Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – Direktur, Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY Stiper), Dr. Sri Gunawan, SP, MP dipercaya sebagai Ketua Asosiasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Sawit (ALPENSI). Kepercayaan itu diberikan melalui proses aklamasi oleh para anggota ALPENSI, pada Oktober lalu, di LPP Yogyakarta.
Setelah dinyatakan secara sah memimpin APLENSI, Ia pun bergerak cepat dengan menggelar musyawarah nasional bersama anggotanya untuk menyusun kepengurusan dan program kerja, pada Jum’at (24 November 2023), di kampus AKPY Stiper, Yogyakarta.
Pihaknya menginginkan lembaga-lembaga Pendidikan dan pelatihan yang berada di naungan ALPENSI harus benar-benar menjaga komitmen dalam pelaksanaan hal-hal yang sudah disepakati. “Terutama kaitannya dengan pendidikan vokasi dan masing-masing program studi dilaksanakan di setiap perguruan tinggi atau kampus, semuanya harus mengarah ke pengembangan SDM industri sawit,” kata Dr. Sri Gunawan saat ditemui, di Yogyakarta, pada Sabtu lalu (25 November 2023).
Selanjutnya, ia mengatakan langkah pertama (program) yang akan dilaksanakan dan sedang dipersiapkan yaitu workshop kurikulum berbasis Standar Kompetensi Kerja Indonesia (SKKNI) di industri Sawit.
“Hal ini untuk menyamakan persepsi dan orientasi semua kampus (anggota ALPENSI) dalam pengembangan SDM industri sawit baik di hulu maupun di hilir. Baik itu prodi teknik mesin, akuntansi, teknik kimia, teknologi pengolahan, semua arahnya untuk industri sawit,” ucap Dr. Sri Gunawan.
Merujuk pada laman resmi ALPENSI, ALPENSI menjadi organiasasi (wadah) yang inspiratif dan visioner bagi lembaga pendidikan dan pelatihan sawit Indonesia.
“Tentu visi tersebut dititik beratkan pada Pembangunan dan pengembangan SDM di industri sawit berkelanjutan melalui pengembangan SDM yang kompeten, di perguruan tinggi anggotan ALPENSI,” urai Dr. Sri Gunawan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan program-program yang sudah dipersiapkan dan akan dijalankan di tahun mendatang. “Pertama, program utama yang akan dijalankan di tahun depan yaitu membuat workshop kurikulum berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Kedua, dalam rangka promosi dan kampanye sawit baik akan melakukan sosialisasi sawit baik dan mitos &fakta sawit di daerah sentra-sentra sawit di Indonesia. Misalnya dilaksanakan di Provinsi Riau maka yang bertanggung jawab perguruan tinggi yang ada di lokasi itu, begitu juga di daerah atau wilayah lainnya.
“Ketiga, akan ada riset kolaborasi antar perguruan tinggi untuk mendapatkan program Grant Riset Sawit yang ada kaitannya dengan permasalahan atau tantangan di sektor industri sawit. Dan, keempat, rencana ALPENSI akan masuk dalam keanggotaan Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI),” ungkapnya.
Diketahui, perguruan tinggi anggota ALPENSI merupakan perguruan tinggi yang sudah menjalin kerjasama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Ditjen Perkebunan – Kementerian Pertanian, untuk melaksanakan program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit, melalui Pendidikan vokasi.
“Untuk itu, kami sampaikan pada anggota ALPENSI, jangan sampai lembaga pendidikan dan pelatihan mengecewakan BPDPKS dan Ditjenbun karena sudah ditunjuk dan diberi amanah. Jangan sampai kepercayaan yang sudah diberikan tidak sesuai harapan dari BPDPKS dan Ditjenbun,” kata Dr. Sri Gunawan.
“Sekali lagi kami tegaskan semua anggota ALPENSI berkomitmen melaksanakan program-program yang ada di BPDPKS. Kaitannya dengan penyelenggaraan pendidikan, administrasi baik, keuangan benar dan pelayanan mahasiswa juga baik sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan di industri sawit,” pungkasnya, dalam wawancara singkat.
Saat ini, ALPENSI memiliki 16 anggota (red-perguruan tinggi/Lembaga diklat) yaitu Akademi Komunitasi Perkebunan Yogyakarta (AKPY Stiper), Politeknik Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP – Yogyakarta), Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi – Bekasi, Institut Teknologi Sains Bandung – Bekasi, Politeknik Kampar – Riau, Institut Teknologi Sawit Indonesia – Medan, Universitas Prima Indonesia -Medan, Institut Pertanian STIPER (INSTIPER – Yogyakarta), Sekolah Vokasi IPB, Politeknik ATI Padang, Politeknik Teknologi Kimia Industri, Politeknik Aceh, Politeknik Pembangunan Pertanian - Medan,Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan, Politeknik Sawit Khatulistiwa, dan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan; Best Planters Indonesia (BPI) – Bogor.














