuk memenuhi kebutuhan industri kelapa sawit di Indonesia.
Seed Marketing & Sales Manager PT Bina Sawit Makmur, Yohana Hermawati WR, biasa disapa Wati, mengatakan bahwa pemilihan SIEXPO 2026 sebagai ajang promosi didasarkan pada posisi strategis lokasi pameran yang berada di salah satu kawasan sentra perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia.
"Lokasi penyelenggaraan SIEXPO berada di salah satu daerah sentra perkembangan kelapa sawit terbesar di Indonesia. Melalui pameran ini kami ingin meningkatkan brand awareness DxP Sriwijaya, memberikan informasi yang lebih luas mengenai benih unggul kelapa sawit dan layanan kami, sekaligus membuka peluang pasar baru serta mempererat hubungan dengan pelanggan yang telah bekerja sama dengan kami," ujar Wati.
Pada SIEXPO 2026, PT Bina Sawit Makmur akan menampilkan varietas DxP Sriwijaya dengan dua karakteristik warna buah, yakni tipe Nigrescens yang berubah dari hitam ketika mentah, menjadi merah kehitaman saat matang serta tipe Virescens yang berubah dari hijau ketika mentah, menjadi orange ketika matang. Kedua tipe tersebut dikenal memiliki potensi produksi tandan buah segar dan kandungan minyak yang tinggi.
Tidak hanya memperkenalkan produk, perusahaan juga menghadirkan program promosi khusus berupa layanan "pesan tanpa antre" untuk empat varietas favorit, yakni DxP Sriwijaya 1, DxP Sriwijaya 3, DxP Sriwijaya 5, dan DxP Sriwijaya 6.
"Keempat varietas tersebut memiliki keunggulan masing-masing, seperti adaptif terhadap kondisi kekeringan, menghasilkan kandungan minyak dan tonase yang tinggi, serta memiliki pertumbuhan meninggi yang lambat sehingga cocok dikembangkan di berbagai kondisi lahan," jelas Wati.
Selain mendorong penjualan, PT Bina Sawit Makmur juga ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai karakteristik buah kelapa sawit unggul, khususnya varietas dengan warna buah orange yang masih sering disalahartikan oleh sebagian pekebun.
"Kami ingin masyarakat dan pelaku perkebunan semakin memahami bahwa buah sawit berwarna orange merupakan salah satu karakter varietas unggul yang memiliki kualitas sangat baik. Edukasi seperti ini menjadi bagian penting dari kehadiran kami di SIEXPO," katanya.
Menurut Wati , permintaan terhadap benih unggul DxP Sriwijaya hingga saat ini masih menunjukkan tren yang positif, terutama dari kalangan petani mandiri. Bahkan, beberapa varietas mengalami lonjakan permintaan yang cukup tinggi sehingga perusahaan harus melakukan pengelolaan distribusi secara cermat agar seluruh pelanggan tetap dapat terlayani dengan baik.
"Permintaan benih DxP Sriwijaya masih sangat tinggi, terutama dari petani mandiri. Pada beberapa varietas tertentu terjadi lonjakan permintaan, sehingga kami harus mengelola gelombang permintaan secara lebih terukur agar kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama kami tetap dapat kami berikan," ungkapnya.
Sebagai perusahaan yang tidak hanya menjual benih kelapa sawit unggul, PT Bina Sawit Makmur juga menempatkan layanan purna jual sebagai salah satu nilai tambah bagi pelanggan. Melalui departemen khusus, perusahaan menyediakan konsultasi teknis serta pendampingan agronomi untuk memastikan praktik budidaya yang diterapkan pelanggan sesuai dengan standar yang direkomendasikan.
"Komitmen kami adalah memberikan produk terbaik sekaligus bimbingan teknis kepada seluruh pelanggan agar potensi produksi dapat dicapai secara optimal. Tim after sales kami selalu siap memberikan konsultasi teknis dan memastikan kultur teknis agronomi yang diterapkan pelanggan sudah berjalan dengan tepat dan benar," tutur Wati .
Melalui partisipasinya di SIEXPO 2026, PT Bina Sawit Makmur berharap tidak hanya memperluas pasar benih unggul DxP Sriwijaya, tetapi juga memperkenalkan layanan laboratorium dan agronomi yang dimiliki perusahaan sebagai solusi terpadu bagi pelaku industri kelapa sawit. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Prime Agri Resources, Tbk. sebagai perusahaan perkebunan yang terus berkembang menuju bisnis yang terintegrasi dan berkelanjutan.














