• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Perkuat Kerjasama Pada Industri Kelapa Sawit

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Indonesia dan Malaysia memperkuat hubungan strategis di berbagai sektor, termasuk perdagangan dan investasi, dengan fokus pada industri kelapa sawit. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang berlangsung di Kuala Lumpur pada Senin (27/1/2025).

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa dalam lawatan ke berbagai negara, Presiden Prabowo selalu menemukan permintaan tinggi terhadap kelapa sawit. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia dalam sektor ini.

Sebagai dua negara yang menguasai sekitar 80% produksi kelapa sawit dunia, Indonesia dan Malaysia memiliki peran strategis dalam industri ini. Pemerintah Indonesia pun mengapresiasi dukungan Malaysia dalam memperkuat kolaborasi untuk menghadapi berbagai hambatan ekspor yang muncul di berbagai negara.

Malaysia sendiri merupakan mitra dagang utama bagi Indonesia, menduduki posisi keenam sebagai tujuan ekspor dan kelima sebagai sumber impor. Sepanjang Januari hingga November 2024, nilai perdagangan antara kedua negara mencapai USD21,06 miliar. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Malaysia tercatat sebesar USD10,97 miliar, sementara impor dari Malaysia mencapai USD10,09 miliar, sehingga Indonesia membukukan surplus sebesar USD882 juta.

Pada tahun sebelumnya, total perdagangan kedua negara mencapai USD23,2 miliar. Ekspor Indonesia ke Malaysia senilai USD12,5 miliar, sedangkan impor dari Malaysia sebesar USD10,8 miliar, menghasilkan surplus perdagangan bagi Indonesia sebesar USD1,7 miliar.

Beberapa komoditas ekspor nonmigas utama Indonesia ke Malaysia pada 2023 meliputi bahan bakar mineral, lemak dan minyak nabati serta hewani, kendaraan bermotor, besi dan baja, serta tembaga. Sementara itu, komoditas impor utama dari Malaysia ke Indonesia antara lain mesin dan peralatan mekanis, plastik, perlengkapan elektronik, bahan kimia organik, serta besi dan baja.

Dari sisi investasi, Malaysia menempati posisi kelima sebagai sumber Foreign Direct Investment (FDI) bagi Indonesia pada 2023. Investasi Malaysia di Indonesia tercatat sebesar USD4,06 miliar, mengalami kenaikan 21,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan semakin eratnya kerja sama ekonomi antara kedua negara yang diharapkan terus berkembang di masa mendatang.

Sumber: gapki.id

Artikel Terkait